Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Seleksi Turnamen bola


__ADS_3

Ini Kisah Ku XV


Dimana pun kita berada, pembenci itu pasti selalu ada, entah mau diluar rumah atau pun di sekolah.


Dan ke esokan hari nya, aku berangkat ke sekolah, dengan mau menggunakan karakter baru ku , yaitu menjadi pendiam dan tidak banyak melakukan bersosialisasi.


Sesampai di kelas seperti biasa aku tidak mempunyai teman satu pun, haha mungkin ini yang terbaik buat ku ujar dalam pikir ku.


Pelajaran pertama adalah pjok atau olahraga, kami pun langsung mengganti pakaian kami masing - masing dan langsung berangkat menuju lapangan.


Guru olah raga pun bertanya


"Baik kita adakan seleksi, buat turnamen sepak bola antar sekolah, tim lelaki di bagi menjadi 2 regu, dan untuk tim kelebihan pemain harus menunggu dulu sebagai pemain cadangan"


Semua murid laki - laki sangat senang, namun entah kenapa ini pertama kali nya aku sangat bosan untuk mengikuti seleksi buat turnamen sepak bola.


Kami pun sudah membagi menjadi 2 tim, entah kenapa, atau perasaan ku saja, murid laki - laki yang setim dengan seakan - akan mereka teramat tidak sudi setim dengan ku, yah apa boleh buat mungkin aku akan tunjukan skill main bola ku terhadap yang meremehkan ku


"Dan permainan pun di mulai"


Dari sekian lama pertandingan di mulai semua tim ku , tidak ada yang mau mengoper bola nya pada ku, sumpah ini membuat ku marah, aku langsung merebut bola nya dari si zenal yaitu captain tim ku.


Di saat dia lengah aku langsung mencuri bolanya Jenal pun marah sambil bilang.


"Lu ngapain rebut bolanya dari gue hah udah gila ya?" aku pun menjawab nya


"Lihat dan perhatikan aja gue bermain !"


Aku dari tengah lapangan memgiring bola sambil berlari dan mengecoh 5 pemain,dan di akhir berhadapan langsung dengan kipernya, aku langsung menendang ke arah kiri, dan mencetak gol bagi tim aku.


aku pun kembali ke belakang sambil bilang ke Jenal


"Kalo ga bisa mengiring bola, oper bola nya ke gue, nanti gue bakal buat tim ini menang, percaya aja ma gue"

__ADS_1


Dan akhirnya pertandingan selesai, Dan pertandingan pun di menangkan oleh tim kami, aku pun langsung ke kamar toilet untuk mengganti baju yang penuh dengan keringat ini.


Setelah aku keluar dari toilet sudah ada yang menunggu ku yaitu Rizal, rijal pun bertanya


"Permainan mu tidak buruk juga kampungan"


Aku hanya menjawab dengan menganggukan kepala dengan wajah dingin, Rizal pun langsung memukul ku dari belakang sambil menggenggam baju ku dan berkata.


"Oh Sudah berlaga lagi lu yah, mau minta di hajar lagi anak kampungan"


Aku hanya bisa pasrah aja soal nya habis olah raga badan ku cape stamina pun sudah habis, lebih baik diam dari pada harus memperbesar masalah ini ujar dalam pikir ku.


dan entah kenapa Rizal pun langsung melepaskan genggaman tangannya di baju ku sambil bilang.


"Yu ah bosen dia ga ada perlawanan, memuakan saja "


Rizal dan geng nya pun langsung pergi meninggakan ku, dalam pikir ku, tumben banget dia ga menyiksa ku lagi, biasa nya dia paling hoby menindas dan memukul orang lain.


Setelah kejadin itu aku pun beranjang pergi ke kelas dan tidak mempermasalahkan kejadin di toilet tadi, karena sudah jam istirahat tempat favorit ku biasa di dalam kelas, untuk memulihkan energi ku yang terkuras saat tadi bermain bola.


"Lo tadi kemana? Guru olahraga nanyain, kenapa lo langsung meninggalkan lapangan dan tidak merayakan kemenangan tim kita?"


Aku pun menjawab.


"Gue tadi ke toilet langsung ganti baju, emang mau ngapain Guru olah raga nanyain gue?,oh Engga ah males cape."


Jenal pun menjawab


"Oh yaudah kalo gitu, tadi guru olah raga nanyain katanya lo terpilih buat turnamen antar sekolah nanti dan nanti pas pulang sekolah kita harus kumpul dulu buat atut posisi nanti, oh yaudah gue juga ngerti karena lo tadi main bola habis-habisan"


Aku pun menjawab


"Oh gitu bilangin aja gue ga mau ikutan, gue menangin bola juga karena gue sangat benci yang namanya ke kalahan"

__ADS_1


Jenal pun menjawab


"Lah ko gitu sih, lo main udah bagus sayang banget kalo ga di terusin, tapi gue sih gapapa itu keputusan lo gue hanya berharap lo juga bisa bermain"


Aku pun menjawab


"Hehe makasih tapi maaf gue ga bisa, soalnya gue masih banyak yang harus di kerjain di rumah"


Dalam hati ku, aku juga ingin sekali bisa ikut turnamen, entah kenapa hati ku sulit sekali untuk terbuka terhadap orang lain, karena rasa trauma yang aku alami saat kejadi dirumah itu membuat ku menjadi sulit untuk bersosialisasi.


Waktu pun berlalu sekolah pun selesai, aku langsung pulang dan pak guru langsung menghampiri ku ke kelas dia bertanya.


"Kenapa kamu ga mau ikut turnamen antat sekolah inda? bapak sangat ingin kamu ikut serta dalam kompetisi turnamen antar sekolah itu"


Aku pun menjawab


"Bukan nya saya tidak ingin pak saya banyak pekerjaan di rumah, soalnya di rumah ibu ku tidak ada aku harus siapin makanan buat nanti ibu ku pulang"


Maaf kan aku pak guru bukannya aku tidak mau, aku cuman ingin menenang kan diri dulu sendiri di kamar.


Pak guru pun menjawab


"Oh gitu rupanya, yaudah gapapa bapak tidak akan memaksamu untuk ikut serta, tapi kamu harus ikut ke lapangan turnamennya ya, buat nyemangatin teman-teman mu"


Aku pun menjawab


"Iya pak insallah kalo saya sedang tidak ada urusan dirumah saya akan datang untuk mendukung tim sekolah"


Pak guru pun langsung meninggal kan ku dan memulai untuk latihan turnamen, dan pas di gerbang aku melihat adik ku andra kaya nya dia sedang di tindas, dan andra pun melihat ke arah ku, dan dia langsung melawan ke yang menindas nya.


aku pun melihat andra dengan tatapa dingin tanpa memperdulikannya dan langsung menaiki kendaraan umum, bukannya aku tidak ingin membantu, tapi dia sendiri yang bilang "jangan sok akrab dengan ku seakan-akan kau adalah kakak kandung ku"


jujur itu membuat ku sangat sakit hati, dan aku tidak ingin membuat hati ini tergores lagi walau pun hanya sedikit saja, karena pada dasarnya luka yang paling tajam itu adalah mulut kita, memang kita bisa menghiraukannya dalam otak, tapi hati tidak akan langsung mampu menghiraukannya.

__ADS_1


aku pun sampai di rumah


Next Chapter 16


__ADS_2