Benih Cinta Sang Pewaris

Benih Cinta Sang Pewaris
BAB 35


__ADS_3

Pantai Kuta Bali,wisata alam yang sangat populer di wilayah Bali tersebut pelan pelan terlihat oleh pandangan mata Vincent dan juga sylvia dari dalam mobilnya.


Pantai berpasir putih dengan gelombang sedang ini sering kali disebut pantai sunset karena berada di pesisir barat.Gelombang pantai kuta nya sendiri cocok dijadikan sebagai lokasi berselancar (surfing).Pasir yang lembut serta sejuknya semilir angin yang berhembus juga cocok dijadikan sebagai tempat untuk berjemur, dan bermain olah raga pantai seperti bola voli pantai.


Setibanya disana, Vincent segera menggandeng erat tangan dan pinggul sylvia sembari membiarkan diri mereka menyusuri tepian pantai untuk menikmati halusnya pantai putih yang terasa di kaki mereka serta deburan ombak yang beberapa kali memukul mukul tepian pantai.


Disaat dirinya dan juga menikmati keindahan panorama pantai Kuta, tiba tiba Vincent memiliki sebuah ide jahil untuk membuat istrinya semakin merasa bahagia ketika menikmati waktu bulan madu mereka.


Vincent pun segera melepaskan dirinya dari sylvia, mendekati tepian air laut dan mulai melaksanakan ide jahilnya.

__ADS_1


"Sylvia, apakah kau tahu apa yang akan terjadi jika kau menikmati pantai dengan wajah murungmu itu?" tanya Vincent


"Tidak, memangnya apa yang akan terjadi?" tanya sylvia setelah beberapa saat berfikir


"Yang akan terjadi adalah kau akan mudah mendapatkan gangguan dariku, terimalah ini!" ucap Vincent dengan senyum jahilnya yang langsung menyiratkan beberapa tangkup air laut ke tubuh sylvia dan membuat pakaiannya menjadi basah terkena air laut.


Menyadari hal itu sylvia pun segera membalas ulah jahil yang dilakukan oleh suaminya dengan menyipratkan kembali air laut ke tubuhnya sehingga membuat mereka berdua sama sama melakukan perang air dan menjadi bahan tontonan semua para wisatawan yang datang ke pantai Kuta Bali.


Sepuasnya bermain main di kawasan pantai Kuta Bali, Vincent pun juga mengajak sylvia berkunjung ke pasar oleh oleh Bali untuk membeli beberapa suvenir khas Bali sebelum akhirnya mereka berdua melepaskan lelah dengan menginap di hotel.

__ADS_1


Malam itu sylvia mengenakan gaun yang telah disiapkan oleh Vincent untuknya untuk melakukan makan malam bersama di restoran istimewa yang ada di hotel tempatnya menginap.


Mereka duduk di restoran yang sebagian besar menyajikan pemandangan malam Bali yang khas serta ditemani oleh rimbunnya pepohonan kelapa yang tertanam rapi di setiap sudut restoran.


Sylvia dan Vincent tampak sangat menikmati hidangan malam hari itu seperti udang panggang bumbu merah yang di dampingi oleh sebotol minuman wine yang terasa manis di mulut.


Setelah mereka selesai dengan makanan mereka, Vincent pun menyampaikan apa ingin sampaikan kepada istrinya sedari tadi.


"Sylvia,aku sudah mengenalmu dengan cukup lama sehingga aku bisa tahu kapan kau merasa bahagia dan kapan kau merasa khawatir.Sekarang bisakah kau menceritakan kepadaku permasalahan apa yang sedang kau pikirkan saat kita pertama kali datang ke Bali?" tanya Vincent yang kali ini terlihat sangat serius

__ADS_1


"Apakah memang terlihat sejelas itu ya hingga apa yang sedang kupikirkan bisa kau ketahui dengan mudah?" ucap sylvia yang merasa bingung mau menceritakan dari mana


__ADS_2