
Ini Kisah ku IX
Kami pun lari sekencang - kencangnya biar bisa kabur dari orang - orang yang ngebuli itu, kami oun beristirahat sebentar di pinggir jalan, aku mun melihat baju adiku kotor bekas kaki yang menginjak - injak adik ku tadi
lantas aku pun bertanya
"Kamu gapapa andra" ujar dari ku
Adik aku pun haya bisa diam dan tidak bersuara lalu dia bilang
"Menjauh dari ku, karena mempunyai kakak kampungan, aku pun keda jadi ke bully, menjauh dari ku(sambil berteriak)"
Dari sana aku hanya bisa melamun, sambil berpikir kenapa dia tega mengucapkan itu ke kakaknya sendiri, aku pum bertanya pada adik ku
"Lantas apa salahnya hah? emang apa salah nya kampung, perasaan kakak tidak pernah tuh mengganggu andra , kakak juga tidak pernah tuh membully anda, malahan kakak ingin menyelamatkan andra dari pembullyan tadi"
Andra pun menjawab sambil marah
"Sudah berisik, Diam, Aku sangat membencimu ini jujur dari lubuk hati andra, andra tidak ingin mempunya kakak yang berasal dari kampung, Sekarang , awas minggir, andra mau pulang mau mandi"
Aku sangat marah sekali pada adiku, tapi aku coba memakluminya, bahwa aku juga di seumuran andraz tidak bisa menahan nama nya emosi, yaudah dalam pikir ku gapapa lah mungkin dia karema sedang emosi jadi begitu.
Aku pun sampai di rumah, tapi sesampai dirumah aku mendapat Tamparan dari ayah tiri ku, dia pun berkata
"Kenapa anak gue bisa babak belur begini hah? lu apaain anak gue anjing?"
Aku pun sontak kaget dan panik , kenapa ayah menyalahkan ku, terus aku pun menjawab
"Sumpah yah itu bukan salah inda, inda malahan nyelamatin andra pas tadi di kroyok"
dan ayah ku pun menamparku lagi sambil bilang
__ADS_1
"Kamu di ajarin bohong sama siapa hah? andra bilang gara gara kamu andra juga jadi kena di kroyok, emang nya kamu habis nyolong dari mana hah?" udah dari kampung sikap juga kampungan, dasar rendahan"
Aku yang mendengar itu hanya bisa menangis karena sakit hati, ini yang pertama kalinya yang aku rasakan dalam hidup ku, aku coba berusaha untuk menahan air mata ini tapi tidak bisa, aku ingin sekali membenarkan masalah yang terjadi, tapi saking takutnya aku sama ayah ku.
"Aku tidak bisa berkata apa - apa hanya bisa bersabar dan menahan rasa sakit hati ini".
pagi pun menyambut hari ini dengan kehangatan seperti biasa, lalu aku pun terbangun dari tidur ku, tetapi aku tidak bisa melupakan kejadin kemarin terhadap ayah dan adik ku yang telah menghinaku,
aku coba lupakan kejadian kemarin, tetapi tetap tidak bisa, lalu aku pun beranjak berdiri pergi ke kemar mandi, setelah selesai mandi , aku pun bersiap siap untuk pergi bersekolah, diruang tengah aku pun melihat ibu ku yang sedang menonton tv, aku ingin sekali menyampaikan masalah ini kepada ibu ku.
Tetapi aku tidak bisa, soalnya kenapa? karena aku melihat senyum bahagia ibu ku , aku tidak rela harus menghentikan kebahagiaan ibu ku ini, lalu aku pun sarapan pagi, dan bergegas berangkat sekolah, lalu aku berkata.
"Ibu, ayah inda berangkat dulu, assalamualaikum"
ibu dan ayah ku pun menjawab
"wa'alaikumsalam"
Sedangkan uang jajan adik ku Rp.5000,- tapi aku mencoba untuk mengerti, mungkin adik ku lebih membutuhkan uang nya.
kami pun sampai di sekolah, dan adik ku pun langsung bergeas berangkat ke kelasnya tanpa mengucap sepatah kata pun, aku pun memakluminya mungkin dia masih marah, aku pun langsung bergegas ke kelas ku, seperti hari hari biasa sekolah ku, sekolah yang baru ini bagiku seperti tidak ada ke hidupan buat ku, namun di dalam kelas, aku bisa menemukan ke nyamanan damai di kelas ku, namu kedamaian itu direnggut oleh Rizal kakak kelas ku.
