
Ini Kisah Ku XX
Ke Esokan hari turnamen pun di sambung kembali, tim kami telah bertanding dengan beberapa tim yang sangat sulit sekali, tapi dengan latihan,do'a dan usaha tim kami bisa masuk ke perempat besar.
Tim kami akan bertanding dengan tim sekolah Asy-Syifa 2 bandung, tim yang menjuarai turnamen waktu kelas 4.
Jenal
"Ini lah tantangan yang sebenarnya inda, lu harus siap-siap karena tim ini berbeda dengan sudah lawan, gue harap lu bisa mengerahkan semua semangat di pertadingan ini"
Aku
"Oke siap santay aja, ini kaki udah siap menendang dengan bergaya"
Jenal
"Hmm sombong amat, karena sudah membuat gol juga"
Aku
"Kali kali aja hehe"
Karisa pun datang dengan semua murid kelas 6 karena ingin mendukung sekolah ini, karisa pun langsung membesikan ke telinga ku
Karisa
"Kalo sekolah kita menang nanti aku kasih hadih"(sambil malu-malu)
Hah hadiah? pasti ini pertanda buruk bagi ku, aku pun menjawab
"Iya-iya terserah karisa, mau kasih atau engga juga"
Karisa
"Ih kamu mah gitu di kasih semangat malah bersikap bodo amat"(sambil cemberut)
Sumpah ni anak, pikirannya masih kaya anak kecil aja, ketimbang menganggap karisa teman, aku menganggap karisa seakan-akan adik ku aja, aku pun menjawab
"Iya bawel engga, nih ini juga udah semangat"
Karisa pun tersenyum, dan langsung pergi sambil bilang
"Semangat ya inda, aku percaya kamu pasti bisa mengharumkan ama sekolah, aku pergi dulu lapar soalnya hehe dahh "
Hmm Dasar busung lapar, ga di sekolah ga di luar sekolah pasti aja dia selalu merasa lapar, Dasar betina.
pak guru pun menyuruh kita berkumpul, untuk bersiap-siap bertanding, setelah kami berkumpul pak guru pun bilang
"Dengar anak-anak, bapak pertama-tama ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian, karena sudah membanggakan nama sekolah sampai di titik ini, karena sebentar lagi kalian akan lulus, bapak harap kalian tidak akan melupakan kenangan bersekolah di sekolah yang kita cintai ini, bapak ingin kalian mengerahkan semangat kali untuk yang terakhir kali nya!"
__ADS_1
Semua murid langsung terdiam dan berlinang air mata, sedang kan aku tidak sama sekali berlinang air mata, mungkin ya karena aku tidak mempuanyai kenangan di sekolah ini makanya aku baik-baik saja.
semua murid pun menjawab
"Siap pak"
Pak guru pun langsung bertanya pada ku
"Loh kenapa kamu tidak terlihat sedih sedikit pun inda, liat yang lain pada sedih karena ini adalah pertandingan terakhir bagi kita bersama"
Aku pun menjawab
"Ya mungkin aku tidak terlalu banyak mempunyai kenangan sekolah di sini, karena ya bapak juga tahu saya orang nya pediam anti sosial"
Jenalpun memotong pembicaraan ku sambil bilang
"Udah pak biarin aja, dia orangnya autis, punya dunia sendiri makanya agak aneh orang nya"
semua murid pun tertawa termasuk pak guru juga, pak guru pun menjawab
"Haha ada-ada aja kamu jenal, tami memang sih inda inda selalu menyendiri, jadi wajar saja dia tidak terlalu banyak mempunyai kenangan di sekolah, udah ayo siap-siap masuk kelapangan semuanya, dan banggakan nama sekolah kita ini"
Kami semua pemain pun menjawab
"Siap pak"
Wasit
"bapak harap kalian bisa bermain dengan sportip dan jangan memakai kekerasa! semua siapp "
Wasit pun meniup peluitnya yang menandakan pertandingan di mulai.
Jenal pun langsung mengoper bolanya ke belakang dan cepat cepat mengatur posisi bertahan, semua teman temab ku bertahan dan aku yan menjadi penyerang nya,
jenal pun berteriak dan menendang bolanya ke padaku sambil bilang
"innnddaa maju" sfk:dug
Umpanan dari jenal pun mengarah tepat ke pada ku, seakan-akan semua kepercayaan itu terkumpul di dalam bola.
Aku pun langsung menerima umpanan dari jenal itu, dan langsung berlari, aku berhadapan dengan sang kapten tim musuh, badan dia besar dan kokoh, seperti akan susah untuk melawati pemaim itu, seakan-akan tidak ada celah yang muncul
Haduh susah gimana nih, dari segi fisik dan bertahan dia adalah yang paling nomor 1, aku pun tanpa berpikir panjang langsung berari sambil mau mengecoh pertaganan dia,.
