
"Tak terlalu buruk, anakku benar benar pandai dalam memilih pasangan hidupnya." ucap nyonya Anderson, menerima jabat tangan sylvia dan memujinya dengan formal.
"Terima kasih atas penilaian ibu kepada sylvia,mari silahkan masuk ibu,kita bicarakan semuanya di dalam." ajak sylvia kepada nyonya Anderson yang langsung diikuti oleh rombongan yang lain.
Setelah masuk dan duduk di ruang tamu dengan ditemani semua orang termasuk Vincent, nyonya Anderson pun mengutarakan apa maksud tujuan utamanya datang ke Indonesia.
"Apa yang kau lakukan bersama putraku yang terjadi di belakangku dan tanpa sepengetahuan ku itu benar benar sangat mengejutkanku,sylvia.Aku tidak menyangka kalian berdua menyembunyikan hal sebesar ini dariku." ucap nyonya Anderson yang terdengar mengejek dan ketegasan dari suaranya.
__ADS_1
"Maaf ibu, sylvia tidak bermaksud untuk menyembunyikan hal sebesar ini dari ibu.Sylvia memiliki alasan tersendiri karena tidak bisa memberitahukan hal ini kepada Vincent dan juga ibu."ucap sylvia yang terdengar berani dan tidak takut dengan keangkuhan ibu Vincent.
"Jangan salahkan sylvia atas semuanya ibu,ini bukan hanya salah sylvia saja,tapi juga menjadi salah Vincent.Vincent harap ibu mengerti dan tidak membahas hal ini lebih lanjut." ucap Vincent yang tidak terima dengan perilaku menyudutkan yang dilakukan oleh ibunya kepada sylvia.
Mendengar peringatan tegas dan tersembunyi yang diberikan oleh putranya kepadanya, membuat ibu Vincent pun akhirnya menyudahi tujuannya untuk mempermalukan sylvia di depan semua orang.Nyonya Anderson tidak ingin putranya pergi meninggalkannya karena perlakuan tidak menyenangkan yang ia lakukan kepada calon istrinya.
"Baiklah ibu mengerti.Maafkan perkataan yang ibu katakan barusan sylvia,ibu tidak bermaksud menyinggung perasaan siapapun." ucap nyonya Anderson berpura pura ramah meskipun ia sendiri merasa tidak puas dengan wanita pilihan putranya.
__ADS_1
"Terima kasih,kau memang wanita yang baik.Kemarilah,dan terimalah beberapa mahar dan hadiah untuk pernikahan mu dan juga Vincent" ucap nyonya Anderson yang memanggil sylvia untuk datang menghampirinya.
Mendengar perintah calon ibu mertuanya, sylvia pun segera menghampiri ibu Vincent untuk menerima secara langsung mahar dan hadiah pernikahan yang dibawa langsung oleh sepuluh asisten pribadinya.
"Ibu tidak tahu apa yang kau sukai dan yang kau inginkan sebagai mahar pernikahanmu dengan Vincent, jadi ibu harap kau suka dengan semua hadiah dan mahar pernikahan yang telah ibu pilihkan sendiri untukmu sylvia." ucap nyonya Anderson
"Sylvia sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini ibu, semua hadiah dan juga mahar yang telah ibu pilihkan untukku sudah lebih dari cukup." ucap sylvia yang merasa tegang dan gugup saat menerima hadiah dan mahar pernikahan yang berupa beberapa set perhiasan berlian dan safir,gaun dari desainer terkenal,tas dan sepatu branded hingga beberapa properti dan aset kepemilikan atas nama Sylvia dan Vincent.
__ADS_1
Setelah menerima berbagai hadiah dan mahar yang tak terhitung berapa banyaknya itu, sylvia pun akhirnya bisa bernafas lega setelah mengetahui bahwa hadiah yang ingin diberikan kepadanya telah selesai diberikan dan ia pun segera kembali ke tempat duduknya untuk mengobrol santai bersama ibu Vincent dan juga yang lainnya.
Vincent mengusap bahu Charlotte dengan lembut dan dengan hati hati ia mencoba memperkenalkan Charlotte kepada ibunya.