Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Turnamen Bola


__ADS_3

Ini Kisah Ku XIX


Setelah baikan dengan Karisa, Latihan bola pun serasa menjadi lega, soalnya sudah tidak punya lagi beban yang perlu di pikir kan


Hari Turnamen pun di mulai sekolah sd ku akan berhadapan dengan sekolah bandung Raya, yang kata nya kemarin masuk 5 besar, baru juga main udah melawan tim yang kuat, ucap dalam pikir ku


jenal pun bertanya


"Da liat tuh pada gede-gede badan nya, hmm kebayang pas musuh ngebody gue, udah lah fisik kerempeng ke gue kepental"


Aku pun menjawab


"Main bola bukan soal badan atau pun fisik, tapi soal ke kompakan tim"


hmm keren juga gue "dalam pikir ku" jenal pun langsung ketawa sambil bilang


Jenal


"Haha sobijak banget lu mah "


Jujur dalam diri ku ini pertama kali nya aku merasa gugup, entah kenapa, mungkin ini pertama kalinya aku ikut serta turnamen sepak bola, kenapa grogi aku saka tim ku, soalnya aku belum pernah menyapa mereka semua, hmm gini banget hidup.


Pertandingan sekolah kami pun akan di mulai kami langsung berkumpul untuk membentuk formasi, dan aku mengajakuan untuk menjadi pemain pengganti soalnya nih kaki ga bisa di ajak kerja sama, malah gemetaran hah sialan!


Jenal pun bertanya sambil tertawa


"Itu kaki lu kenapa, aman kan ffftttt( sambil menahan ketawa)


Aku pun menjawab


"Aman-aman ko tenang hehe"(sambil keluar keringat)


Jenal


"Yaudah lu perhatikan aja tim kita main, kita juga kuat ko bisa di andalka tenang aja"(Sambil mengacungkan jempol)


Hmm bagus lah kalau mereka juga kuat, aku tak usah khawatir kalo gitu,


kedua belah pihak tim langsung memasuki lapangan, dan bersalaman, dan wasit pun langsung meniup peluit nya mempertandakan permainan di mulai.


Aku melihat jenal sangat bersemangat sekali bermain bolanya, seakan-akan dia yang mengendalikan mental semua pemain, bagus juga si jenal bisa memandu semua pemain agar bia tenang (ucap dalam pikir ku)


Jenal pun melewati 2 pemain dari tengah, wah hebat sekali si jenal tak ku sangka dia juga jago bermain bola, dan jenal pum berhadapan dengan kiper tim lawan yang berarti one on one , ini akan menentukan pencetakan gol bagi jenal.


Dan jenal juga melewati kiper nya dengan skil yang sangat bagus, dan mencetak 1 angka bagi tim sekolah.


Aku juga pingin bermain tapi, nampak nya ga enak ,aku melihat teman-teman sangat bersemangat sekali bertandingnya, aku gak mau merusak semangat mereka hmm yaudahlah mungkin aku akan jadi pemain cadangan sampai pertandingan nya selesai.

__ADS_1


Babak pertama pun selesai, dan di menangkan oleh sekolah ku, ke dudukan 1-0, semua tim langsung kepinggir untuk mengatur strategi permainan di babak ke dua.


Jenal pun datang sambil bilang,


"Liat kan kita bisa di andalkan inda haha, tenang aja , setelah lu ikutan juga turnamen , aku yakin sekolah kita akan menjuarai turnamen ini, aku yakin itu haha(sambil ketawa bangga)


akau pun menjawab


"Iya-iya aku percaya sama lu nal, gue gak akan turun di pertandingan ini, mungkin lain kali aja, sayang banget tim kita sudah bersemangat, sayang kalo harus menghancurkan semangat teman-teman"


Guru olah raga pun menjawab


"Yaudah kamu jangan main dulu, bapak liat kaki mu gemetaran gitu, nampaknya tidak sinkron sama otak mu inda haha"


Hmm teganya pak guru berkata begitu, aku pun menjawab


"Hehe iya pak maaf" (sambil memalingkan muka)


wasit pun menghampiri dan bertanya


"Silakan masuk lagi ke lapanan untuk memulai babak ke dua"


kami semua pemain menjawab siap pak


Karisa pun datang ke turnamen sekolah ini untuk menjadi penonton, dan dia melihat ku dengan rasa kecewa.