Namun sayang, dia dengan mudah merebut bilnya dari ku sambil bilang
"Apa cuman segini pemain adalah bandung raya"
Aku sangat marah sekali karena dia sudah mengejek ku dengan meremehkan kepercayaan teman-teman,
__ADS_1
Ke dua belah pihak tim saling menyerang dengan gesit, terutama si jenal, dia adalah pemai yang sangat bagus di posisi bertahan, dia layak nya seorang singa yang sedang menjaga anaknya dari mara bahaya.
Aku menjadi sangat semangat melihat jenal mati-matian bertahan sampai meneteskan keringannya, aku juga harus bisa mewujudkan impian jenal untuk bisa menjuarai turnamen ini.
Babak pertama pun selesai dengan pertandingan seri 0-0 karena ke dua belah pihak tim sangat kuat. jenal berkata
"*Oke kalian semua bermain dengan bagus, kita hanya perlu menunngu musuh membuat kesalah, dan inda adalah sebagai kunci kemenangan ini"
aku pun menjawab*
"*Jangan terlalu berharap ke manusia nal, karena soal menang atau kalah itu tergantung ke kompakan kita, jujur gue seakan-akan menjadi tidak enak karena harus menanggung kepercayaan kalian, tapi gue usahain untuk bisa mewujudkannya"
jawab jenal
"Gue percaya sama lo inda, karena kita adalah teman, sesama tekan harus bisa saling mempercayai dan jangan pernah ada dia diantara kita*"
jawab aku
"Iihhh jijik banget lu, gue jadi merinding denger nya"
kami semua pun tertawa, kami pun langsung masuk ke lapangan lagi untuk memulai pertandingan ke dua.
disaat pertandingan berlangsung dengan tololnya aku membuat kesalahan besar bagi tim, disaat tim lawan menggunakan kekerasan terhadap si jenal, dan membuat si jenal jatuh, aku dengan tanpa pikir panjang malah langsung memukul lawan sampai terjatuh sambil bilang
"Lu bisa bermain bola tidak hah sialan?"
wasit pun langsung menghentikan tidakan ku dan langsung memberi kartu merah, aku dari sana langsung hancur, yang aku pikir kan saat ini, kemapa aku harus lepas kendali sih sialan, aku pun langsung keluar lapangan sambil memasang muka amarah yang terpendam !
yang pada akhirnya tim sekolah ku kalah, ini membuat ku depresi sekali, kenapa disaat semua orang mempercayai ku, aku malah menghancurkan kepercayaan itu tanpa memikirkam kedepannya.
Disaat kami pulang, semua murid nampak kecewa teradap ku, jenal pun sama dia sama sekali tidak melihat ku dan tidak berkata sedikit pun, aku pun langsung menghampiri jenal sambil bilang
"maaf ya nal gue lepas kendali, maaf udah buat lu dan teman-teman kecewa"
jenal pun mengabaikan ku dan tidak menjawab, hah mungkin ini yang terbaik buat ku, soalnya dari dulu juga aku memang sendrian, dari sini aku membuat keputusan , disaat aku masuk smp, aku tidak akan pernah menjalin hubungan berteman dengan orang lain !
satu hari sebelum tiba kelulusan , tidak ada yang mau bertanya kepada ku sedikit pum, seakan-akan mereka membuat dinding yang sangat tebal untuk terhindar jauh dari ku termasuk teman ku jenal.
tetapi karisa dia malah terus mendekati ku disaat semua orang menjauhi ku, aku pun bertanya sembari marah
"Kenapa kamu masih ingin dekat dengan ku, disaat semua orang ingin menjauh dari ku? kenapa karisa jawan sialan(sambil memukul meja sekolah)?"
Karisa pun menampar ku sambil menangis dan menjawab
"Kenapa kamu marah ke pada ku inda? aku hanya ingin menghibur mu, disaat kamu sedih, sumpah ini adalah yang ke dua kali nya kamu membuat aku kecewa, aku sangat membenci mu inda"(sambil berlari meninggalkan kelas)
Aku hanya bisa tertunduk dan tidak mengejar nya untuk meminta maaf, tapi mungkin ini yang terbaik buat ku, maaf karisa bukannya aku ingin menyakiti mu, aku hanya ingin sendiri dulu, aku ingin menenangkan diri ini, aku ingin mengucapkan terima kasih karena kamu selalu menemani disaat aku sedih, namun akun sangat sanhat tidak bisa mengucapkan nya, maaf banget karisa(dalam hati)
Next Chapter 21
__ADS_1