Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 43


__ADS_3

Melihat kesedihan yang tengah dirasakan oleh putri dan cucunya saat ini yang terlihat jelas dari balik pintu kaca ruang perawatan Vincent, membuat ayah sylvia dan Anson sama sama berdoa kepada tuhan agar Vincent bisa secepatnya pulih dari kondisinya saat ini.


"Ya tuhan tolong jangan biarkan anak dan cucuku bersedih dengan keadaan suami juga ayahnya.Tolong sembuhkanlah menantuku agar mereka bisa kembali hidup bersama dengan damai." ucap ayah sylvia yang berdoa di dalam hatinya


Malam harinya di saat Charlotte dan sylvia sama sama tertidur di sisi ranjang Vincent,tanpa mereka berdua sadari,pelan pelan Vincent mulai mendapatkan kesadarannya kembali.


Dengan gerakan kedua matanya yang pelan pelan terbuka, Vincent bisa melihat keadaan sekelilingnya dengan jelas,sehingga membuatnya menyadari kehadiran istri dan juga putrinya saat ini yang tengah tertidur pulas di sampingnya.


Melihat kehadiran dua orang yang sangat penting di dalam kehidupannya,membuat Vincent mengupayakan salah satu tangannya untuk mengusap dengan lembut puncak kepala sylvia.


"Sylvia..." panggil Vincent dengan suaranya yang sangat lemah

__ADS_1


Kedua mata sylvia seketika terbuka lebar saat ia mendengar sebuah panggilan yang keluar dari mulut suaminya.Dengan perasaan bersyukur sekaligus bahagia, sylvia pun segera mengarahkan pandangannya ke arah suaminya yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan matanya yang lemah.


"Vincent, syukurlah kau sudah sadar, Vincent." ucap sylvia terharu dan langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat dan membuat Vincent seketika menangis sedih.


"Aku sungguh merasa sangat senang ketika mengetahui bahwa kau ada disini, sylvia." ucap Vincent


"Tolong maafkan aku Vincent, tolong maafkan aku.Aku tidak tahu jika selama ini kau berjuang sendirian di belakangku.Maafkan aku karena sudah menginginkan perceraian darimu Vincent, maafkan aku karena telah kembali meragukan cintamu kepadaku." tangis sylvia saat di pelukan Vincent


"Tidak tidak, jangan meminta maaf kepadaku sylvia.Aku sama sekali tidak pernah tersinggung dengan semua ucapan dan perbuatan mu kepadaku." ucap Vincent yang membalas pelukan hangat istrinya dengan memeluk tubuh nya kembali


"Ssssstttt, tidak.Jangan menyalahkan dirimu sendiri sylvia,aku merasa sangat lega karena kini semuanya akan baik-baik saja sekarang.Aku sudah mengupayakan kehidupan normal yang kau inginkan istriku, sekarang tidak akan lagi seseorang yang akan mengusik ketenangan kehidupan kita.Kita akan mulai kehidupan kita bertiga dari awal lagi, bersama aku,kau dan juga Charlotte." pinta Vincent

__ADS_1


"Bukan bertiga sayang,tapi untuk berempat.Vincent,perlu kau ketahui sebenarnya saat ini aku tengah hamil.Aku kembali hamil benih cinta kita berdua." ungkap sylvia sembari menggenggam erat tangan suaminya


"Apa?Kau hamil?" tanya Vincent yang merasa sangat terkejut dengan berita bahagia tersebut


"Iya sayang, aku hamil.Sekarang kau akan menjadi ayah dari kedua anak anakku." ucap sylvia


"Terima kasih karena sudah memberitahu kabar gembira ini kepadaku sylvia,aku benar benar merasa sangat bahagia dengan kabar kehamilan mu." ucap Vincent sembari mengecup pergelangan tangan sylvia dengan lembut.


Beberapa minggu setelah dirawat di rumah sakit sampai kesehatannya pulih kembali, Vincent pun diijinkan untuk pulang ke rumah.


Setelah keputusannya yang ingin keluar dari status dan juga keluarga yang telah membesarkan dirinya,kini Vincent hidup bersama dengan sylvia dan juga putrinya dengan membeli sebuah rumah mewah megah berbekal uang hasil kerja kerasnya sendiri.

__ADS_1


Di rumah yang ia beli seharga dua setengah milyar rupiah tersebut, Vincent menikmati kehidupannya bersama dengan keluarga kecilnya,ayah sylvia dan juga Anson dengan damai tanpa terbebani dengan kekuasaan ibunya.Dan kini kebahagiaan Vincent semakin bertambah ketika ia mulai menanti kehadiran anak kedua mereka yang saat ini masih dikandung oleh sylvia dan akan menjadi pelengkap dari keluarga kecilnya.


TAMAT.....


__ADS_2