
Ini Kisah Ku XVIII
Dan hari pun berlalu, kami semua sedang berada di pase bebas karena di kelas 6 terakhir ini ada acara Turnamen bola lagi antar sekolah setelah beres acara turnamen baru kelulusan
dan aku pun ikut serta untuk yang terakhir kalinya membuat kenangan di sekolah ini.
hubungan aku dengan karisa pun seakan jadi renggang karens soal pertengkaran kemarin-kemarin dalam pikir ku
"Hah yaudah lah ini juga mungkin yang terbaik buat aku dan karisa"
kami pun melakukan latihan di lapangan sekolah, dan aku pun di tunjuk guru olah raga untuk menjadi captain tim sekolah ini.
waktu sedang latihan aku melihat karisa seperti sedang melihat aku sedang berlatih, ujar dalam pikir ku
"hmmm tumben banget dia menonton latihan sepak bola, ah biarlah mungkin dia sedang bosan tidak ada pekerjaan lain"
jenal pun bertanya sambik membisikan
"Cie cie ada yang merhatiin dari jauh"
jawab aku
"sssttt udah jangan di perdulikan , kita harus latihan yang serius biar bisa banggain nama sekolah agar bisa juara"
jawab jenal
"cih, mengalihkan pembicaran haha"
ngapain sih jenal seakan-akan dia udah berteman dengan ku aja, sok akrab banget!
namun yah aku tidak terlalu menganggapnya terlalu serius, aku pun mulai latihan kembali.
Setelah beres latihan Karisa pun memberikan air botol dan langsung pergi, aku baru juga mau ucapin terima kasih dan mau minta maaf malah langsung pergi dia nya, hah sudah lah tak apa.
aku pun beranjak langsung pulang kerumah, dan kebetulan satu angkutan bareng adik ku andra, tapi dia malah langsung turun seperti ingin menjauh dari ku, hah sebagai kakak yang baik aku harus mengalah sambil memegang pundak nya,
ucap aku
"Lu diem aja gue yang turun"
akupun langsung turun, dan menunggu angkutan umum lainnya, karisa pun sedang berjalan seperti sedang menunggu angkutan umum , aku pun menyawa karisa
aku
"yow"
dia pun mengabaikan ku, ya gusti kenapa malah jadi panjang gini dia marah nya, aku ingin berbaikan dengan nya,
aku pun bilang
"kamu kenapa sih, kalau aku adalah ngomong dong jangan cuekin aku, aku selalu ga tenang hati setelah kamu berubah karisa, aku juga mau minta maaf kalo misalkan aku punya salah"
karisa pun menjawab
"Banyak ! kamu banyaj salah sama aku, aku sangat marah sekali ke kamu inda, tapi aku rindu ke kantin bareng sama kamu huhuhu(sambil menangis)"
Hah terjadi lagi, aku langsung memegang tangsn karisa dan membawa nya ke kantin sekolah
__ADS_1
"Nah ini udah di kantin, jangan nangis lagi ya"
jawab karisa
"Uwaaaa inda kamu jangan pergi dong"
Astagfiruloh malah semakin kencang, terus aku melihat kak yusup, aku pun memberi sinyal minta tolong , dan kak yusup tertawa sambil menghampiri ku dan bilang
"Karisa udah, inda kan bukan orang sini asli, dia kan pindahan, jadi wajar kalo dia merasa tidak nyaman kalo berada di sini, soalnya yang kakak lihat inda saat bersekolah di sini, dia seperti tertekan dan tidak merasa bahagia, kamu pengen kan inda bahagia?"
jawab karisa sambil menganggukan kepalanya dengan wajah lucu nya,
kakak yusup
"Iya makanya kamu harus ikhlasin inda yah, jangan nangis"
karisa
"uuwwwaaaa tidakkk tidak mau mau huuuwwaaa "
kak yusup pun sepertinya tidak kuat menghadapi mahluk seperti karisa,
hah sudah kuduka (sambil menepuk kelapa)
aku pun langsung menjawab
"Karisa mau nya apa, biar inda bisa di maafin karisa?"
