Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Awal Mula No Life


__ADS_3

Ini Kisah Ku XIV


"Kenapa harus bawa nama kampung - kampungan terus sih yah? emang apa salah nya kalau inda dari kampung, dan kenapa ayah juga mau sama ibu inda? ibu inda juga dari kampung ko kenapa ayah menerima ibu inda, dan iya inda habis berkelahi kemarin, lagian inda juga melawan karena inda tidak salah apa - apa ko, lagian dia juga yang mulai masalah nya bukan inda"


Sontak aku kaget karena aku keceplosan dan meluapka amarah ku terhadap ayah tiri ku, ayah tiri ku langsung marah besar seksli dan menampar ku untuk yang ke 2 kali nya sambil bilang


"Oh udah berani melawan yah kamu, di sekolah bukannya bener malah makain goblok!"


dia pun langsung menarik ku ke ruang tamu sambil menendang ku sambil bilang


"Tuh urus anak mu , ayah udah ga sudi lagi harus mengurus nya, kenapa mamah juga harus membawa anak itu, ibu juga udsh tau kalo ekonomi kita juga pas - pasan "


Dan ibu ku pun langsung memeluk ku sambil bilang


"Kenapa sih yah, kamu kok kasar banget sama anak ibu, perasaan ibu belum pernah tuh ke si andra bertidak sekasar ini, ibu juga belum pernah tuh pilih kasih ke si andra, dan kenapa ayah kalo bertindak sesuatu harus pakai kekerasan, kenapa tidak gunakan dulu dengan otak yang dingin, jujur yah ibu sakit hati melihat anak kandung ibu harus di perlakukan sekasar ini di depan mata ibu sendiri".


Kenapa aku harus mengucapkan itu ke ayah tiri ku, sumpah aku udah tidak bisa berpikir dengan jernih, ayah dan ibu ku langsung bertengkar di depan kepala mata ku sendiri, dan itu adalah itu karena salah ku, karena aku tekah membuat ayah tiri ku marah.


Aku pun mencoba untuk menenangkan mereka berdua sambil bilang


"Udah ayah ibu jangan bertengkar, inda yang salah, inda minta maaf , inda janji tidak akan menjadi anak yang nakal lagi, udah jangan bertengkar, inda ga mau melihat ibu dan ayah bertengkar" sambil menangis.


Ayah aku pun menjawab


"Kamu diam dulu , ini bukan urusan mu! dan jangan pernah panggil aku dengan sebutan ayah lagi, karena kamu bukan anak ku paham !"


Sontak aku kaget banget, mendengar perkataan ayah ku, kenapa ayah ku mengatakan hal sekejam itu terhadap ku,

__ADS_1


aku langsung berlari ke kamar sambil menangis, dan langsung mengunci kamar ku, aku pun langsung tidak ingin keluar kamar lagi, aku menangis sekencang - kencangnya di dalam kamar.


Ibu dan Ayah aku pun masih bertengkar di ruang tamu itu, entah berapa lama pertengkaran itu pun reda dengan sendirinya, dan ibu ku mengetuk pintu ku sambil bilang


"Inda buka ,ini ibu nak, buka pintunya , ibu mau ngobrol sama inda sebentar aja , ibu mohon buka pintunya inda"


Aku pun membuka pintunya, dan ibu ku langsung memeluk ku sambil menangis dan berkata


"Inda maafin ayah mu yah, dia mungkin lagi kesal makanya memukul inda, inda kalo lagi ada masalah harusnya inda langsung ngomong ke ibu, ibu juga pasti bakal membantu inda ko,


apa inda tidak betah berada di rumah ini bareng ibu"


Aku pun menjawab


"Iya bu aku selalu di pukuli di sekolah, dan di rumah aku seakan - akan Inda tidak di anggap di sini, inda sangat sedih sekali ibu, tidak di sekolah tidak di rumah inda selalu merasa tertekan, inda ingin pulang lagi ke kampung halaman inda, ke rumah nenek lagi bu, inda ga kuat di sini bu, di satu sisi inda sangat senang bisa serumah dengan ibu, tapi di sisi lain inda sangat tertekan di sini"


Ibu ku pun menjawab


Kasian juga ibu ku, udah masuk uang nya ke sekolah, mau tidak mau aku juga harus menuruti kemauan ibu ku itu, soalnya kasian ibu ku dia mencari uang untuk menyekolahkan ku tapi aku malah tidak sopan berkata ingin langsung pindah ke kampung halaman ku.


Aku pun menjawab


"Yaudah ibu gapapa kalo gitu , inda akan sekolah di sini sampai inda masuk smp, dan ibu juga ga usah datang ke sekolah, ini urusan inda, ibu percaya aja sama inda, inda bisa beresin masalah ini"


Dan ibu kun menjawab


"Yaudah kalo inda ga mau ngomong, ibu akan percayakan masalah di sekolah ke inda aja" ibu ku pun langsung memeluk ku dengan erat,

__ADS_1


Entah kenapa ini pertama kali nya ibu ku memeluk ku dengan erat sambil menangis, aku pun tanpa sadar tersentuh hati ku, sambil merasa bersalah dengan apa yang telah ku perbuat terhadap ayah ku tadi, yang membuat ibu dan ayah ku bertengkar, kenapa aku harus melontarkan kata - kata yang tidak pantas ke ayah tiri ku, dan aku sudah membuat senyum bahagia ibuku hancur.


Dan aku pun dari sana mulai membuat keputusan untuk tidak akan menambah teman atau membuat masalah dengan orang lain lagi,


"dan ini lah awal mulai nya nolife terjadi."


Aku pun langsung menghampiri ayah ku sambil meminta maaf, tapi ayah ku tidak menjawab permintaan maaf ku, aku pun langsung balik lagi ke kamar sambil bilang ke ibu ku


"Ibu maafin inda yah, maafin inda yaudah buat senyum kebahagiaan ibu hancur, inda janji setelah inda masuk smp, inda tidak akan pernah membuat ibu sedih lagi."


Yang dalam artian aku tidak akan mengganggu keluarga ibu ku lagi


Dan ibu ku pun menjawab


"Kenapa inda ngomong gitu, inda udah ada dirumah ini juga ibu udah bahagia banget, bisa melihat inda setiao hari, tapi kalo itu keputusan inda , ibu tidak bisa melarang inda, karena semua keputusan ada di inda"


Aku pun tersenyum sambil bilang


"Iya bu, inda janji akan jadi anak yang baik nanti pas di berada dikampung halaman inda, inda janji akan menjadi anak yanh sholeh"


Ibu ku pun menjawab


"Iya inda , ibu percaya ko ke inda"


dari masalah yang aku hadapi saat ini, aku dapat sebuah pelajaran seolah - olah semesta menamparku dan berkata


"Jalan mu ku persulit dulu yah, agar hati mu hebat dan semakin kuat."

__ADS_1


Next Chapter 15


__ADS_2