Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 24


__ADS_3

"Ada apa nak Vincent? apakah ada sesuatu yang ingin kau beritahukan kepada kami semua?" tanya ayah sylvia.


"Ayah, sebenarnya hari ini Vincent ingin mengajak sylvia keluar sebentar untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.Jika ayah berkenan, bolehkah ayah memberikan ijin kepada Vincent untuk mengajak sylvia pergi keluar sebentar?" tanya Vincent sembari berharap agar ayah sylvia mau memberinya ijin untuk mengajak putrinya pergi keluar.


Mendengar pertanyaan Vincent, membuat ayah sylvia mengingat kembali keinginan putrinya yang ingin memberikan satu kesempatan untuk laki laki yang berada di hadapannya untuk menebus semua kesalahannya.


Mengingat hal itu, ayah sylvia pun akhirnya setuju untuk memberikan Vincent ijin mengajak putrinya pergi keluar.


"Baiklah,kau bisa mengajak sylvia keluar,biar ayah yang menjaga Charlotte disini." ucap ayah sylvia yang langsung membuat Vincent menjadi senang bukan kepalang.


"Terima kasih ayah, Vincent janji kami berdua tidak akan pergi keluar lama lama." ucap Vincent dengan bersemangat

__ADS_1


"Tidak perlu,kau bisa pergi dan berbicara dengan bebas bersama sylvia di luar,ayah percaya kepadamu nak Vincent." ucap ayah sylvia


Benarkah apa yang ia dengarkan ini?ayah sylvia mengijinkan dirinya mengajak keluar putrinya dengan bebas tanpa dibatasi oleh waktu, apakah itu berarti ayah sylvia telah memaafkan semua kesalahannya pada putrinya?dan yang lebih penting lagi apakah kali ini ayah sylvia telah memberinya restu?


"Terima kasih banyak ayah." ucap Vincent


"Sama sama."


Di sepanjang perjalanan, sylvia dan Vincent tidak saling mengobrol.Mereka berdua lebih memilih diam sembari menikmati perjalanan mereka di tengah tengah gemerlap kota jakarta.


Beberapa saat setelah mengemudikan mobilnya dengan cukup lama, Vincent pun akhirnya menghentikan mobilnya ketika ia telah memasuki kawasan gereja katedral Jakarta.

__ADS_1


Sylvia yang mengetahui tempat yang ingin dikunjungi oleh Vincent bersamanya, berusaha bertanya kepada pria itu tentang alasan ia mengajaknya ke gereja.


Namun bukannya jawaban yang sylvia terima dari Vincent,laki laki itu justru menanggapi pertanyaannya dengan sebuah senyuman singkat yang sangat membuat rasa penasaran sylvia semakin bertambah.


Dengan memberanikan diri untuk menggandeng tangan sylvia, Vincent pun mengajak sylvia masuk ke dalam gereja katedral Jakarta yang sebelumnya telah di dekorasi dan dipersiapkan terlebih dahulu oleh Vincent.


Kagum dan juga mendebarkan, itulah perasaan yang saat ini sylvia rasakan ketika ia melihat dalam ruangan gereja yang penuh dengan dekorasi bunga mawar putih favoritnya hingga barisan orang orang yang berjajar rapi bagaikan pagar sembari membawa lilin yang menyala di tangan mereka.


Dan ketika dirinya berdiri tepat di depan altar gereja alangkah terkejut dan bahagianya diri sylvia ketika melihat Vincent saat ini yang tengah berlutut di hadapannya dengan disaksikan oleh semua orang yang hadir.


"Vincent, apa semua ini?" tanya sylvia

__ADS_1


"Sylvia, hari ini dengan sengaja dan kerendahan hati aku bersimpuh di hadapanmu untuk meminta maaf kepadamu atas rasa sakit yang telah aku lakukan kepadamu lima tahun lalu.Percayalah, selama lima tahun terakhir meskipun aku berusaha untuk melupakanmu ataupun menghapus perasaan yang aku miliki untukmu,aku benar benar tidak bisa melupakanmu maupun menghapus rasa cintaku padamu.Kau adalah satu satunya wanita yang aku cintai untuk pertama dan terakhir kalinya.Hari ini dengan disaksikan oleh semua orang yang ada disini,aku meminta kesediaanmu sylvia.Maukah kau menerimaku kembali di dalam hidupmu dan juga hidup anak kita?maukah kau memberikan kepercayaanmu kepadaku dan rasa cintaku?Aku Vincent Anderson,dengan ini bertanya kepadamu di hadapan semua orang yang hadir, apakah kau bersedia untuk menikah denganku?" lamar Vincent sembari mengulurkan tangan kanannya di hadapan sylvia yang langsung membuat tangis sylvia pecah.


__ADS_2