Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 26


__ADS_3

Keesokan harinya di saat ayah sylvia dan juga Vincent keluar untuk mempersiapkan pernikahan, sylvia memanfaatkan waktu berdua nya dengan Charlotte untuk memberitahu mengenai kebenaran identitas Vincent kepada putrinya.


"Charlotte sayang tolong kemari sebentar nak!" panggil sylvia kepada putrinya yang saat terlihat asyik dengan mainan pemberian Vincent, membuat gadis kecil itu segera melupakan kesenangannya untuk menghampiri ibunya.


"Iya ibu?" tanya Charlotte ketika ia sudah berdiri di hadapan ibunya


"Sayang,ada sesuatu yang sangat penting yang ingin ibu beritahukan padamu.Ini mengenai ayah tampan (panggilan Charlotte kepada Vincent)." ucap sylvia yang merasa mulai berdebar debar saat ingin memberitahu kebenarannya kepada Charlotte


"Ada apa dengan ayah tampan,ibu?" tanya Charlotte


"Sayang ibu harap kamu mampu mengerti dengan apa yang ibu katakan ini kepadamu, sebenarnya ayah tampan adalah ayah kandungmu nak.Maafkan ibu karena tidak pernah menceritakan hal ini kepadamu,tapi ibu punya alasan tersendiri untuk tidak menceritakan kepadamu." ucap sylvia dengan cemas sembari menunggu reaksi yang ditunjukkan oleh putrinya.


"Apakah ibu bicara jujur? jadi selama ini ayah tampan adalah ayahku?" ucap Charlotte tak percaya dengan apa yang di dengarnya

__ADS_1


"Iya sayang,ibu bicara jujur kepadamu.Ayah tampan adalah ayah Charlotte yang sebenarnya." ucap sylvia


"Itu keren!" ucap Charlotte yang diliputi oleh kegembiraan


"Apakah Charlotte tidak merasa marah kepada ibu karena sudah menyembunyikan siapa ayah Charlotte yang sebenarnya?" tanya sylvia


"Tidak! Charlotte justru merasa sangat senang sekali, karena ayah tampan adalah ayah Charlotte." jawab Charlotte yang membuat sylvia merasa terkesima dengan kedewasaan putrinya.


"Kabar apa itu ibu?" tanya Charlotte yang tampak menanti Jawaban ibunya dengan antusias


"Beberapa hari lagi ibu dan ayah akan menikah, Charlotte mau kan melihat ayah dan ibu menikah untuk bersama sama merawat dan tinggal bersama Charlotte disini?" tanya sylvia


"Charlotte mau!!!" jawab Charlotte dengan semangat

__ADS_1


Sylvia merasa sangat lega ketika ia sudah menyampaikan apa yang perlu putrinya ketahui,dan ia juga merasa sangat bersemangat untuk menunggu waktu pernikahannya dengan Vincent tiba.


Dua hari sebelum acara pernikahannya tiba,rumah sylvia tiba tiba di datangi oleh sepuluh orang asing yang masing masing mengendarai mobil BMW mewah dan berpakaian formal.


Dari sekian banyak orang yang datang ke rumahnya, perhatian sylvia tertarik pada sebuah mobil Ferrari merah yang mencolok dan terlihat lain dari mobil mobil yang datang ke rumahnya.


Tidak hanya mobil, bahkan penumpang yang menaiki mobil tersebut terlihat tak biasa.Dengan mengenakan pakaian formal yang ditutupi oleh mantel putih berbulu,perhiasan mewah yang dikenakan di tubuhnya,serta mulus dan cantiknya penampilan seorang wanita setengah tua yang sama sekali tidak sylvia kenal dan tidak menonjolkan sisi penuaannya tersebut, membuat sylvia merasa tak asing dengan wanita yang dilihatnya itu.


Dan betapa terkejutnya diri sylvia ketika ia mengetahui bahwa wanita yang datang ke rumahnya tak lain adalah ibu Vincent,nyonya Anderson.


Mengetahui hal itu sylvia pun segera bersikap dengan sopan dan anggun untuk menyambut kedatangan calon ibu mertuanya.


"Selamat datang di rumahku,ibu.Sylvia merasa sangat beruntung bisa menyambut kedatangan ibu." ucap sylvia, menundukkan kepalanya sebentar sebelum akhirnya ia menjabat tangan calon ibu mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2