Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Perkelahian Di Sekolah


__ADS_3

Ini Kisah aku IV


Setelah gagal menjadi juara 1 aku pun berniat untuk membuktikannya disemester 2 yang akan datang, Walau harus berkorban uang jajan ku di potong Rp500,-.


"ya, aku tahu" bagi kalian uang Rp.500,- adalah hal yang biasa, tapi bagi ku itu sangat berarti buat ku soalnya kenapa?


karena uang itu. Di dapatkan dengan jerih susah payah oleh nenek dan kakek ku.


"sebagian dari kalian " mungkin menganggapnya adalah yang sangat muda di cari uang segitu, tapi bagi keluarga ku uang senilai segitu adalah kunci buat bisa bertahan hidup dari dunia yang gatau arah selanjutnya kemana.


Aku tahu aku miskin, dan terserah kalian mau menganggap ku apa, aku sadarkan diri ini memang ini lah aku, dengan segala kekurangan dan kelebihan kekuarga ku.


Aku hanya punya semangat untuk berusaha nanti bisa membahagiakan ke dua bidadari ku, yaitu nenek dan ibu ku. yang aku ingin saat ini, semoga tuhan memanjangkan umur beliau dan bisa melihat aku disaat sudah sukses nanti.


Yang aku salutkan dari ibu, nenek dan kakek ku adalah. Karena Usia rentan beliau tak menghalangi semangatnya, meski raga letih terlihat jelas pada raut wajah diri beliau. Engkau masih bisa menyembunyikan senyum keikhlasan itu.


Disaat itulah aku tak pernah gentar, aku pun tak pernah menyerah, bergetar hati ini melihat kalian meneteskan keringat kalian demi sesuap nasi.


Semoga lelahmu menjadi lillah, dan semoga perjuangan mu menjadi berkah, engkaulah pejuang yang menafkahi anak kecil ini, meski ayunan air matamu menggenang lirih juang, tapi semangat mu terus berkobar.



"Pagi pun meyambut Hari ini." di bawah cerah nya langit. Di antara terpaan cahaya matahari, aku pun berangkat kesekolah dengan melangkah kan kaki kecil ini.


Sambil di iringi senyum mentari yang akan segera menghampiri dunia ini,


Setelah selasai pelajaran akupun tertidur pas jam istirahat, lalu teman ku membangunkan ku.


"Rinda." Bangun! ambil cangkul mu mari mengaduk bersama ku.Akupun terbangun mendengar suara teman ku.


Namanya : Asep suka di panggil asjo, ya pasti kalian bertanya - tanya kenapa di panggil asjo, nama kepanjangannya Asep Jordan jadi yah sama semua teman memangginya asjo, ya jandinya biar di singkat.


Aku pun terbangun, dan mengatakan "Kenapa si asjo baru juga tidur aku."? asjo pun menjawab,


Cepat bangun itu si Aam berkelahi dengan si Sandi !


ya bisa di bilang si sandy adalah premannya kelas 1 A ini, lalu akupun menjawab.

__ADS_1


"Ah males buat apa bantu juga , ga ada untungnya buat aku" lalu si asjo pun marah marah karena ucapan ku yang tidak sopan ini,


"Kamu kenapa sih hah? teman lagi dalam bahaya malah di cuekin gitu, gue berharap besar sama lu tuh, karena lu yang belum pernah di ganggu si sandi, aku kira kamu juga sama preman kelas, ternyata aku salah menilai mu inda, yaudah sorry udah ganggu"


Dalam pikir ku "Hah emang nya kenapa dengan ku perasaan aku hanya mengabaikannya , biar terjauh dari masalah, tapi dia ko bilang gitu, yaudah aku bantu aja sekali biar ga mikir yang aneh - aneh dia(dalam pikirku)


"Yaudah dimana tempatnya,? aku akan pisahkan mereka biar ga terjadi perkelahian,asjo pun menjawab"yaudah ayo ikutin aku, ke kuburan dekat sekolah"


kami pun berlari ketempat itu, cuman sayang kami terlambat, Aam sudah babak belur sekali, lalu aku pun menendang si sandi sekuat tenaga, Sfx : dug


"kamu ngapain si sandy kita kan temenan ko kamu bisa bisanya menghajar si Aam",sandi pun menjawab


"emang lu siapa nya si sandi hah? berani - berani ganggu urusan gua?"


akupun sangat kesal dan keceplosan bilang


"Gue temannya emang lu mau apa".


