
Tangan sylvia mulai membelai kepala Vincent dan menarik kepala pria itu untuk semakin dekat dengan dirinya.
Dengan santainya Sylvia membiarkan diri Vincent melakukan apapun yang ia inginkan kepada dirinya,menciumnya, membelainya,dan entah bagaimana semua kancing kemeja sylvia sudah terbuka dan menampakkan pemandangan luar biasa di mata Vincent.
Vincent merasa sangat terpana dengan bentuk kedua gundukan dada sylvia yang dua kali lebih berisi dan penuh setelah ia melahirkan Charlotte.
Seksi,mungkin kata itulah yang tepat untuk menggambarkan sylvia saat ini.Pelan pelan Vincent pun mulai menurunkan kain penutup kedua gundukan dada sylvia hingga ke perut dan mulai merasakan bagian yang sedari tadi menggodanya itu dengan bibirnya.
Bibir Vincent terasa sangat liar dan nakal ketika ia merasakan bagian kenyal Sylvia dengan mencium, menggigit dan menghisapnya yang seketika langsung membuat sylvia merasa sangat tidak berdaya dengan hasrat Vincent.
Lima menit, sepuluh menit terus berlalu, Vincent masih asyik menikmati bagian kenyal diri Sylvia hingga sebuah panggilan dari putrinya membuat mereka berdua terkejut dan buru buru menghentikan permainan cinta mereka.
"Charlotte?" ucap Vincent dan juga sylvia yang sama sama terkejut dengan kehadiran tak terduga putrinya yang sudah muncul di ambang pintu kamarnya dan melihat apa yang sedang mereka lakukan.
__ADS_1
"Ibu?ayah?apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Charlotte dengan polosnya
Menyadari kehadiran putrinya, sylvia lekas mengancingkan kembali kancing pakaiannya begitu juga Vincent yang cepat cepat membenarkan kembali posisi pakaiannya dan berdiri menghampiri Charlotte.
"Charlotte bagaimana dengan tidurmu sayang? apakah kau tidur dengan nyenyak?" tanya Vincent dan bersikap seolah olah tidak terjadi apa-apa
"Tidurku sangat nyenyak ayah, Charlotte merasa sangat senang sekali hari ini." ucap Charlotte bahagia
"Ayah? apakah besok ayah akan mengajak Charlotte kembali berjalan jalan besok?" tanya Charlotte
"Maafkan ayah sayang,tapi besok ayah harus kembali ke rumah untuk menyelesaikan sesuatu disana.Tapi ayah janji akan datang lusa untuk bisa mengajak Charlotte berjalan jalan, Charlotte mau kan?" tanya Vincent
"Hmm Charlotte mau!" ucap Charlotte
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu,ayah pamit pulang dulu ya, tolong jagalah ibumu baik baik disini untuk ayah ya sayang." ucap Vincent
"Tentu ayah,mari Charlotte antar ayah ke depan." ajak Charlotte bersemangat dan langsung meninggalkan kamar sylvia dan sylvia sendiri di dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya, sylvia merasa sangat kacau.ia pun segera memanggil putrinya untuk kembali beristirahat sementara ia ingin pergi ke kamar mandi untuk berendam.
Setelah kejadian memalukannya yang terjadi dengan Vincent,membuat diri sylvia merasa sangat kepanasan sehingga ia pun merendamkan sebagian tubuhnya ke dalam bathtub air dingin yang wangi dengan busa sabun.
Di sela sela waktu berendam nya, sylvia menyadari bahwa bibirnya membengkak, lehernya penuh dengan tanda gigitan Vincent dan yang paling membuat sylvia merasa syok adalah ketika ia melihat bagaimana kedua gundukan dadanya yang sedikit memar akibat sentuhan nakal yang dilakukan oleh Vincent.
"Apa yang harus aku lakukan padamu Vincent?kau membuat hidupku semakin rumit." ucap sylvia pada dirinya sendiri.
Malam harinya di saat sylvia terbangun dari tidurnya karena haus,ia mendapatkan sebuah pesan singkat dari Vincent.
__ADS_1