Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 28


__ADS_3

"Charlotte sayang, perkenalkan dia adalah ibuku sekaligus nenekmu." ucap Vincent


"Nenek?" tanya Charlotte tidak percaya dan mengarahkan pandangannya ke nyonya Anderson dengan seksama.


"Benar,dia adalah nenekmu Charlotte." ucap Vincent


"Dia tidak terlihat seperti nenek bagiku ayah, apakah ayah tidak lihat jika ibu ayah terlihat masih muda dan cantik?" ucap Charlotte yang langsung membuat nyonya Anderson menyukai Charlotte pada pertemuan pertama.


"Halo Charlotte,kau terlihat sangat pintar dan menggemaskan sayang.Nenek benar benar sangat menyukaimu, Charlotte mau bukan menerimaku sebagai nenek untuk Charlotte?" tanya nyonya Anderson sembari mendekat ke arah Charlotte


"Tentu nenek" jawab Charlotte

__ADS_1


Sylvia memperhatikan semuanya, sesuatu yang sedang terjadi saat ini, sesuatu yang sangat sulit ia mengerti.Entah mengapa hatinya merasa tidak tenang semenjak ibu Vincent datang kemari, sylvia hanya bisa berharap agar kedepannya nanti semuanya akan berjalan dengan baik baik saja.


Beberapa hari kemudian sylvia merasa waktu berlalu begitu cepat sehingga ia tidak sadar bahwa hari pernikahan telah tiba.


Matahari pelan pelan tenggelam di ufuk barat dan lekas di gantikan oleh langit malam yang indah pada hari pernikahan sylvia.


Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi sylvia,ia takkan membiarkan rasa gugup bercampur cemasnya menghalangi prosesi pernikahannya dengan Vincent.Hari ini ia ingin menikmati semua prosesi pernikahannya dengan lancar.


Gaun pernikahan berwarna putih yang terbuat dari kain satin terbaik yang juga di buat khusus oleh desainer terkenal.Kesan anggun dan elegan dari gaun pernikahan sylvia tampak jelas dari pola bunga peoni yang terjahit rapi menggunakan benang emas dan berlian Shimmer Swarovski.


Rambut sylvia yang diikat sanggul pada bagian belakang atas kepalanya, serta menggunakan kerudung pengantin sebagai hiasannya, membuat penampilan sylvia terlihat sangat cantik pada malam hari ini.

__ADS_1


Di dalam gereja katedral Jakarta sendiri,para tamu undangan yang hampir sebagian besar berasal dari London telah tiba dan sudah memadati ruangan gereja.


Bahkan pernikahan ini tidak dapat terhindarkan lagi dari sorotan media massa yang datang baik dari dalam negeri dan juga luar negeri yang terlihat sangat antusias untuk merekam kisah tentang pernikahan pewaris bisnis nomor satu di London dengan seorang model.


Tak berselang lama kemudian waktu upacara pernikahan pun dimulai.Dengan diiringi alunan musik piano serta ditemani oleh ayahnya dan juga Charlotte,Sylvia pun perlahan lahan berjalan ke arah Vincent yang saat ini sudah berdiri dengan gagah dan juga tampan dalam balutan tuksedo hitamnya di Altar pernikahan.


Sesampainya sylvia di altar pernikahan,ayah sylvia segera menyerahkan tangan putrinya ke dalam genggaman tangan Vincent yang diiringi dengan sedikit pesan untuk Vincent.


"Nak Vincent, mulai saat ini ayah serahkan tanggung jawab hidup sylvia dan juga Charlotte kepadamu.Tolong jaga mereka berdua dengan baik dan janganlah kamu mengecewakan perasaan putri ayah kembali." ucap ayah sylvia dengan penuh pengharapan


"Vincent berjanji akan menjaga mereka berdua dengan baik ayah.Vincent janji tidak akan melakukan kesalahan apapun lagi yang akan menyakiti perasaan putri ayah." ucap Vincent dengan bersungguh-sungguh dan membuat ayah sylvia menitikkan air mata haru

__ADS_1


Ayah sylvia segera mengajak Charlotte untuk ikut bergabung bersama tamu undangan yang lain sementara ia membiarkan putrinya dan juga Vincent melakukan upacara pernikahan mereka.


__ADS_2