Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Waktu Kecil


__ADS_3

Hai ini kisah Nolife ku "di usia 20 tahun'ana" dan sebentar lagi umur ku bertambah menjadi 21+ tahun.


Mungkin tulisan ini agak panjang. Namun aku sangat menghargai kalian yang membaca tulisan ku sampai akhir.


Nama ku Rindaman suka di panggil inda, sebut saja aku pria lemah yang mengawali kisah nolife ku semenjak lulus sma, pasti kalian bertanya apa itu nolife.?


"Nolife adalah berarti menggambarkan orang yang tidak memiliki kehidupan atau yang kurang berpartisipasi dalam kehidupan sosial di sekitarnya ya begiulah."


Tepat 3 tahun lalu sampai sekarang aku lebih suka menyendiri di kamar, menghabisi waktu sehari hari hanya untuk membaca manga, nonton anime, dan main game di kamar.


Ini Kisah Ku I


"Kisah ku berawal disaat usia ku 5 tahun, di mana aku gatau arti dunia yang kejam ini, dan masih terus bertanya menanyakan banyak hal kepada nenek dan kakek ku, aku bertanya mengenai ayah ku."


-Aku


nek kemana ayah ku, kenapa aku tidak mempunyai ayah seperti orang lain dan kenapa ibu ku kerja dan pulang nya sangat lama sekali, aku juga ingin nek seperti teman teman ku, bisa bercanda tawa sama ayah dan ibu ?


nenek pun menjawab (sambil berlinang air mata)


-nenek


Cucu ku sayang, kenapa bertanya begitu? kan ada nenek sama kakek yang selalu ada buat kamu, anggap aja nenek sama kakek adalah ibu dan ayah kamu yah


jawab aku


ko gitu sih nenek, terus siapa yang menjadi kakek sama nenek nya? nanti Inda gapunya kakek sama nenek kalo kakek dan nenek menjadi ayah dan ibu inda

__ADS_1


"kami pun tertawa bersama, senang rasanya disaat aku dan nenek kakek ku tertawa bersama, seperti dunia ini tuh damai sekali tanpa ada beban, dan hari pun berlalu dengan ke bahagian , tapi suatu masalah pun terjadi.


Di saat nenek ku sedang pergi belanja dan aku tidak di ajak oleh nenek ku, aku sangat kesel dan sangat marah sekali kepada nenek ku, karena beliau tidak mengajak ku, lalu aku bertanya kepada kakek ku sambil sambil marah".


- aku


Kakek kapan nenek pulang? lama banget (sambil marah marah).


kakek pun menjawab


-Kakek


"ber'arti Inda sabar ya, jangan rewel kakek lagi sakit kepala inda jangan rewel ya".


Aku sangat benar benar tidak sabar dan marah sekali, aku langsung meng acak - acak isi rumah saking kesal nya, dan pada akhirnya kakek ku marah besar pada ku.


-Kakek


Aku yang berada di posisi tidak tahu apa - apa hanya bisa menangis dan berpikiri "apa ayah ku sehina itu kah di mata keluarga ibu ku."?


Ke esokan hari nya, akupun jatuh sakit karena kejadi masalah besar kemarin bersama kakek ku, terus nenek ku marah marah ke pada kakek ku, sambil menampar kakek ku.


Aku hanya bisa melihat nya dari lubang selimut ku yang kusut ini "karena takut akan perdebatan kakek dan nenek ku." Lalu perdebatan mereka pun selesai dan nenek ku langsung menghampiri ku sambil menangis dan memeluk ku.


-nenek


" maafin nenek dan kakek mu yah inda,(sambil nangis) iya memang benar yang di ucapin kakek mu itu, tapi nenek tidak memandang inda seperti ayah inda ko, nenek malahan sangat sayang terhadap inda, pengen yang terbaik buat inda, karena inda adalah kebanggaan nenek dan kakek "

__ADS_1


" Dan nenek pun menceritakan semua kisah nya dari awal sampai aku lahir. Kata nenek, orang tua ku bercerai di saat aku lahir, di sana aku langsung terkejut dan ingin menangis, dalam pikiran ku hanya terlintas satu pertanyaan.


Buat apa aku di lahir kan kedunia ini, dan kenapa di saat aku lahir orang tua ku harus bercerai, betapa menyedihkan nya diri ku ini, di saat menginjakan kaki kecil ku ini ke dunia yang kejam ini, disaat orang lain melahirkan.


anak nya dengan kebahagiaan sedangkan aku? aku di lahirkan dengan "keluarga yang sudah berantakan."


" Tapi ini lah kisah hidup ku, aku dibesarkan tanpa bimbingan seorang ayah, aku suka berpikir dalam hati suka berkata, 'kenapa ayah ku meninggalkan ku saat aku lahir'? 'Apakah dia tidak menginginkan ku'? 'aku juga tak tahu."


"Waktu pun berlalu aku telah lewati dengan semangat dengab bertubuh kecil ini, yang ingin membahagiakan nenek dan kakek ku kelak di saat aku sudah sukses.


Setelah itu di saat usia aku masuk 6 tahun aku di besarkan sedari umur 2 tahun sampai masuk sekolah dasar/sd oleh kakek dan nenek ku, nenek ku bekerja sebagai pedagang keliling, dan kakek ku buruh petani.


Karena ibu ku waktu itu sedang bekarja di pabrik jadi tidak bisa merawat ku, karena ke butuhan biaya hidup, yah aku juga tahu ini demi ke baikan keluarga ku, dan di satu sisi aku juga sedih tidak bisa berbagi tawa bersama ibu ku, karena ibu ku kerja mencari nafkah.


"Di saat usia ku berusia 6 tahun, aku di masukan ke sekolah taman kanak kanak, aku sangat senang bisa belajar, di tambah bisa mendapatkan teman baru, dan guru yang membimbing ku sangat baik sekali terhadap ku.


namun rasa semangat belajar pun padam, seperti lilin yang terhembuskan angin, disaat kelulusan sekolah, teman - teman ku bersama orang tua tercinta nya, sedangkan aku? aku hanya bisa menatap wajah bahagia teman - teman ku, da aku hanya bisa berharap.


Tuhan kapan kah aku bisa seperti teman-teman ku nanti, aku juga ingin merasakan di banggain oleh ke dua orang tua ku, aku terus berharap ke pada mu tuhan.


Dengan tubuh kecil ini yang sangat menantikan jawaban dari tuhan, sambil menahan rasa iri hati ini pada teman teman ku,


aku hanya bisa menutup ke sedihan itu dengan senyuman


"Dan aku pun beranjak usia 7 tahun , dan ibu ku pun pulang ke rumah, aku sangat bahagia dan senang sekali, ingin menceritakan kisah sekolah pertama ku ke pada ibu ku, terus ibu ku bilang:


-Ibu

__ADS_1


Sekarang kamu sudah dewasa yah, tumbuh sehat sehat ya nak, jangan lupa makan, terus ibu punya kejutan buat kamu, ibu akan mendaftarkan mu ke sekolah sd.


di saat ibu ku bilang aku akan di daftarkan ke sekolah sd aku sangat senang sekali , soalnya kenapa ? Karena ibu ku sudah pulang, dan bisa mendaftarkan ku ke sekolah bareng ibu ku seperti anak - anak lainnya, dan bisa bercada tawa seperti teman teman ku, terus aku menjawab.


__ADS_2