
"Kita bisa membicarakan tentang kita, hubungan kita,dan status diantara kita untuk di masa depan nanti." ucap Vincent dengan sungguh sungguh
"Hubungan apa yang kau maksud itu Vincent? sepertinya itu tidak akan pernah mungkin untuk bisa terjadi,dan aku tidak menginginkan hubungan ini untuk kembali terjalin." ucap sylvia yang mulai bersikap waspada terhadap Vincent
"Aku membutuhkanmu sylvia,aku benar benar merasa sangat menyesal untuk lima tahun terakhir, tolong beri aku sebuah kesempatan untuk menunjukkan kepadamu bahwa kali ini aku benar benar serius denganmu." ucap Vincent sembari mengusap pergelangan tangan sylvia, menarik sylvia dengan lembut agar mau duduk di sebelahnya.
Dan itu terjadi lagi,sylvia pun duduk di sebelahnya,merasa terbuai dengan diri Vincent,lupa akan kebenciannya terhadap laki laki itu, Vincent selalu bisa membuatnya patuh bagaikan seekor anak anjing yang patuh akan perintah majikannya.
"Tolong beri aku satu kesempatan sylvia,aku janji akan memperbaiki semuanya." ucap Vincent sembari menjulurkan tangannya untuk menyusup diantara leher dan juga pipi sylvia.
Sentuhan maut dan sederhana itu tentu saja langsung membuat tubuh sylvia merasa merinding.Bagaimana bisa dirinya membiarkan laki laki itu memainkannya seperti ini?Semua ini terlalu berbahaya untuk dilakukan.
Melihat sylvia terdiam, Vincent kembali melakukan keinginannya, tatapan matanya kepada sylvia terlihat penuh oleh keinginan dan hasrat.
__ADS_1
"Vincent..."
"Sebut namaku sylvia,sebut namaku!aku sudah lama menginginkanmu,aku sudah lama ingin mendekapmu ke dalam tubuhku." ucap Vincent dengan nada suaranya yang menggoda
"Jangan lakukan hal ini Vincent, tolong jangan lakukan hal ini." ucap sylvia merasa khawatir dengan situasi yang terjadi di antara mereka.
Bagaimana mungkin sylvia bisa menghentikan apa yang ingin Vincent lakukan padanya jika ia sendiri juga diliputi rasa kebutuhan dan hasratnya sendiri.
Pelan pelan tangan Vincent mulai mendekatkan wajah sylvia untuk mendekat ke wajahnya, mendekati bibirnya dan mulai menciumnya.
Mata Sylvia terpejam rapat mengingat kembali saat saat Vincent mencium bibirnya dan Sekarang kejadian itu kembali berulang.
Vincent mencium bibirnya dengan penuh kelembutan pada awalnya,membuka bibir sylvia dengan bibirnya dan mulai menciumnya dengan posesif.
__ADS_1
Setiap bagian dari diri Vincent ingin merasakan diri sylvia dengan seutuhnya,Sylvia berlari ke dalam kamarnya yang langsung dikejar oleh Vincent ketika ia ingin menghindari hasrat dan kebutuhan laki laki itu.
Kepanikan yang dirasakan oleh sylvia tanpa sadar telah membuatnya jatuh terlentang di lantai ketika ia tanpa sengaja tersandung oleh sandalnya sendiri,membuat Vincent seketika langsung menahan tubuhnya dan ikut berbaring di lantai bersamanya.
"Tolong jangan mendekat Vincent,jauhi aku." ucap sylvia setengah memohon
"Bagaimana aku bisa menjauhimu jika matamu sendiri menginginkan aku Sylvia?coba tanyakan kepada dirimu sendiri apa yang sebenarnya hatimu inginkan." ucap Vincent yang kembali menghujani tubuh sylvia dengan ciumannya yang menuntut.
Sylvia menengadahkan kepalanya ke atas ketika Vincent menghujani bibir,leher dan lekukan kedua gundukan dadanya yang terlihat dari balik pakaiannya dengan ciuman.
Dirinya benar benar tidak bisa lari dari kenikmatan yang laki laki itu berikan padanya.Sylvia mengerang dengan pelan ketika Vincent mulai tidak bisa mengendalikan hasrat yang terpendam di dalam dirinya.
Sentuhan yang dilakukan oleh Vincent tanpa sadar membuat sylvia terbuai dan mengikuti setiap permainan cinta yang laki laki itu lakukan.
__ADS_1