
Ini Kisah Ku XII
Lalu aku menjawab "Hehe iya kak bayu makasih "
Lalu kami pun pulang kerumah masing - masing lalu aku membuka pintu sambil bilang
"Assalamualaikum, inda pulang" lalu ibu dan ayah pun menjawab
"Wa'alaikumsalam"
Aku sangat sedih sekali, ibu dan ayah langsung melanjutkan nonton tv nya lagi, tidak seperti aku waktu di kampung, pasti bakal ada nenek ku yang selalu menyiapkan nasi goreng kesukaan ku, tapi aku hanya bisa terdiam dan tidak mengatakan apapun.
Dalam pikir ku , yaudah lah mungkin ibu ku lagi cape, mungkin belian ingin aku belajar mandiri di sini.
Lalu aku pun langsung bergegas ke dapur untuk makan malam soalnya lapar setelah selesai mengaji, pas membuka menu makan, tidak ada apapun, lalu ibu ku berkata
"Oh iya inda makanan nya tadi abis pas tadi makan malam bersama inda, kamu masak telur aja ya yang ada di kulkas, ibu lupa menyisalan buat kamu"
Kenapa tidak menantikan ku pulang mengaji, kenapa ga menunggu sebentar saja, ujar dalam pikir ku, aku pun langsung menjawab
"Iya mah gapapa"
Dari dalam hati yang paling dalam aku sangat sedih sekali, kenapa yang selama ini aku bayangkan setelah mempunyai ayah baru dan ibu ku yang sudah ada di sisi ku sekarang,
berbeda dari apa yang aku bayang kan, dari imajinasi yang aku bayang, aku bisa bahagia, aku bisa menghabiskan waktu bersama, bisa makan bareng bersama, tapi kenyataannya aku yang berlebihan menghayal
ucap dalam pikir ku," haha Mungkin aku lah yang berada di sini yang menjadi anak tiri"
aku mencoba untuk tidak memikirkan hal - hal yang negatif, tapi kenapa hati ini sangat tidak bisa menerimanya !.
kenapa ibu ku sangat berbeda kasih sayangnya terhadap ku, perasaan aku sudah mencoba menjadi anak yang sholeh, tapi kenapa aku sangat iri sekali terhadap adik tiri ku, seakan - akan dia merebut segalanya dari ku.
Dari setelah kejadian ini aku akan membuat kesimpulan
"Karena sudah terbiasa dengan keadaan, hingga kecewa pun saya jadikan tawa"
__ADS_1
Setelah aku selesai makan, aku langsung bergegas ke kamar untuk tidur, tapi aku melihat adik ku memakai baju baru, lalu aku pun berpikir oh mungkin aku juga dapat baju baru juga ujar dalam pikir ku
Aku pun mencari ke lemari baju ku, aku terus mencari tapi tidak ada, lalu adik ku pun berkata
"Mencari apa? baju baru? haha kamu tidak di belikan baju baru, hanya aku yang di belikan baju barunya( sambil tertawa)
lalu aku membuat alasan dan menjawab"Hah ge'er banget lu, kakak hanya sedang mencari uang kakak yang di simpan di lemari "
Pada kenyataan nya, aku memang mencari baju baru, aku pikir aku juga mendapatkan baju baru itu ternyata tidak, kenapa kasih sayang ibu ku berbeda terhadapku!, seakan - akan dunia sangat membenciku. ucap dalam pikir ku.
Aku pun langsung ke tempat tidur ku , untuk melupakan semua kejadian ini.
hari pun berganti, dan pagi pun mulai menyambut ku kembali, aku pun langsung membangunkan adik ku, sambil bilang "Bangun andra udah pagi buruan kita berangkat bareng"
dan andra pun menjawab" Berisik, yaudah duluan aja sana jangan tungguin aku" sambil marah, aku hanya mengabaikannya aja
dan seperti biasa aku langsung siap - siap untuk berangkat ke sekolah. sarapan udah, muka ganteng maksimal udah, oke aku langsung berpamitan dulu ke ayah dan ibu ku sambil bilang"Ayah,Ibu inda berangkat dulu, ya"
Dan ayah pun menjawab ku"*Kenapa si Andra tidak di bangunin" lalu aku pun menjawab nya
"Ko kamu sebagai kakak tidak tegas sih terhadap adik mu, kenapa kamu malah membiar kannya, apa karena Andra adik tirimu hah"
Aku pun kebingungan, hah ko malah jadi begini, aku hanya bilang seadanya, lalu aku pun menjawab
"Udah ko yah udah inda paksa tapi andra masih tidur" dan ayah ku pun langsung marah - marah tanpa alasan sambil bilang
"Awas sana minggir, jadi kakak aja tidak becus"
Sumpah Ini membuat ku sakit hati, dan ini yang ke dua kalinya ayah ku memarahi ku tanpa alasan yang jelas, perasaan aku udah menjawabnya dengan sopan dan seadanya, tapi ah biarlah mungkin ayah ku banyak masalah di tempat kerjanya.
Aku pun menghiraukannya, dan langsung meminta uang ke ibu ku, sambil bilang
"Bu, minta uang buat berangkat ke sekolah, lalu ibu ku memberikan uang nya sambil bilang"
"Inda kamu harus patuh yah terhadap ayah mu yang sekarang, jangan bikin ayah inda marah ya"
__ADS_1
Sontak aku bingung, loh kenapa ibu ku juga malah menyalahkan ku, seakan - akan semua ke salahan ada pada diri ku, aku ingin sekali protes tapi aku gamau membuat ibu ku juga marah juga, aku hanya menjawab
"Iya bu, maafin inda, inda janji bakal jadi anak yang baik dan patah terhadap orang tua".
Ibu ku pun menjawab
"Iya inda, janji ya, yaudah berangkat sekolah sana , nanti ke siangan" sambil senyum
Dalam pikir ku, hmm tak apa lah, yang penting bisa melihat ibu ku tersenyum bahagia aja udah cukup bagi ku sebagau penyemangat berangkat sekolah ku.
Aku pun menjawab
"Hehe , iya bu siap, inda berangkat dulu ya, assalamualaikum" dan ibu ku pun menjawab
"iya inda, wa'alaikumsalam, hati - hati di jalannya ya"
Aku pun langsung berangkat ke sekolah menaiki kendaraan umum.
Sesampai di sekolah, di gerbang sudah ada yang menunggu ku, yaitu Rizal dan geng nya, dan Rizal pun berkata"Sini ikut gue sebentar ke toilet"
akupun menjawab
"Buat apa emangnya, aku sedang buru - buru mau ngerjain pr di kelas"
Dan Rizal pun menjawab sambil menamparku
"Jangan banyak ngomong ikut gue sebentar"
Aku pun langsung terdiam, dan mengikuti kemau'annya sesampai di toilet dia pun langsung mendorong ku dan langsung mengeroyok ku, aku tidak bisa melawannya, mau kabur juga susah pintunya di kunci.
Mau tidak mau , aku pun hanya bisa berusaha untuk melawan balik, dan Rizal pun berkata"Ini buat yang kemarin, karena lu udah bikin gue malu di hadapan kakak - kakak smp itu" sambil tertawa
Aku pun mulai kehilangan ke sadaran, karena ada yang memukul kepala ku dengan keras dari belakang, lama - lama pandangan ku mulai tidak terkendali, seakan akan gelap mulai kenyelimuti pandangan ku.
Aku pun jatuh pingsan, dan sadar - sadar aku sudah berada di ruang UKS, dan kepala sekolah pun bertanya pada ku
__ADS_1
Next Chapter 13