
Ini kisah ku XVII
Beberapa hari pun telah ku lewati, dan aku sekarang sudah menjadi kelas 6 di sekolah yang baru ini dan sekarang sudah smester 2.
Dan Karisa pun selalu saja menemani ku dari kelas 4 sampai kelas 6 seakan-akan dia menganggap hubungan kita sebagi teman, namun aku tidak menggapnya sebagai teman sedikit pun.
Dan geng Rizal pun setelah aku naik menjadi kelas 5 dia sudah lulus dari sekolah ini, itu adalah awal mula aku merasa sangat nyaman dan damai di sekolah ini, seakan-akan tidak ada lagi kebencian yang selalu menghantui ku untuk menimpa ilmu di sekolah .
Dan hubungan aku dengan adik ku masih seperti biasa, kami masih saling tidak memperdulikan hubungan keluarga, dan hidup dengan jalan cerita masing-masing.
Disaat aku sedang mau beristirahat saat jam pelajaran kosong, karisa pun menghampiri ku sambil bilang
"Inda ayo kita ke kantin bersama, aku lapir nih" sambil menarik tangan ku
Sumpah dunia damai ku serasa terus di rebut oleh karisa , dari kelas 4 sampai kelas 6 sumpah aku sudah tidak bisa menahan kemarahan ku ke karisa dan menangkis tangan nya sambil
"Kenapa kamu sangat peduli padaku? aku kan sama sekali tidak peduli padamu, dan mau seakrab kita , kita tidak akan pernah lama untuk bisa mengobrol seperti ini lagi, aku akan pulang kampung saat lulus sd, dan melanjutkan smp ku di kampung halaman ku"
Sumpah ini pertama kali nya aku melihat karisa meneteskan air matanya, dan semua teman kelas ku mengolok-ngolok aku seakan-akan aku yang bersalah besar karena membuat karisa menangis,
Karisa pun menjawa
"Aku tidak mau kita berpisah inda, nanti aku tidak akan mempunyai teman saat smp nanti, risa mohon kamu jangan pulang ke kampung halaman mu, karena itu membuat aku sangat sedih"
Hah aku membuat nya sedih? Haha jangan bercanda kau karisa, aku merasa tidak sedikitpun bersalah terhadap mu, namun di sisi lain aku sangat malu karena semua teman kelas ku menyalahkan semua ini pada ku.
Aku pun langsung membawa karisa keluar kelas sambil memegang tangannya dan membawanya ke belakang sekolah,
"Kenapa kamu sedih hah? itu membuat ku menjadi terpandang jelek di hadapan semua teman kelas, memang nya kalo aku pergi kenapa kamu sedih? lagian aku tidak menganggap mu sebagai teman, dan kenapa setelah jam istirahat kamu selalu mengajak ku ke kantin kan ada orang lain selain aku?"
"Karena aku suka kamu Rindaman"
Beberapa detik jantung ku seakan mau berhenti saat mendengar perkataan karisa, kenapa dia sampai bisa suka terhadap ku? aku sudah mencoba juga untuk menjauh darinya , tapi kenapa, kenapa dia harus suka pada ku !
"Disaat kelas 4 Rindaman bermain bola waktu pemilihan seleksi, aku melihat saat mengecoh 5 pemain, dan itu sangat keren sekali, dada ku seakan berdegub kencang saat melihat muka dingin mu memasukan bola"
Sumpah ini orang beneran aneh, emang kenapa dengan muka dingin ku, apa kah aku harus bermuka sangar seperti preman agar dia bisa menjauh dariku, aku pun menjawab
"Dengar ya karisa, aku sedikit kaget mendengar ucapan mu ini, tapi maaf aku tidak menerima mu lagian aku akan pergi jauh ke kampung halaman ku, semoga saat kamu smp, kamu bisa menemukan lelaki yang lebih baik dari ku "
"Tidak, tidak, huuuu, Karisa tidak ingin inda pergi jauh, karisa mohon inda jangan pergi huuuuu"
Ya tuhan kenapa engkau malah memberi ujian seperti ini lagi, dan dia malah semakin kencang juga menangis nya, sumpah nih kuping seperti dengar teriakan kematian.
