
Di kota kelahiran Reynald
Reynald sudah sampai di kota kelahirannya dan sekarang sudah berada di rumah orang tua nya.
Karna hari ini libur keluarga mereka berkumpul bersama - sama bersenda gurau. Terkecuali saudara laki-laki Reynald yaitu Reyza yang tidak hadir, karna sudah ada janji dengan teman-teman nya hanya istri Reyza teteh kintan dan anak perempuan nya yang bernama Tiara saja yang ikut berkumpul bersama usianya beda dua tahun dengan Dino. Dino berumur lima tahun sedangkan Tiara tiga tahun.
Karna sudah selesai makan siang dan anak-anak sudah pada mengantuk tinggal lah Reynald, Ayah Hadi dan Ibu Asih dan juga teteh Maya yang sudah menidur kan Dino di kamar yang pernah di tempatnya dulu sedang bersantai di ruang keluarga sedangkan teteh Kintan sedang menemani Tiara tidur dikamar bekas suaminya dulu saat masih bujang.
"gimana kerjaan mu nak?" tanya ibu yang duduk di sebalah ayah
"alhamdulilah semua lancar bu, Rey lagi ada tugas di kota ini mungkin sampai hari jumat" ucap Reynald sambil menikmati minuman dingin yang sudah di sediakan oleh Teteh Maya
" Rey kemari juga ingin menyampaikan sesuatu sama ibu bapak dan juga teteh.
Rey ingin segera menikah bu, pak. Rey sudah punya kekasih namanya Riyani, Rey minta restu kepada Bapak dan ibu" Reynald memandang wajah bapak dan ibu nya bergantian.
Tampak raut-raut wajah terkejut dengan ucapan Reynald.
"kamu baru saja memutuskan tunangan kamu, tapi tiba-tiba kamu sudah punya calon lagi, apa tidak terlalu teburu-buru nak, apalagi untuk menikah kamu masih muda, Jalan hidup mu masih panjang, kalau dengan Dewi ibu setuju karna kalian kan hanya tunangan, lahh ini kamu tiba-tiba mau menikah " jelas ibu Asih karna bingung dengan sikap teburu-buru anaknya.
" tapi Rey sayang banget sama Riyani bu, kami juga sudah dewasa " ucap Reynald meyakinkan orang tua nya
__ADS_1
Teteh Maya dan ayah nya hanya diam mendengar kan Ibu dan anak tersebut saling berbincang.
"Rey coba ceritakan kepada kami semua gimana wanitamu itu, karna kamu buat ibu kaget datang-datang mau nikah, dengan siapa kami semua di sini gak tahu, gimana calon mu itu, apa kerjanya gimana orang nya, siapa orang tuanya" tanya bu Asih.
Mendengar pertanyaan ibu Asih Rey hanya terdiam, dia baru sadar kalau selama ini Riyani tidak pernah terlalu banyak cerita tentang keluarga nya, dan diapun enggan mencari tahu lebih dalam, baginya cukup Riyani saja yang sangat dia sayangi.
"ada apa Rey, kenapa diam saja, coba jelaskan ke ibu gimana dia" tanya ibu Asih kembali
"dia anak yang baik bu, dia sayang banget sama Rey, dia juga lebih dewasa dari Rey, dia 7tahun lebih tua dari Rey bu, tapi umur tidak masalah buat Rey, yang jelas kami saling menyayangi, dia juga wanita penyabar dan lemah lembut dan juga wanita kuat.
Dia hidup sendiri di kota tempat Reynald bekerja. Dia wanita mandiri bu"
Jelas Reynald panjang lebar ke ibu nya
Tapi itu semua tidak di ketahui Reynald dan keluarga Reynald tidak ada yang memberi tahu kepada Reynald, karna tidak ingin mengganggu kerjaan Reynald.
"hemmmm fikirkan lah dulu masa depan mu nak, jangan mikir nikah dulu usia mu masih muda, biarkan lahh kekasih mu itu mencari pria yang seusia dengan nya." ucap bu Asih sebagai tanda tak menyetujui hubungan anaknya karna masalah usia.
"tapi bu....." Reynald
"sudah ibu mau istirahat.... Ibu terlalu lelah, usia tua ini membuat ibu cepat lelah" ujar ibu Asih sambil berlalu meninggal kan anak nya menuju ke kamar tidur
__ADS_1
Sementara Ayah Hadi hanya menyaksikan kepergian istri nya
"sebaiknya kamu dengarkan apa kata ibu mu" ucap aya Hadi sambil mengikuti istrinya ke kamar tidur mereka
Reynald hanya terdiam tanpa bisa berkata kata, selama ini memang dia anak yang penurut tidak pernah membantah kata-kata orang tuanya apalagi Ibunya, wanita yang Sudah melahirkan dan membesarkan nya.
Selama ini ibunya juga tidak pernah banyak melarang atau menentang kemauan nya, baru kali ini.
Bahkan dengan Dewi pun ibunya sangat setuju, bahkan masih membiarkan pertunangan itu terus berlanjut, meski sudah mulai terlihat sifat yang tidak baik dari tunangan anak nya. Mungkin ibu berfikir sifat dewi lambat laun bisa berubah.
"kamu yang sabar ya de, bener kata ibu untuk menikah lebih baik jangan terlalu teburu-buru, teteh jadi penasaran seperti apa wanita itu, sehingga membuat adik teteh ini buru-buru mau nikah" ucap teteh Maya
"nanti jika ada kesempatan Rey bakal kenalkan dia koq teh" ucap Rey singkat tampak raut kecewa di wajah nya.
Setelah mengungkap kan keinginannya kepada ayah dan juga ibu nya Rey kembali ke kamar nya.
Dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memandang langit-langit kamar.
Tak berapa lama dia beranjak dari tempat tidur dan mengambil handphone nya yang masih berada di dalam tas, dia mencoba menghubungi Riyani. Sampai tiga kali panggilan Riyani tak kunjung mengangkat handphone nya. Terlihat wajah nya sangat gusar, hari ini dia sangat merindukan Riyani dia ingin sekali mendengarkan suara Riyani.
"kemana kamu sayang, aku benar-benar membutuhkan mu saat ini, tak tahukah kamu aku sedang berjuang disini agar kita bisa bersama" gumam Reynald sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
Karna tak kunjung mendapat kan panggilan balik maupun pesan dari Riyani, Reynald akhir nya tertidur sambil menggenggam handphone nya.