
Ini Kisah Ku XVI
Hari pun berlalu, sekolah pun juga sedang bebas, karena saat ini sedang ada turnamen sepak bola antar sekolah, namun aku tetap ke sekolah hanya karena ingin mendapatkan uang sekolah saja.
Seperti biasa aku hanya berdiam diri di kelas untuk memulikan stamina ku, lalu ada seorang gadis jugabyang sedang di kelas namanya kalo tidak salah Karisa Anjani,dia menutu ku cantik tapi kaya nya dia juga nampak nya dia pendiam dan tidak mempunyai teman seperti ku, namun aku mengabaikannya saja.
aku sangat nyaman dengan posisi kelas sepi, tidak berisik, seperti menemukan ke damaian, dan geng Rizal pun tidak muncul kayanya di sedang menonton turnamen antar sekolah itu, baguslah karena aku sangat ingin dia menghilang saja dari bumi.
Lalu Karisa pun bertanya sambil tidak melihat ke arah ku sedikitpun
"Kenapa kamu tidak ikut serta dalam turnamen"
Aku punn menjawab
"Itu sangat merepotkan bagi ku"
karisa pun menjawab
"Padahal dari yang aku lihat kamu nampak jago bermain bola, dan para wanita di kelas pun kaya nya sangat suka padamu"
Hah suka? perasaan aku jarang sekali beradaptasi dengan mahluk yang nama nya wanita, mungkin dia hanya sedang bercanda (ujar dalam pikir ku) aku pun menjawab
"hoh benar kah"
Karisa
"Iya"
Dan percakapan kami pun berhenti, Tunggu dulu kenapa jadi canggung begini, suasanya nyaman di kelas pun seakan langsung menghilang saat kami bercanda, ada apa dengan perasaan ini, kenapa jantung ku seakan berdegub dengan kencang.
Tanpa pikir panjang aku langsung keluar kelas untuk menenangkan kondisi ku yang aneh saat ini, dan meninggalkan Karisa.
Dan dia juga ikut keluar kelas ternyata, dalam pikir ku, wah ini bencana kenapa seakan-akan aku menjadi kaku saat dekat dengan karisa, dan karisa pun bertanya.
"Mau ke kantin bersama?"
Hah kantin kenapa dia mengajak ku ke kantin, seakan-akan dia tidak mau sendirian, aku pun menjawab.
__ADS_1
"Silakan saja sendiri, nanti aku kekantin kalo sudah mulai lapar"
Huh jawaban yang sangat bagus untuk menghindari awal mula pertemanan, ayo pertahankan sikap dingin mu ini jangan sampai hancut lagi karena mempercayai orang lain.
Karisa pun menjawab
"Oh yaudah aku juga nanti kalo sudah lapar"
Ya tuhan kenapa engkau memberikan bencana seperti ini kepada ku, dan aneh nya kenapa dia mengikuti ku terus, sumpah ini membuat ku sangat tidak nyaman, hah cobaan dunia memang selalu membuat ku tak sanggup seperti ini.
Aku pun mengabaikannya dan tidak menjawab percakapan karisa, tapi kenapa seksrang tubuh ku kaku serasa untuk bergerak, seakan-akan ada yang menghambat di kaki ku, ini baru pertama kali nya aku merasakan tubuh ku yang aneh seperti ini.
Aku ingin sekali melangkah kan kaki ku ke dalam kelas tapi tidak bisa sama sekali, dam yang bikin parah nys lagi perut ku berbunyi
"Krruukkk"
Citra pendiam ku hancur seketika, dan muka ku langsung memerah, dan aku melihat karisa tertawa sambil bertanya sembari menarik tangan ku
"haha udah ayo jangan kebanyakan diam itu perut sudah memanggil"
Saking malu nya aku tidak bisa melontarkan sepatah kata pun, dan hanya bisa terdiam terbawa arus si karisa, wahai diriku yang pendiam tunggu lah aku, aku pasti akan menjemput mu kembal(dalam pikirku)
kantin sekolah di jaga oleh kakak Yusup,
mungkin ini yang ke dua kali nya aku menginjakan kaki ku di kantin sekolah baru ini.