Ini anak kenapa lagi, perasaan kita sudah baik tapi dia malah memasang muka ngeselin mulu,


"Kamu kenapa, muka asem banget liat aku nya, ada masala apa emang?"


Karisa


"Kenapa kamu gak main inda(sambil ngambek)


Aku


"Aku di larang bermain di pertandingan pertama, soalnya liat aja kaki ku, gemetaran gini, bisa apa aku nanti di lapangan"


Karisa pun menjawab sambil ketawa


"Haha tidak ku sangka kamu juga bisa gugup gini, aku kira kamu hanya bisa menjadi mayat hidup aja haha"


Sialan dia malah mengejek ku, hah tak apa lah, dari pada aku melawan dan dia menangis lagi, bisa-bisa aku di cap sebagai cowok brengsek di kerumunan banyak orang ini


Pertandingan pun selesai


Dan di menangkan oleh sekolah kami, dengan kedudukan 1-0 yang di cetak oleh jenal, hmm gini ya namanya punya teman, aku kaya merasa hidup kembali setelah sekian lama menghindar dari namanya pertemanan

__ADS_1


Dan aku pun kembali ke lapangan untuk mengucapkan selamat ke pada jenal


Namun ternyata terjadi masalah,


aku melihat kaki jenal, banyak memar, dan melihat jenal nampak kesakitan sekali, aku pun menghampirinya


"Lu kenapa nal?, ko bisa memar-memar gitu"


jawab jenal


"Lu ga liat tadi musuh bermainnya sangat kasar sekali, namun aku mengabaikannya da, nampak nya lawan ingin membuat ku emosi dan ingin aku bermain kasar juga agar gue dapat kartu"


Aku


"E**ngga hehe, gue tadi ngobrol sama karisa keluar dari lapangan hehe sorry banget:'v"


Jenal


"Sialan punya teman, (sambil menepak punggung ku)


Oh jenal menganggap Aku sebagai teman, ah bairlah lagi pula aku akan pergi meninggalkan kota ini.


Aku pun menjawab.


"Hehe maaflah aku tadi melihat hawa pembunuh dari Karisa, lu juga tau kalo dia lagi marah kan"


Jenal


"Ssstt udah ah gue jadi merinding liat dia marah lagi"


Kami pun langsung pulang bersama-sama untuk memulai latihan lagi di lapangan sekolah.


Pak guru nampak senang sekali, melihat kemenangan pertama sekolah ini dan langsung berkata


" Bapak sangat senang sekali atas kemenangan ini, karena kalau di bandingkan dengan waktu kelas 4 dulu, tim kita kalah telak, karena turnamen ini sistim gugur sayang sekali, bapak yakin kali ini bisa juara karena Inda sudah ikut serta! bapak harap kalian semua berusaha sekuat tenaga untuk membanggakan nama sekolah."


Semua pemain


"Iya pak siap"


Pak Guru


"Dan untuk kamu inda, bapak harap kamu bisa mengontrol rasa grogi itu, bapak berharap banyak padamu, jangan sampai kaki mu itu gemetaran saat berada di lapangan ya!"


Semua murid pun menertawakan ku, liat aja nanti pas bermain aku akan menutup semua tawa kali, camkan itu(dalam hati)


aku pun menjawab

__ADS_1


"hehe iya pak maaf, insaallah saya akan mengontrol rasa grogi ini"


Next Chapter 20


__ADS_2