
"Nona sylvia katakan kepada kami apakah pernikahan ini sangat dinantikan oleh anda?" Tanya wartawan lagi
"Ya, pernikahan ini sangat kunantikan.Rasanya semua impianku telah menjadi lengkap setelah aku menikah dengan suamiku." ucap sylvia yang juga menatap wajah Vincent dengan penuh cinta
"Terima kasih karena sudah membagikan kebahagiaan kalian berdua kepada kami semua,semoga pernikahan kalian berdua tetap harmonis." ucap semua wartawan
"Terima kasih" ucap Vincent dan sylvia bersama sama
Malam pun semakin larut dan pesta pernikahan mereka pun akhirnya selesai, sylvia, ayahnya, Vincent, Charlotte dan juga nyonya Anderson pun bersama sama menuju ke hotel yang tak jauh dari gereja katedral Jakarta untuk melepas penat setelah berlama lama mengikuti rangkaian acara pernikahan.
__ADS_1
Dikarenakan malam ini adalah malam pertama pernikahan putrinya,ayah sylvia sengaja mengajak Charlotte untuk tidur bersamanya sembari membiarkan sylvia dan juga Vincent menikmati waktu kebersamaan mereka.
Sylvia dan Vincent pun akhirnya berdua di dalam kamar hotel.Dengan perasaan senang dan bahagia, Vincent pun segera menghampiri sylvia yang saat ini tengah duduk di atas ranjang hotel dengan sangat gugup.
"Ada apa istriku? mengapa kau tampak begitu gugup saat ini?" tanya Vincent
"Aku tidak tahu mengapa aku merasa gugup saat ini Vincent, rasanya sungguh aneh bagi kita berdua untuk kembali bercinta setelah sekian lama kita tidak lagi melakukannya." ucap sylvia yang tampak malu malu di hadapan Vincent
"Oh Vincent,aku juga menantikan saat saat kebersamaan kita dulu.Aku menyukai setiap caramu dalam menyentuh diriku,Kemarilah suamiku,peluk aku,rayu aku dan bercintalah denganku malam ini." ucap sylvia dengan setengah memohon kepada Vincent.
__ADS_1
"Dengan senang hati istriku, dengan senang hati." ucap Vincent yang dengan senang hati mengabulkan permohonan sylvia, dan memperlihatkan kilatan matanya yang terlihat nakal.
Entah apa yang baru saja sylvia katakan?kata kata yang singkat dan sederhana itu diam diam telah membangunkan singa yang sudah lama tertidur,dan kini sang singa tersebut telah siap untuk memakannya.
Vincent mengulurkan kedua tangannya untuk menyentuh wajah sylvia dan pelan pelan mendekatkan bibirnya ke bibir sylvia untuk memberinya ciuman.
Ciuman Vincent terasa sangat panas dan diliputi oleh rasa kebutuhan sehingga membuat mata sylvia terpejam, menikmati rasa sensasi ciuman bibir Vincent di bibirnya sembari mengikuti kemauan laki laki itu.
Ciuman yang semula lembut dan tenang kini perlahan lahan menjadi ciuman yang posesif dan menuntut.Vincent berusaha menikmati rasa bibir sylvia dengan bibirnya yang membuka bibir sylvia dan berusaha untuk **********.
__ADS_1
Ciuman Vincent yang menuntut,membuat tubuh sylvia kehilangan keseimbangannya sehingga hal itu membuat Vincent dan sylvia sama sama terjatuh dan berbaring di ranjang dengan masih berciuman.
Namun ketika Vincent ingin menikmati diri istrinya lebih lanjut, mereka berdua dikejutkan dengan bunyi ketukan pintu serta panggilan dari putrinya yang membuat sylvia dan Vincent buru buru menghentikan aktivitas bercinta mereka untuk menemui putrinya.