Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 32


__ADS_3

"Apa yang baru saja kau lakukan sylvia?" tanya Vincent


"Aku baru selesai mandi untuk menyegarkan tubuhku." ucap sylvia


"Itu bagus,sekarang kita bisa melakukan apa yang harus kita lakukan tadi." ucap Vincent yang langsung menarik sylvia dan menggendongnya dengan terburu-buru menuju ke ranjang mereka.


"Lihat dirimu Vincent,kau terlihat sangat tidak sabar." ucap sylvia yang tidak berdaya di bawah tindihan tubuh Vincent yang besar


"Ketidaksabaran ku ini terjadi semuanya karena dirimu istriku,kau membuatku tersihir akan pesona yang kau miliki." ucap Vincent dengan tatapan matanya yang begitu dalam saat menatap wajah sylvia.


"Kalau begitu lakukanlah Vincent,buat diriku puas pada malam ini." ucap sylvia yang merasa terpana akan diri Vincent

__ADS_1


"Dengan segera kau akan merasakannya istriku" ucap Vincent yang langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan meletakkannya dengan begitu saja di lantai untuk cepat kembali menghampiri istrinya yang sudah berbaring di atas ranjang.


Dengan tatapan mata yang penuh hasrat, Vincent pun pelan pelan membuka kain handuk yang melilit tubuh istrinya dan dengan segera membuang kain handuk itu ke lantai.


Kini di bawah cahaya lampu kamar hotelnya yang terang, mereka berdua sama sama bisa melihat diri mereka dengan polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka berdua.


Sylvia mengalihkan pandangannya dari Vincent ketika ia merasa tidak mampu menahan tatapan mata Vincent yang memandangi seluruh tubuhnya yang tak berpakaian dengan tatapan yang penuh mendamba dan hasrat.


"Lihat aku sylvia! janganlah engkau merasa malu dihadapanku dengan menghindari tatapan mataku,aku ingin kita berdua bersama sama menikmati malam ini dengan sukacita." ucap Vincent sesaat dan berhasil membuat sylvia tidak merasa malu yang akhirnya membuat Vincent segera melakukan malam pertama pernikahannya dengan sylvia.


Vincent mencondongkan tubuhnya ke atas tubuh sylvia,menopangkan kedua tangannya di kedua sisi tubuh sylvia dan pelan pelan mendekatkan bibirnya untuk memberikan ciuman dan tanda kepemilikannya di bibir,mata,dan leher istrinya secara bergantian.

__ADS_1


Sylvia sama sekali tidak berdaya di dalam pengaruh permainan cinta Vincent, seluruh darah di dalam tubuhnya berdesir, tubuhnya meremang ketika ia merasakan ciuman yang diberikan oleh suaminya kepadanya sehingga membuat malam itu menjadi malam yang sangat memabukkan dan intim bagi sylvia.Bahkan jauh lebih kuat daripada malam bercinta yang pernah mereka lakukan sebelumnya.


Sebuah ******* dan rintihan pelan pelan keluar dari bibir sylvia ketika dirinya merasakan permainan cinta Vincent beralih kepada kedua gundukan dadanya dan membuat detak jantungnya berdetak dengan kencang.


"Aaaahhh Vincent... Vincent.." desah sylvia sembari menyebut nama suaminya dan meremas rambut kepala Vincent.


"Terus sebut namaku sylvia,panggil aku sekali lagi." ucap Vincent di sela sela menikmati memberikan sentuhan di kedua gundukan dada istrinya


"Viiinceenttt....ummmphh" desah sylvia yang kali ini jauh terdengar lebih keras dari sebelumnya ketika ia merasa tidak tahan dengan semua kenikmatan itu


Permainan cinta suaminya masih belum berakhir,kini sylvia harus menghadapi permainan cinta suaminya yang lain ketika laki laki itu mulai memainkan, meremas,dan menghisap kedua gundukan dadanya secara bergantian,menuntut, nakal.

__ADS_1


"Vincent..." sebut sylvia yang kedua tangannya meremas sarung bantalnya dengan erat, ketika menyadari kenakalan sentuhan yang diberikan oleh suaminya.


__ADS_2