Duh sialan kenapa harus bilang gitu sih (dalam pikir ku) sandi pun menjawab


"Yaudah lu maju yang gantiin si Aam, gue penasar soalnya lu kaya kuat makanya gua tidak pernah ganggu lu"


"mau seberapa miskin kita inda, jangan pernah lupa untuk menolong yang sedang ke susahan.! "


aku pun bangkit dan bertatap muka dengan si sandi"yaudah kapan mulai nya?. " ucap aku,


sandi pun membalas sambil melayangkan tinjunya tepat ke muka ku sambil bilang


"Sekarang bangs*t"


akupun terpukul banyak sampai bonyok muka ku, aku sudah pusing dan tidak bisa melihat dengan jelas mata ku blur, dan darah pun mengalir lewat hidung ku, aku hanya punya satu cara yang bisa menghentikam pukan si sandi.


"hiyat" ( dug) sandi pun langsung menangis, aku pun ke bingungan loh perasaan cuman sekali aku menendang nya ko langsung nangis" dan yang ternyata aku menendang burung nya.


pertarungan pun selesai karena disaat ada siswa yang nangis dalam perkelahian dinyatakan kalah, sontak aku pun bingung loh kenapa aku menang perasaan aku yang paling bonyok, (dalam pikir ku)


Asjo pun langsung menepak punggungku sambil bilang. jika tidak sia - sia aku minta pertolongan mu inda, aku kira kamu bakalan kalah melawan si sandi, soalnya dia bertubuh besar dan kuat, terima kasih sobat telah selamatkan Aam kawan ku sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


akupun langsung pergi dan mengabaikannya sambil bilang, "iya sama sama , jangan ganggu tidur siang ku" sambil pergi meninggalkan mereka.


sesampai di sekolah aku dan Aam di panggil ke ruang kepala sekolah, kepala sekolah sangat marah sekali sambil bilang


"Inda kamu kenapa berkelahi dengan Aam hah? inda tau Aam adalah murid kebanggan kelas mu, tapi kenapa kalian malah berkelahi."


Sontak akupun terdiam sambil bilang


"Hah kenapa jadi aku yang di salahin"


kepala sekolah langsung menamparku tanpa alasan tertentu dan ga kasih kesempatan buat ku untuk protes.


lalu kepala sekolah langsung bilang


"kamu di skor selama 1 minggu ku harap kamu bisa berpikir dengan bersih setelah diskor"


akupun bingong sambil melamun apa itu diskor, apa diskor adalah ke kuatan di sekolah ini(sambil semangat) paguru pun langsung menjelaskan apa itu diskor, kepala sekolah pun langsung menjawab.


"oh iya kamu gak tau diskor, diskor adalah saat seorang siswa/siswi melakukan kesalahan besar! "


Akupun kaget kenapa harus di skor? dan kenapa harus aku yang di salahin? akun kira dapat kekuatan, perasaan aku hanya menolong Aam, dan yang aneh nya Aam hanya bisa terdiam kaku,akupun sangat jadi marah sama Aam, lalu akupun berpikir ini tidak beres harus aku selidiki


Dan aku pun langsung pulang kerumah sambil muka bonyok dan noda darah di baju putih ku, lalu nenek sama kakek langsung memeluku sambil bilang


"Kamu kenapa ? kamu berkelahi dengan teman mu."


Aku bilang


"iya nek"


dan neneku pun menjawab


"besok nenek akan ke sekolah, sambil mau menanyakan apa yang terjadi!"


Lalu aku pun panik soalnya kenapa nenek ku tidak akan sungkan sungkan mengatakan unek unek yang ada di dalam hati nya, ketambah Aam ga salah kayanya dia ketakutan sekali sama si sandi, aku pun menjawab


"Tidak nek, gapapa ini urusan inda, inda tau ini bukan keputusan yang tepat, tapi inda mau selamatin teman inda yang di bully di kelas, karena dia tidak sanggup melawan, sampai takut sekali ke yang ngebully nya jadi dia menyalahkan inda"

__ADS_1


Next chapter 5


__ADS_2