Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Awal Mula Ke Hancuran Kepercayaan


__ADS_3

Ini Kisah Ku VIII


Setelah beres nya Kenaikan kelas sekolah, kami pun di libur kan 2 minggu, yah sih bagus, itung - itung menenangkan otak rontok, keseharian ku di saat libur seperti biasa, membantu nenek ku berjualan di pasar.


Setelah membantu nenek, aku pun memijat kakek ku yang baru pulang dari perkebunan, terus beres - beres rumah, mengaji ya begitulah.


Liburan 2 minggu pun berakhir, besok sudah harus masuk sekolah lagi, lalu nenek pulang sambi bawa belanjaan.


nenek ku pun bilang


"Indaa, nenek punya hadiah buat inda"


aku pun sangat senang mendengarnya, lalu aku pun menjawab.


"Asik, hadiah apa nek.?"


Nenek pun menjawab, sambil membuka hadiah nya


" Tara, ini namanya sampul buku, biar buku inda ga cepat rusak"


Aku pun senang sekali mendengarnya , akhirnya aku punya sampul buku seperti teman - teman ku, lalu aku menjawab


"yeeee, makasih nenek, inda seneng banget"


Nenek ku pun menetaskan air mata sambil bilang


"Maafin nenek ya inda, nenek hanya bisa berikan hadiah yang bisa di bilang ga ada artinya, maafin nenek yang ga bisa belikan hadian mainan seperti anak - anak lainnya"


Aku pun menjawab


"Gapapa nek, segini aja inda udah bersyukur banget, malahan inda seneng loh nek , akhirnya buku inda bisa seperti kaya teman - teman inda" ujar kata ku


Nenek ku pun memeluk ku sambil bilang


"Syukur lah kalo inda seneng, nenek juga ikut seneng, belajar yang rajin lagi ya inda, karena inda mendapatkan posisi ranking ke 4, nenek tambahin uang jajan inda menjadi Rp. 2000 karena sudah mendapatkan ranking ke 4 terbesar "


aku mun mendengarnya langsung senang sekali,aku pun menjawab


"Yee makasih banyak ya nek, inda seneng banget, inda janji pasti bakal bahagiain nenek dan kakek di saat inda sukses nanti, do'akan aja inda ya nek biar bisa tercapai"


nenek pum menjawab


"Iya inda, nenek selalu do'ain yang terbaik ko buat inda, setiap hari nenek do'ain inda"


Itu Adalah kenangan Terindah semasa kecil ku yang pernah ku rasakan saat ini, namun luka baru pun muncuk setelah akh menduduki kelas 4 sd.

__ADS_1


Dimana hari itu aku sedang dalam perjalan pulang kerumah, dan betapa kagetnya aku, melihat ibu ku pulang kerumah, Aku sangat senang sekalih bisa melihat ibu ku lagi,


lalu aku pun berkata


"Ibuu aku pulang (sambil berlari dan memeluk ibu ku)"


Ibu ku pun menjawab


"Iya inda selamat datang, gimana sekolah nya lancar? "


aku pun menjawab


"Lancar bu, seperti biasa , dan aku juga mendapat nilai 100 di mata pelajaran IPA tadi(sambil menunjukan)"


ibu ku pun menjawab


"Wah , bagus bagus inda pertahan kan ya, ibu bangga sekali padamu"


Lalu aku pun bercerita segala banyak hal yang terjadi di sekolah ke ibu ku,aku sangat senang bisa bercerita ke ibu ku, karena aku sangat kangen sekali ke ibu ku.


Tina - tiba ibu ku menyuruh ku bermain ke luar, lalu aku bertanya


"Emang kenapa bu"


Ibu ku pun menjawab


Aku pun menjawab


"Yeee terima kasih Mah, yaudah inda main dulu assalamualaikum"


Ibu ku pun menjawab


"Iya sama - sama inda, ,wa'alaikumsalam, jangan main jauh jauh"


Aku pun menjawab


"Iya mah"


Aku pun langsung berangkat main , ke lapangan sawah, dimana tempat bermain ku bermain bola, setelah selasai bermain bola , aku pun langsung pulang, soalnya aku merasa lapar, sesampai tiba dirumah aku pun bertanya kepada nenek ku,


"Nek, tadi nenek sama ibu ngobrolin tentang apa"


Nenek pun menjawab


"Sebentar lagi , kamu bakal mempunyai ayah baru, jadi anak yang baik ya inda ga boleh nakal di tambah kamu bakal punya adik baru"

__ADS_1


Aku pum merasa sangat bahagia, nenek ku berkata begitu, akhirnya aku punya ayah baru di tambah aku punya adik sekarang, aku sangat berterima kasih sekali pada mu ya allah telah menjawab semua do'a - do'a ku.


Ternyata aku salah , Aku kira aku bakal bahagia mempunyai ayah tiri dan adik tiri, ternyata kebalikannya, aku salah besar,


Ayah tiri ku bernama "Dedi"


Dan adik tiri ku bernama "Andra"


Aku pun akan di pindahkan ke sekolah baru. "Sekolah Dasar Negri bandung Baru 2"


Disaat ke munculan mereka dalam hidup ku, mereka merebut ibu dari ku saat itu tiba, Ibu ku pun membeli rumah bekas biar bisa tinggal bersama ,aku pun dipaksa ikut bersama ibu ku, dan sekolah ku pun di paksa pindah, inilah awal mula dimana aku menjadi pendiam.


Disaat kami semua sudah pindah, aku pun mempunyai kamar tapi sekamar dengar adik tiri ku, dan aku pun bersekolah yang sama deganadik tiri ku cuman beda kelas doang,


Aku kelas 4 dan adik ku kelas 2 kami hanya berbeda 2 tahun, awal mula tragedi nya berawal di hari minggu di saat liburan sekolah, aku hanya berdiam di kamar tidak kemana mana, terus adik ku berkata


"Kakak, main yu bosen di rumah"


Aku pun menjawab


"Main kemana andra , Panas - panas begini, cape tahu"


Andra pun memaksaku untuk harus main sambil menangis, karena aku ga tega melihat adik tiri ku menangis aku pun mengkabulkan permintaannya sambil menjawab


"Yaudah iya, kemana mainnya.?"


andra pun senang karena ke inginanya di kabulkan, terus dia menjawab


"ayo kita ke lapangan"


Dan kami pun pergi ke lapangan, sambil berjalan, dan ternyata di langan ada yang sedang bermain bola, kami pun langsung kesana ingin menonton yang sedang bermain bola.


Lalu ada satu pemain yang cedera, karena kaki tak sengaja menendang batu , dan aku pun mengajukan diri sebagai pemain pengganti, dan mereka bilang.


"Oh lu kan orang baru itu ya , pindahan, dan sama satu sekolah juga bareng gue"


Aku pun menjawab


" Hehe iya ka, aku baru disini , aku dari kampung"


Dan mereka pun menjawab sambil menghina diriku


"Hah dari kampung? ih najis banget dari kampung , hus sana jangan main ke sini dasar kampungam haha"


Aku hanya bisa bengong sambil berpikir emang apa salah nya dari kampung, perasaan aku tidak berbuat yang jaat juga pada mereka, dan mereka pun mendorong ku jatuh, sontak di sana akh sangat marah sekali, karena kehilangan ke sabaran aku pun meng hajar orang itu

__ADS_1


Dan tanpa di sadari adik ku andra juga sedang di bully oleh anak seumurannya, aku pun langsung menendang, orang yang menghina ku itu sambil berlari membawa adik ku andra kabur.


Next Chapter 9


__ADS_2