Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 34


__ADS_3

Semenjak ia menikah dengan Vincent, sepertinya sylvia harus membiasakan dirinya untuk tidak terlalu terkejut menghadapi perlakuan khusus suaminya yang selalu memberikan kejutan tak terduga yang diberikan untuknya.


Sylvia menyadari hal itu ketika mereka kembali menaiki pesawat jet pribadi milik Vincent di tengah gempuran sorotan awak media yang merasa penasaran dengan rencana bulan madu mereka.


Hidup mewah,sorotan media dan juga ketenaran nama suaminya,entah mengapa sylvia merasa tidak nyaman dengan itu semua.


Selama ini kehidupannya selalu berjalan baik tanpa semua orang yang selalu mengelu-elukan namanya,dan sekarang Sylvia harus siap dengan sorotan media dan komentar publik yang ditujukan kepadanya setelah ia menikah dengan Vincent.


Mengapa rasa takut ini hadir ke dalam dirinya dan mengusik ketenangannya? seharusnya ia bahagia dengan perlakuan khusus itu, seharusnya ia bisa mengandalkan Vincent untuk semuanya,namun kenapa semua yang terjadi sekarang telah membuat sylvia merasa bahwa kehidupannya sekarang bukanlah miliknya?


Diam diam Sylvia mencuri curi pandang ke arah Vincent yang saat ini tampak santai menikmati perjalanan bulan madunya,hatinya merasa kalut dengan semua yang terjadi,Sylvia merasa sepertinya kebahagiaan yang ia rasakan kemarin malam berbanding terbalik dengan saat ini.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu dua jam perjalanan nonstop, Vincent dan sylvia pun akhirnya tiba di Bandara Ngurah Rai Bali.Kedatangan mereka ke Bali juga tak luput dari perhatian paparazi yang ingin mewawancarai mereka secara langsung.


Melihat antusias yang ditunjukkan oleh paparazi kepada mereka berdua membuat Vincent dengan bersemangat mengajak sylvia untuk menghampiri para paparazi tersebut untuk menjawab beberapa pertanyaan dari mereka.


"Tuan muda Vincent kemana kau akan mengajak istrimu berbulan madu?"


"Saya ingin mengajak istri saya sylvia untuk mengunjungi pantai Kuta Bali dan beberapa tempat wisata yang ada disini." jawab Vincent


"Tentu saja,kami ingin menambah momongan sekaligus memberikan seorang adik untuk putri pertama kali,bukan begitu sayang?" tanya Vincent pada sylvia


"Ya,kami ingin menambah momongan lagi." jawab sylvia sembari berusaha untuk tampil bahagia di depan sorotan kamera awak media

__ADS_1


seusainya menjawab semua pertanyaan awak media, Vincent pun segera menggandeng tangan sylvia untuk masuk ke dalam mobil Ferrari yang sudah Vincent persiapkan sebelumnya.


Sylvia pun segera masuk ke dalam mobil, duduk dengan tenang di dalam mobil berkap terbuka,dan dalam beberapa saat kemudian mobil Ferrari tersebut pun segera pergi meninggalkan bandara Bali.


"Apakah perjalanan ini tidak membuatmu merasa senang sylvia?kau terlihat diam saja sedari tadi dan itu membuatku merasa khawatir." ucap Vincent yang sesekali melirik ke arah sylvia di sela sela mengemudinya


"Tidak,aku hanya merasa tidak percaya saja kalau saat ini kita pergi untuk berbulan madu." ucap sylvia yang berbohong dan tidak ingin keraguan hatinya terlihat oleh Vincent


"Percayalah dengan apa yang kau lihat dan terjadi sekarang sylvia,semua ini benar benar nyata." ucap Vincent dengan senyumnya yang terlihat jelas di wajahnya


Vincent benar,mungkin ini hanya perasaan khawatir tak berdasar saja yang sylvia rasakan saat ini.Dalam hitungan detik kemudian sylvia pun membiarkan dirinya melupakan rasa khawatir yang melanda dirinya.

__ADS_1


Hari ini ia akan memberikan waktunya untuk Vincent sekaligus menerima banyak sekali cinta dan kejutan yang diberikan oleh laki laki itu kepadanya.


__ADS_2