Rizal pun mengunjungi kelas 4 , dan dia pun menghampiri ku sambil berkata.
"Oyy, kalian tahu ga? ni anak yang benama inda, dia berasa dari kampung loh, jangan sampai kalian terhipnotis gaya kampungannya"
Dia pun terus menghinaku, dan mengejeku , aku hanya punya 2 pilihan, Sabar atau melawan, tapi kalau aku melawan, aku takut ayah ku marah lagi dan berkata seperti kemarin, tapi kalo sabar aku hanya bisa menahan rasa sakit ini.
Dan Rizal pun, menendang meja ku , sambil bilang" Bangun bangs*** , tunjukin keberanian lo yang kemarin sialan"
Aku ingin sekali berdiri dan langsung memukul wajah nya, tapi aku tidak bisa, aku takut , aku takut ayah ku semakin membenciku, dan aku takut melihat kepercayaan ibu ku hancur terhadap ku, karena aku adah anak kebanggan ibu ku, lalu aku pun hanya bisa diam dan tidak membalas perlakuan rizal padaku.
__ADS_1
Dan punggung ku pun di tendang oleh Rizal, rizal pun bilang" Ini untuk pembalasan ke jadian yang kemarin sialan, jangan harap lu bisa tenang bersekolah di sini selagi masih ada gue hahaha"
Rizal pun pergi meninggalkan ku, dan aku hanya bisa terdiam seperti orang yang sudah mati rasa, dalam hati aku hanya bisa bilang, sabar inda, sabar orang sabar di sayang tuhan.
kami pun langsung mulai pembelajaran bahasa Indonesia, selang 30 menit pelajarannya pun selesai, dan berganti menjadi pelajaran Olah Raga, dimana itu adalah pelajaran yang sangat aku sukai, aku pun langsung bergegas mengganti baju ku, tapi tiba - tiba ada hal yang mencurigakan di dalam tasku.
Aku pun membuka tas ku, ternyata baju olah ragu ku ada yang mengotori dan itu entah ulah siapa, baju ku jadi sangat bau sekali, dan aku tidak bawa baju pengganti, aku mau tak mau harus pakai baju itu, karena kalau aku tidak mengikuti pembelajarannya, aku takutnya akan di cap sebagai anak yang nakal.
Dan aku pun berangkat kelapangan sekolah, di lapangan sekolah kami pun berbaris, untuk senam dulu biar ga ada yamg cedera pas olah raga, tapi disana ada satu murid yang bilang,
" hmm bau ih , bau apa ini menjijikan sekali"
lantas mata semua murid tertuju padaku,
dan guru pun memanggilku,
"Inda kesini, kenaoa itu bajumu sangat bau, aoakah kamu tidak menycucinya? sekarag pergi dari lapangan, kamu sama bapak di kasih surat peringatan sekali , semoga ini bisa buat menjadi pelajaran buat kamu inda"
Lantas aku pun sedih sekali mendengar bapak guru bilang begitu, aku pun langsung pergi meninggalkan lapangan sekolah.
Akun pum berjalan menuju kelas ku, mungkin aku lebih baik tenangkan diri saja di kelas, sambil nunggu pelajaran olah raga selesai, sesaat sampai di pintu kelas, aku pun membuka pintunya, tenyata sudah ada yang menunggu ku.
"Yaitu Rizal" rijal pun berkata
"Gimana perasaan perasaan mu sekarang" sambil menertawakan ku bersama teman - temannya.
Oh jadi dia yang udah menjahiliku dalam pikir ku, lalu aku pun menjawab
"Biasa aja tuh, malahan gue senang bisa istirahat di kelas" aku terpaksa so kuat, soalnya kalo terus mengeluh pasti dia semakin menjadi.
Next Chapter 10
__ADS_1