Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Bertanya Ke Pak Ustad


__ADS_3

Ini Kisah Ku II


Itulah yang saat ini aku pikirkan karena saking senangnya ibu ku telah pulang, tapi bahwa fakta nya berkata, lain ibu ku bilang.


-Ibu


Maafkan ibu mu ini inda sayang, yang ga bisa selalu ada buat kamu, yang ga bisa mendidik kamu seperti anak - anak lainnya, yang ga bisa membacakan cerita di saat inda ingin tidur, yang tidak bisa menyuapi inda di saat inda mau berangkat sekolah.


ya ibu juga tau inda marah sama ibu, ibu juga terpaksa harus begini, karena kalo tidak begini , ibu ga bisa menyekolahin inda, ibu harap inda mengerti perjuangan ibu (sambil merangkul dan memeluk erat tubuh kecil ku ini).


Tapi apa daya ternyata harapan ku hancur seperti hayalan berdebu, cukup lama aku mengasuh rasa yang hanya imajinasi samar - samar ini.


Tapi aku hanya bisa tersenyum paksa tanpa ada protes terhadap ke putusan ibu ku, soal nya kalo aku protes , aku takut kejadian yang sama seperti kakek ku dulu terjadi lagi.


Aku ingin sekali menggenggam tangganya di saat beliau berangkat kerja lagi, aku ingin mencium tangan nya disaat aku berangkat sekolah, aku ingin menahan nya, aku ingin memeluk erat ibu ku agar tidak pergi dari ku lagi, aku ingin sekali protes terhadap tuhan.


Kenapa aku harus berbeda dari anak-anak lain, kenapa keluarga harus hancur begini?kenapa tuhan? tolong jawab pertanyaan ku ini?(sambil teriak di dalam hati) aku hanya bisa menangis sambil menahan rasa sakit yang sedang aku alami ini.


Hari pun menjelang malam, dan adzan pun mulai berkumandang, aku sangat bersemangat sekali bisa berangkat ke masjid di malam hari, karena banyak teman teman ku juga yang mengaji di masjid ini.


Karena di pengajian aku bisa banyak bertanya kepada guru pengajian ku kepada. Pak Ustad Ali, setelah selesai sholat maghrib aku dan kawan kawan ku pun langsung memulai pengajiannya, dan pak ustad ali pun berkata.


-Pak usatad Ali


Kita awali pengajian kita dengan basmalah.


"Aku pun mulai mengeikuti arahan pengajar pak ustad Ali, dan setelah selesai pengajian nya aku pun bertanya kepada pak ustad ai".


-*Aku


Pak saya mau bertanya?.


-Pak ustad ali


iya boleh inda mau bertanya apa?.

__ADS_1


-Aku


Pak kenapa aku berbada dari anak anak lainnya*?(pak ustad ali kebingung atas pertanyaan aneh ku ini).


- Pak Ustad Ali


maksudnya gimana bapak ga mengerti apa yang inda maksud kan.


-Aku


ya kenapa aku sedari waktu lahir keluarga ku udah hancur? apakah aku tidak berhak untuk bahagia? apakah tuhan membenciku disaat aku lahir? aku bingung pak ustad aku juga ingin mendapat kebahagiaan seperti anak sebayan ku, aku sedih pak ustad.


Aku ingin menahan ibu ku pergi disaat dia mau berangkat kerja, tapi aku tak bisa pak ustad, soalnya apa daya ku, aku hanya anak kecik yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah dan ibu ku, cuman itu yang inginkan pak ustad tidak lebih(akupun sambil nangis menanyakan itu).


"pak ustad hanya bisa ternyum dan mengatakan."


-Pak Ustad Ali


Iya pak ustad juga tau apa yang inda rasakan ini, tapi inda harus ingat, kan indah masih punya nenek dan kakek inda yang rela banting tulang demi bisa inda memakan sesuap nasi,


Ingat inda di luar sana masih banyak anak kecil yang umuran inda yang rela banting tulang demi"sesuap nasi".Maka nya inda harus perbanyak bersyukur kepada Allah SWT yaitu tuhan kita semua.


Dari perkataan pak ustad ali aku mengerti satu hal di mana semua orang yang hidup itu jalan ke hidupannya berbeda - beda, ya aku juga tau, tapi kenaoa hati ini suka tidak pernah bisa menerima nya, lalu akupun berpamitan kepada pak ustad ali sambik tersenyum.


-Aku


Pak Ustad Ali aku duluan ya pulang, makasih banyak atas jawaban yang di berikat pak ustad ali, assalamualaikum( sambil mencium tangan pak ustad ali).


-Pak Ustad Ali


wa'alaikumsallam, Iya sama sama inda , semangat terus ya mengajinya ya, kalo mau bertanya lagi inda boleh langsung tak ke pak ustad, nanti insallah bapak bantu jalan keluarnya.


-Aku


iya pak ustad ali nanti aku akan bertanya lagi bila ada yang mengganjal di pikiran ku nanti sampai bertemu kembali.

__ADS_1


Akupun pergi meninggalkan pak ustad ali sebenarnya aku masih banyak pertayaan ke pada pak ustad ali yang ingin aku ungkapin.


Namun aku takut nya Pak Ustad Ali sedang sibuk jadi aku hanya bertanya sekali aja


sampai lah aku di rumah disaat aku membuka pintu dan mengucap salam.


-Aku


Assalamualaikum, aku pulang,


-nenek


Wa'alaikumsalam, eh udah pulang cucu kesayangan nenek, nih nenek buatin nasi goreng spesial buatan nenek , buat inda tersayang(sambik tersenyum)


"Entah kenapa rasa kesal, iri, dengki, marah ku hilang" semuanya hilang dalam sekejap, aku pun menangis memeluk nenek


-Nenek


Loh loh ko nangis, inda kenapa ? ada yang jahat di pengajian tadi(sambik raut muka khawatir)


-Aku


Tidak ko nek, bukan soal itu, inda hanya mau ucapin terima kasih, karena nenek dan kakek adalah yang terbaik buat inda, selalu ada buat inda,maafin inda yang tidak selalu patuh ke nenek dan kakek , yang suka marah marah karena mananyakan ibu dan ayah inda, inda harap nenek mau memaafkan ku(Sambil memeluk erat sang nenek)


Jawab nenek


-Nenek


Iya nenek sama kakek selaku maafin inda ko, apapun yang inda perbuat nenek selalu memaafkan inda, mau inda berubah menjadi iblis kecil pun, nenek dan kakek selalu akan memaafkan inda, karena inda nenek dan kakek bisa jadi semangat lagi mencari uangnya.


Karena di saat melihat inda rasa cape dan lelah pun langsung hilang, makanya inda tumbuh baik baik ya, jangan jadi anak yang nakal, soalnya di saat nenek dan kakek nanti telah tiada hanya do'a anak - anak nenek dan cucu - cucu yang bisa selamatin nenek dan kakek kelak di alam barzah nanti.


jawab aku


-Aku

__ADS_1


Iya nek inda berjanji akan menjadi cucu yang baik dan menjadi cucu kebanggaan nenek dan kakek


Setelah kejadian itu akupun tersadar dan akan memutuskan suatu saat, Setelah aku sudah sukses nanti, aku ingin menaik haji kan ibu, nenek, dan kakek ku kelak , dan bisa berfoto bersama di mekah nanti, akan ku kejar impian itu walau seberapa sulit jalan yang harus ku hadapi


__ADS_2