Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 29


__ADS_3

"Hadirin sekalian,saat ini telah berdiri di hadapan saya sepasang kekasih yang akan segera mengikat hubungan mereka ke dalam hubungan seumur hidup,ke dalam hubungan bahtera rumah tangga, marilah kita bersama sama memberikan berkat dan restu kita kepada kedua pasangan mempelai agar upacara pernikahan ini berjalan dengan lancar." ucap pendeta kepada para tamu undangan sebelum memulai proses ikrar janji pernikahan.


"Tuan Vincent Anderson,hari ini di hadapan tuhan serta tamu undangan yang hadir pada malam hari ini, apakah engkau menerima nona Sylvia Rosewatt untuk menjadi istri dan juga pasangan hidupmu? apakah engkau berjanji akan selalu mendampinginya baik suka maupun duka?" tanya pendeta kepada Vincent


"Saya Vincent Anderson, bersedia menerima nona Sylvia Rosewatt untuk menjadi istri dan juga pasangan hidup saya.Saya berjanji akan selalu mendampinginya baik suka maupun duka." ucap Vincent dengan lantang sembari menggenggam tangan sylvia erat erat


"Nona Sylvia Rosewatt, apakah engkau bersedia menerima tuan Vincent Anderson sebagai suami dan juga pasangan hidup anda? apakah engkau berjanji akan selalu menemaninya dalam suka maupun duka?" Tanya pendeta yang kini ditujukan kepada sylvia


"Saya Sylvia Rosewatt bersedia menerima tuan Vincent Anderson untuk menjadi suami dan juga pasangan hidup saya.Saya berjanji akan selalu menemani suami saya baik suka maupun duka,sehat maupun sakit." ucap sylvia yang kedua matanya tampak berkaca kaca, meresapi setiap janji pernikahan yang ia ucapkan.

__ADS_1


"Mulai hari ini aku nyatakan kalian berdua sebagai pasangan suami dan istri baik di mata hukum dan juga negara.Dipersilahkan bagi kalian berdua untuk melakukan ciuman Kudus." ucap pendeta


"Dengan senang hati,pendeta." ucap Vincent yang langsung menarik sylvia untuk lebih dekat dengannya dan mencium bibirnya dengan lembut yang langsung mendapat tepuk tangan dari tamu undangan yang hadir.


Setelah prosesi upacara pernikahan telah dilakukan, Vincent dan sylvia kembali melayani tamu tamu mereka yang secara bergantian menghampiri mereka untuk memberikan ucapan selamat.


"Aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian berdua.Aku harap kalian akan terus bersama dan takkan terpisahkan lagi apapun yang terjadi." ucap Joe kepada sylvia dan juga Vincent


"Terima kasih sobat.Maafkan aku atas semua perilaku dan perkataan burukku kepadamu Joe,aku sungguh menyesal telah melakukan hal itu.Dan terima kasih karena kau sudah mau mendukung dan menemani sylvia ketika aku tidak berada di sisinya." ucap Vincent dengan tulus

__ADS_1


"Sama sama Vincent,aku harap kau tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi yang akan membuat sylvia kecewa padamu, jika itu sampai terjadi lagi akan ku pastikan bahwa kau akan menerima balasannya dariku." ucap Joe


"Tidak akan ada kesalahan lagi Joe,aku janji." ucap Vincent


Beberapa saat seusainya menyalami para tamunya, Vincent mengajak sylvia untuk menemui awak media dan membagikan momen bahagia mereka ke hadapan publik.


"Tuan muda Vincent kapan anda bertemu dengan istri anda? mengapa kami semua tidak mengetahui kedekatan hubungan kalian sebelumnya?" tanya salah satu wartawan


"Saya bertemu dengan istri saya di Swiss Jerman, sewaktu mengadakan perjalanan bisnis.Saya memang sengaja tidak memberitahu kepada publik karena kami ingin memberi kejutan kepada kalian semua." ucap Vincent sembari menatap wajah sylvia dengan penuh cinta

__ADS_1


__ADS_2