"Eh karisa tumben sekarang berdua ke kantinnya, dia siapa apakah murid baru, kakak baru melihat nya di sini" Ucap kak Yusup
karisa pun menjawab
"hehe iya kak ini teman baru ku nama nya Rindaman, oh iya emang dia murid baru disini, mungkin sudah berjalan 1 bulan belajar di sekolah ini, karena dia tidak mempunyai teman seperti karisa, makanya aku ajak dia supaya bisa kenal juga sama ka yusup"
"Oh begitu, salam kenal Rindaman, semoga kamu bisa berteman baik dengan karisa ya, karena karisa adalah anak yang sangat baik namun sayang nya teman-temannya suka pada menjauhi karisa,kakak titipkan karisa ke padamu di sekolah ini ya"
Hah titip emang nya aku ayah nya apa, lagian aku sama sekali bukan temannya, ini juga baru pertama kali nya aku berbicara dengan dia
aku pun menjawab
__ADS_1
"Aku bukan tem" karisa langsung menutup mulut dan mempton pembicaraannya sambil bilang
"Kak yusup pesan nasi kuningnya dua ya seperti biasa"
"Oke siap karisa" ucap yusup
Karisa pun langsung membawaku ke meja makannya dan sambil bilang
"Udah diem aja, jangan ngomong gitu di depan ka yusup, kak yusup sudah seperti kakak kandung ku di sekolah ini, kalo kalo ngomomg begitu, kak yusup bisa saja jadi sedih"
akupum menjawab
"Lah terus apa urusannya dengan ku, aku hanya ingim bilang kejujuran nya saja ko , berbohomg itu dosa tau ga"
"Iya Rindaman, karisa juga tahu, tapi ada ko kebohong demi kebaikan agar orang itu bisa semangat"(sambil tersenyum)
Saat karisa tersenyum dia sangat manis sekali, dan wajah ku mendadak memerah lagi karena soal sepele dia tersenyum, tenang lah inda kamu adalah anak yang tidak akan peduli lagi pada siapapun. kamu harus extra kuat menghadapi bencana ini dalam pikir ku.
Dan kak yusup pun datang membawa nasi kuningnya sambil bilang
"Karena hari ini hari yang spesial , kakak juga buatkan nasi kuningnya spesial dan gratis buat kalian"
"Wahhh, makasih kak yusup , sering-sering yah gratisinnya biar karisa betah kesini terus hehe"ucap karisa
"eeeiit tidak semudah itu juleha, nanti kak yusup bangkrut tidak akan berjualan lagi kalo gitu"
"haha siapa lagi juleha, engga ko bercanda kak yusup, makasih banyak yah kak yusup, semoga allah menggati kebaikan kak yusup lebih dari ini aamiin"ucap karisa
"iya makasih karisa aaamiin , yaudah makan dulu nasi kuning nya nanti ke buru dingin malah jadi tidak enak"
Aku di sana hanya terdiam sambil berpikir
Mereka seperti adik kakak, tapi mereka tidak serumah, dan tidak juga sedarah, kenapa bisa begitu?
Sedangkan aku ? aku hanya bisa bertengkar dengan adik tiri ku, bahkan juga dengan ayah tiri ku ,sumpah ini membuat ku menjadi bingung apakah kebahagian semua orang itu berbeda-beda atau aku saja yang tidak di perbolehkan untuk merasakan kebahagiaan yang namanya keluarga?
Sumpah mereka membuat ku Iri ! bahkan aku juga ingin merasakan keharmonisan kakak adik walaupun berbeda darah, aku juga sudah berjuang sekuat tenaga agar bisa menjadi kakak yang baik buat adik ku, entah kenapa seberusaha apa pun aku, pasti tidak akan ada hasil nya sedikit pun !
__ADS_1
next chapter 17