jawab karisa
"Yaudah kamu harus main kerumah ku saat ini, sekarang ! tak perlu beralasan lagi"
kami pun langsung berpamitan ke kak yusup untuk langsung berangkat kerumah karisa,
saat berada di angkutan umum dia terus menggenggam tangan ku seperti yang takut kehilangan saja, dan aku melihat mukanya sangat kasian seperti nya dia bakalan sedih saat aku pindah sekolah
aku
"Tenang aja, kita kan teman, nanti juga suati saat aku bakalan main ke rumah karisa kalo ada waktu luang, kamu jangan bersedih terus ya, sayang itu muka udah cantik sekarang udah ke kelihatan mayat hidup"
karisa pun memukuk ku sambik tersenyum
dan bilang
"Awas aja kalo kamu ga main ke rumah aku nanti setelah pindah sekolah, aku bakalan marah besar ke kamu"
Jawab aku
"Iya-iya bawel "
kami pun sampai di kediaman Karisa, wah sumpah rumah nya sangat mewah sekali, hampir semewah rumah teman ku Aam, kami pun langsung masuk dan ada ke dua orang tua karisa, akupun bilang
"Assalamualaikum tante,om aku Rindaman temannya karisa salam kenal"
ibu karisa pun jawab
"wa'alaikumsalam, ohh kamu yang suka karisa ceritain, ternyata tampan juga, pantas saja karisa terus bercerita terus tentang kamu"
__ADS_1
Karisa
"Ahh ibu udah ah malu karisa" sambil tersipu malu
Aku pun disana melihat wajah bahagia karisa bersinar seperti sedang menyala-nyala di terpa beribu kebahagiaan, muka ku mendadak memerah seakan-akan aku tidak ingin melihat kebahagiasn karisa padam seperti waktu kejadiaan ibu ku.
pikiran ku seakan-akan menjadi labil, dan kepercayaan diri ku pun hilang, di saat sebentar lagi mau pindah sekolah , kenapa perasaan seperti ini muncul lagi hah, sumpah ini seperti membuat ku gila.
karisa
"*Inda kamu tunggu dulu ya di sini aku mau ganti baju dulu"
jawab aku
"Iyaa*"
Ayah karisa pun berkata
"Kenapa kamu membuat sedih karisa akhir-akhir ini"
Lah buset kenaoa harus mempertanyakan itu sih
Aku
"eee mmm gimana ya om, karisa sedih itu karena aku mau pindah melanjutkan sekolah aku di kampung halaman ku lagi, soalnya ya aku disini tidak mempunya teman, cuman karisa yang selalu ada buat aku"
Ayah Karisa
"kenapa harus pindah? , karisa nanti malah jadi sedih dong"
Aku
"hehe ini pripasi om masalah keluarga soalnya"
Ibu karisa
"Udah yah , jangan membuat inda tertekan gitu"
Ayah karisa
"hehe iya iya maaf sekedar bertanya kok"
Hah, aku sangat lega setelah selesai perdebatan yang seperti perang dunia ini, syukur lah, karisa pun datang sambil bilang
karisa
"Inda, gimana cocok ga"
Ini pertama kalinya aku seperti melihat tuan putri, dia sangat cantik syekali, namun sayang sedikin ngeselin sikapnya aku pun menjawab.
Aku
"Oke cocok, seperti bidadari dari yang turun dari atas genteng"
Waduh lupa banget aku kan sedang berada di kediaman karisa, kenapa aku harus ngomomg begitu sih, bodoh bodoh kamu inda bodoh sekali, muka ku langsung memerah, dan keadaan pun langsung hening seketika
Tapi tanpa di sangka orang tua karisa malah langsung tertawa terbahak-bahak sambil bilang
__ADS_1
"Haha inda muka mu polos tapi lucu yah, pantas saja Karisa sangat suka pada mu haha"
Next Chapter 19