
Riyani sudah berada di kantor pagi ini, karena ada yang harus dia kerjakan.
"yan, bos hari ini turun gk.?" tanya putra yg tiba2 sudah ada di samping nya dengan laptop kesayangan nya
" oohhh iya aku lupa cek email ka, wait ya" ucap Riyani sambil mengecek email di laptop nya
"gak ada email dari travel, sepertinya bos masuk hari ini" kata Riyani sambil beberes meja kerjanya dan lanjut beresin meja bos nya
Putra pun cuma bisa tersenyum melihat kelakuan Riyani yang sedikit panik karna tau bos nya akan masuk kantor
Setelah selesai memberes kan semua yang tampak tidak beres, tak lama kemudian Ibu Stary sudah ada di kantor
"Riyani... Tolong ikut ke ruangan saya" pinta ibu Stary sambil berlalu ke ruangan nya dan langsung di ikuti oleh Riyani
"ibu minta tolong ya buatkan ibu kopi, kalau OB yang buat beda rasanya, ibu mau kamu yang buatin," pinta bu stary kepada Riyani
Riyani pun hanya bisa mengangguk
"habis itu tolong bawa berkas ini untuk di tanda tangani ke perusahaan 'mandiri sentosa' ibu mau kamu langsung temui pak Hans disana, berkas ini sangat penting jadi tolong kamu yg handle" ucap ibu stary sambil memberikan berkas2 kepada stary
"ada lagi yg harus saya kerjakan bu?" tanya stary
"sudah itu saja, oohh iya tolong panggilkan putra" kata ibu stary sambil memperhatikan laptop nya
Riyani pun mengangguk dan bergegas keluar ruangan
"ka di panggil ibu tuhh di ruangan nya" ucap Riyani memberitahu Putra, sambil berjalan menuju pantry
Setelah membuatkan kopi untuk ibu stary, riyani langsung berangkat ke kantor 'Mandiri sentosa'
Sesampai nya di Sana dia langsung bertemu sekretaris pak Hans
Tanpa waktu lama urusan Riyani beres dengan pak Hans
Begitu keluar dari kantor pak hans Riyani langsung menuju parkiran motor, terlihat dari samping gedung ternyata di luar sedang hujan
__ADS_1
"hemmm terpaksa harus berteduh" batinnya
Riyani pun menunggu hujan reda kebetulan ada kursi tak jauh dari motor nya
Untuk menghilang kan jenuh Riyani membuka buka handphone nya
Riyani melihat chat2 dengan teman2 nya dia scroll kebawah
Ada sebuah pesan yg belum terbalas dari reynald
" ternyata Pesan dari reynald belum aq balas" gumam Riyani dalam hati
Riyani : hayyy maaf baru balas,,,
Riyani pun mengetik pesan buat Reynald karna merasa tdk enak sudah mengabaikan pesan dari Reynald, dia tdk ingin dianggap sombong
Reynald : akhirnya dibalas juga aku pikir gak
bakal di balas
Riyani : silahkan
Tak lama kemudian handphone Riyani berdering
" ya halo" Jawab Riyani
"hayyy lagi dimana ini, aku gak ganggu kerja mu kan" tanya Reynald dari seberang telp
" ohhh gak koq, lagi berteduh ini, tadi lagi ada urusan di luar mau pulang hujan," jawab Riyani sambil melihat hujan yang belum reda
"sorry ya baru balas pesan mu"
Kata Riyani merasa tdk enak
" iya gak papa,tapiii... gimana kalau malam minggu ini, kamu temenin aku buat makan malam, aku kepingin makan iga bakar tapi belum dapat tempat yg recommend di sini" jawab Reynald dari seberang telepon mengajak Riyani
__ADS_1
"hemmm baiklah kalau gitu, nanti aku kabarin lagi ya, aku harus balik kantor hujan sudah reda" jawab Riyani, sambil mikir, tak apalah cuma makan malam ini
"oke aku tunggu kabar nya, Hati2 ya dijalan" balas Reynald
"iya" jawab Riyani sambil mematikan handphone nya dan senyum2 sendiri sudah lama banget dia gak di perhatikan seperti itu
Sesampai nya di kantor tiba2 terdengar suara bu stary sedang memarahi seseorang
"ibu gak suka di bohongi, kalau saja ibu gak mikirin kamu itu tulang punggung keluarga, sudah ibu pecat kamuuuuu!!! Teriak bu stary
Riyani yg baru datang kaget dengan kegaduhan di kantor ternyata bu stary sedang memarahi kurir yg biasa mengantar surat2 atau apa saja untuk keperluan kantor
Riyani pun bergegas langsug masuk keruangan bu stary
Sebelum masuk Riyani mengetok pintu ruangan bu stary
"maaf ibu permisi, ada yang bisa saya bantu" tanya stary dengan nada yang sangat Hati-hati
"syukurlah kamu sudah datang Riyani" ucap bu stary yang agak lega setelah melihat Riyani emosi nya pun mulai reda
" bawa dia keluar sekalian nasehatin ibu bisa kehilangan kesabaran kalau harus berurusan sama dia" sambil menunjuk seorang kurir yg berdiri tertunduk menyesal
"ya ampun elok" ucap Riyani agak sedikit bingung ntah apalagi yang di lakukan kurir nya ini sehingga membuat kehebohan dalam kantor, dia pun langsung mengajak elok keluar
"ada masalah apa lagi tadi di dalam, coba jelaskan sama aku" tanya Riyani sambil duduk di tempat nya
"maaf mba saya yang salah, saya disuruh ibu untuk mencuci mobil nya, setelah mencuci mobil saya antar pacar saya mba ke mall, saya pingin sekali ngajak pacar saya naik mobil, saya heran kenapa ibu stary bisa mengetahui nya"
Kata elok menjelaskan permasalahan nya terlihat sekali wajah nya sangat menyesal
"jelas saja ibu tau, mobil nya kan di pasangin GPS jadi kemana pun kamu bawa dia pasti tau elok,,, ya ampun. Hemmm kenapa bisa jadi begini sehhh." ucap Riyani sambil menghela nafas panjang
"ya sudah, tolong jangan di ulang lagi dan bekerja saja seperti biasa, kalau ada apa2 kamu bisa langsung ngobrol ke aku ya" pinta Riyani karna gk tega juga melihat wajah elok yang terlihat sangat menyesal
"baik mba terimakasih banyak saya gk akan mengulangi nya lagi
__ADS_1
Hari berganti sore jam pun sudah menunjukkan waktu pulang kerja