Aku pun mencoba untuk mengehentikan tangisan Karisa
__ADS_1
"Cup,cup,cup anak aneh ga boleh nangis yaa"
"uwwaaaaaaaaa iinnddaaa jaahhaatt"
haaahh sumpah ini bisa membuat ku gila, perasaan aku mengungkapkan kebeneran yang ku rasaakan ,soalnya dia aneh, tapi cantik sih, tapi ya buat apa lagian aku mau pergi juga ke kampung halaman ku,
aku hanya punya satu cara harus melakukan adegan yang seperti di tv kemarin aku pun langsung memegang wajah karisa dan mendekatkan wajah ku ke depan muka nya
Dan ada yang aneh, kenapa bibir malah jadi monyong, aku bingung aku juga harus ikutan apa harus gimana, tuhan tolong berikan aku ide yang sangat ampuh untuk tidak bingung menghadapai bencana alam ini
Seketika ide itu langsung menyala di kepala Sfx:Tring
tanpa pikir panjang aku langsung melakukan ide itu, dan setelah melakukan ide itu aku pun bilang
"Hah syukur lah kamu berhenti menangis"
"uuuuwwwaaaaaa aku sangat benci sekali pada mu inda, aku sangat benci,benci,benci"sambil berlari"
Lah salah ku di mana perasaan aku tadi sudah berhasil membuat nya berhenti menangis, udah lah aku mendingan kembali ke kelas saja untuk melanjutkan tidur ku.
Sekolah pun selesai dan kami pun di suruh pulang, saat aku melihat karisa dan karisa pun melihat ku, muka dia langsung merah dan langsung lari keluar,
Dalam pikir ku, nih anak kaya yang udah di tampar malaikat aja, malah jadi semakin aneh, tapi biarlah mungkin begini lebih baik.
akupun berjalan keluar kelas, tapi saat di luar kelas ada kak yusup
hmmm mungkin ini akhir riwayat hidupku.
aku pun menuruti kemauan kak yusup
sesampai di kantin...
kakak yusup
"Hahahahah sumpah kakak puas sekali tertawa , dari jam istirhat sampe pulang hahaha "
ucap aku
"Lah emang ada apa kak yusup?"
kakak yusup
"hahaha udah inda aduh sumpah, muka mu memamg ganteng kakak mengakui itu, tapi kepolosan mu itu membuat kakak puas tertawa "
Aku disana hanya tidak bisa terdiam sambil berpikir, ya emang tampan sih aku ea :'v, tapi kenapa kak yusup tertawa dengan muka polos ku
__ADS_1
Kak yusup pun bertanya
"Aduh sumpah sakit perut, inda kamu tahu kesalahan mu dimana terhadap karisa?"
aku
"Hah kesalahan? perasaan aku tidak bersalah justru aku berniat agar karisa tidak menangis lagi"
kakak yusup
"Hahaha ini nih yang kakak ketawa sampai sakit perut, tadi karisa pas jam istirahat di bilang gini"
karisa
"Kak yusup aku malu banget hari ini, aku udah ungkapin perasaan ku ke inda, tapi dia menolak ku karena dia akan melanjutkan smpnya ke kampung halamannya lagi"sambil menangis
kakak yusup
"Lah kok malu sih , harus nya lega dong kamu sudah mengungkap kannya, mungkin inda berpikir kalo itu akan membuat Karisa sakit hati, udah jangan nangis kan karisa anak yang kuat"
karisa
"uwwwaaa bukan soal itu kak yusup, aku tadi menangis kencann di hadapan Rindaman, terus dia memegang muka ku dan mendekatkan mukanya huhuhu"
kakak yusup
"ooohhhhh kamu berciuman , cie tidak kakak sangkak kamu sudah dewasa karisa"
karisa
"Kakak bodoh huhuhu"
kakak yusup
"lah kenapa kakak bodoh"
karisa
"aku berpikirnya dia akan mencium ku , aku udah bersiap untuk menerimanya , tapi, tapi uwwwaaaa"
kakak yusup
"Tapi kenapa jangan nangis dulu"
"Dia malah meniup mulut ku dari jauh uwwwaaa aku benci sekali inda, sangan benci benci benciiiiiiii"
__ADS_1
"fffffttttt" menahan untuk tidak ketawa"
Next Chapter 18