
Ini Kisah Ku X
Aku kira dia bakalan langsung berheti mengerjaiku ternyata tidak, dia malah semakin marah , Rizal pun langsung memukul muka ku tanpa ada sebab, sambil berkata.
"Jijik sumpah so kuat banget ni anak bangs*t "
yang ada dalam pikiran ku, kenapa aku harus di bully, emang apa perbedaan anak kampung dan kota, lalu aku pun menjawab
"Oh mungkin ini yang di maksud tidak semua anjing berbentuk hewan "
Rizal pun sama komplotannya langsung menghajar ku habis - habisan, setelah selesai mengahajar ku dia langsung bilang
"Hari ini cukup puas, sampai jumpa besok"
wajaku pun banya memar, dan baju olah raga ku pun banyak bekas sepatu, aku hanya bisa bertanya - tanya pada diri ku sendiri, apakah sebaik aku tidak di lahir kan, aku pun langsung bergegas ke toilet untuk membersihkan baju ku sambil ganti pakaian.
Teman - teman kelas ku pun sudah selesai olah raga nya, lau mereka langsung ke kelas, di saat teman - teman ku melihat ku, Mereka tidak ada yang peduli, mereka seperti melihat hewan kotor yang sangat menjijikan terhadap ku.
Aku hanya bisa memakluminya, bahwa aku hanyalah orang kampung, jadi wajar tidak ada yang peduli terhadap ku, lalu pelajaran pun berganti menjadi pelajaran Matematika.
Guru matematika pun datang ke kelas ku, dia langsung melihat ku, dan langsung berkata
"Inda kamu ko bisa memar - memar gitu"
Aku pun menjawab
"Engga pak tadi aku terjatuh pas di toilet hehe"
Guru matematika pun langsung bergegas membawaku ke Uks, sambil menanyakan beberapa pertanyaan
"inda bapak tidak percaya kalo kamu itu terjatuh, pasti kamu habis berkelahi yakan"
Aku hanya bisa terdiam sambil tersenyum dan aku pun bilang
" Engga ko pak serius aku terjatuh pas tadu ganti pakaian"
Pak guru pun menjawab
"Jangan berbong kamu inda, ingat berbohong itu dosa"
__ADS_1
Dalam pikiran ku, Iya aku juga tahu kalo berbohong itu dosa, aku berbohong karena terpaksa, aku tidak ingin membuat ibu ku kecewa, karena aku baru masuk di sekolah yang baru sudaj membuat masalah, aku takut di anggap anak nakal oleh ibu ku !.
Lalu aku pun menjawab
"Iya pak tahu inda juga berbohong itu dosa, makanya inda ga bohong, inda seriusan jatuh tadi pas ganti pakaian."
Pak guru pun menjawab
"Yaudah kalo gitu, bapak percaya padamu inda, jangan sampai ceroboh lagi ya saat ganti pakaian."
Dalam pikirku, Syukurlah pak guru bisa percaya atas kebohongan ku ini,
Lalu aku pun di obatin di ruang uks, dan langsung pergi kembali ke kelas bersama guru ku untuk melanjutakan pelajaran matematika.
pelajaran pun selesau, kami pun bergegas pulang, aku pun langsung menghampiri kelas adik ku, untuk pulang bareng, tetapi adik kumalah menghindar, seakan - akan dia tidak ingin melihat wajah ku dan langsung pergi.
Aku pun mengejarnya sambil meraih pundak nya, lalu dia malah menampar tangan ku dan langsung berkata
"Menjauh lah dari ku kampungan, jangan sok akrab dengan ku, jangan sekakan akan kau adalah kakak asliku , ingat itu baik baik" sambil pergi meninggalkan ku.
Dalam pikir ku, emang nya apa yang salah dengan ku, aku hanya ingin berusaha menjadi kakak yamh baik buat adik ku, kenapa adik ku sangat membenci ku, tanpa pikir panjang, aku akan buat keputusan aku tidak akan pernah memperdulikannya lagi.
Aku pun pulang sendirian naik kendaraan umum, aku pun sampe dan sambil memberikan uang nya
tempat tujuan( sambil memberikan uang Rp.500,- )
Supir angkutan umum pun membalas
"Iya dek sama - sama, hati - hati ya di jalannya"
Aku pun menjawab
"Iya pak terima kasih sudah menbingatkan"
Aku pun berjalan kaki untuk pulang menuju rumahku, ya bisa di bilang rumah ku ke jalan raya luman jauh, soalnya rumah ku masuk gang.
Aku pun sampai dirumah, dan langsung membuka pintu sambil mengucapkan
"Assalamualaikum, aku pulang"
__ADS_1
namun tidak ada yang menjawab salam ku, Adik ku pun tidak ada dirumah, mungkin dia sedang main.
Aku jadi sangat rindu kampung halaman ku, biasanya di saat aku pulang pasti bakal ada yang menjawab salam ku oleh nenek atau kskek ku, aku sangat merindukan kakek dan nenek ku saat ini.
Dan keadaan rumah ku pun pasti sangat hangat soalnya selalu ada nenek dan kakek ku yang menantikan kepulangan ku, berbeda jauh dengan ke adaan aku saat ini, ayah ku kerja, ibu ku juga sama keeja jadi keadaan di rukah sangat lah sepi sekali
Disana aku banyak mempunyai teman, kalo dis sini, aku sama sekali tidak mempunyai teman, sumpah demi apa pun , aku ingin kembali ke kampung halaman ku, aku sangat sedih dan sangan terpukul di sini.
Keberadaan ku di sini seperti tidak di inginkan, aku di ibaratkan hanya sebagai pelengkap keluarga saja, aku tidak merasakan adanya tali keluarga di sini, andai waktu bisa di putar aku tidak ingin berada di sini, ujar dalam hatiku.
Aku pun main keluar saking bosannya di rumah sambil ingin membeli telur ke warung, aku pun pergi beranjak meninggalkan rumah, dalam perjalanan aku melihat kakak smp yang sedang bermain bola di lapangan.
kakak smp itu sedang tanding melawan geng Rizal, aku pun menghampiri untuk melihat pertandingannya, seru sekali dari ke dua belah pihak saling membalas gol, namun ada pemain kakak smp itu yang cedera, dan tidak ada pemain pengganti di sana.
terus ada seorang kakak yang memanggilku yang memanggilku, sambil berkata
"Hey dik, mau main ga gantiin kakak, udah gakuat sakit sekali nih kaki "
Aku pun menghampiri nya sambil bilang
" Aku kurang berbakat ka bermain bola"
padahal aku suka banget bermain bola, terus Rizal memotong pembicaraan ku sambil bilang
"Hahaha, mana mungkin anak kampungan seperti dia bisa bermain bola"
Dia terus saja meremehkan ku.
lalu kakak smp itu membelaku sambilang
"Dipermainan bola tidak ada yang memandang orang kota ataupun orang kampung ! yang lebih di utamakan adalah skill bolanya, jadi jaga tuh mulu"
Aku pun semakin semangat karena kakak smp itu membelaku, Lalu aku pun menjawab kakak smp itu
"Yaudah ka, aku bersedia gantiin kakak, tapi maaf kalo misalnya aku malah menjadi beban di tim kakak"
Kakak smp itu pun menjawab
"Iya dek boleh silahkan, kakak bersama tim , sangat tertolong banget, sambil tunjukin skill bola kamu dek, jangan mau di remehkan oleh orang lain"
__ADS_1
Aku pun turun kelapangan menggantikan kakak smp itu dan permainan pun di mulai kembali.
Next Chapter 11