Berikan Aku Harapan

Berikan Aku Harapan
Tertekan


__ADS_3

Ini Kisah Ku XIII


"Apa yang terjadi nak, kenapa kamu bisa babak belur begini, dan di temukan udah berada di toilet pingsan" lantas aku pun menjawab


"Engga pak gapapa ko"


entah aku yang salah liat, entah imajinasi ku, aku melihat Rizal sedang duduk di depan ku, dan Rizal pun berdiri sambil bilang.


"Akhirnya kamu sadar juga"


Aku pun bingung kenapa dia yang membawaku ke uks, kan dia juga yang telah mengeroyok ku.


Dan kenapa dia memasang muka yang tidak merasa sedikitpun bersalah!


Dan kepala sekolah pun menjawab


"Rizal lah yang telah membawa kamu ke uks, Rizal bilang dia menemukan kamu tidak sadarkan diri di toilet"


Dalam pikir ku, Apa kah dia setan yang menjelma menjadi manusia.


dan Rizal pun menjawab "Iya pak aku sangat khawatir karena menemukan adik kelas ku tidak sadar kan diri di toilet dan banyak bekas sepatu di baju nya, kayanya ini ada yang mengeroyoknya di toilet" ucap rizal


Dan pak guru pun bertanya pada ku


"Apakah benar kamu tadi ada yang mengeroyok di toilet"


aku pun ingin sekali menjawab bahwa yang mengeroyok ku ada di pinggir kepala sekolah


Tapi rijal mengancapku, dengan tatapan muka yang sangat menakutkan, aku pun lantas langsung berbohong sambil bilang


"iiii iiya pak, tadi aku ada yang mengeroyok ku pas di toilet, tapi aku tidak bisa melihat muka yang mengeroyok ku, karena pandangan wajah ku di tutup oleh kain, makanya aku tidak bisa melihat siapa yang memukuli ku"


pak guru pun langsung menjawab


"Inda kamu jangan berbohong, ini kasus mu udah yang ke dua kalinya, bapak sangat khawatir padamu, kenapa kamu bisa banyak yang benci terhadapmu, yang bapak lihat kamu adalah murid yang sangat pendiam, dan pintar, tapi kenapa ke kamu banyak yang tidak suka?, yaudah gapapa tapi nanti kalo kamu ingat si pelaku nya langsung bilang yah , bapak akan memarahinya, ucap kepala sekolah


aku pun langsung menjawab


" Iya pak, nanti aku kabarin kalo aku sudah mengingatmukanya"


dan pak guru pun meninggalkan ku beruda bersama si Rizal di ruang uks


Dan Rizal pun mengancam ku sambil bilang


"Awas aja kalau lu buka mulut, gue tidak akan segan - segan membuat lu menderita di sekolah setiap hari camkan itu kampungan !"

__ADS_1


Aku hanya bisa menganggukan kepala ku, saking takut nya ke si Rizal


Dan Rizal pun beranjak pergi sambil bilang


"Jaga yah tuh sikap lo, lo masih beruntung buat masalah nya ke gue, kalo sampai ke orang lain mungkin ini akan lebih parah lagi, campkan itu"


Aku hanya bisa diam, dan sambil masih lemas,


aku pun berpikir, perasaan aku tidak pernah membuat masalah terhadapnya, dan perasaan dia juga yang mulai permasalahan ini, dan aku pun tidak pernah melawan, baru hari ini melawan juga.


Ternyata benar, mata manusia terlalu jelas melihat kesalahan orang lain, tapi terlalu kabur melihat kesalahan orang lain, tapi kakek ku pernah berkata, kita orang kecil jalannya pelan, tapi tak pernah mundur karena keadaan.


aku pun mengabaikan masalah yang terjadi, dan melanjutkan istirahat di ruang uks, setelah lekas sembuh, akupun beranjak berdiri dan sambil berjalan ke kelas ku, dan semua teman - teman ku hanya terdiam dan mengacuhkan ku.


Dan guru pun bertanya pada ku


"Kenapa kamu memaksakan diri, udah diam aja di ruang uks, jangan maksain belajar"


akupun menjawab


"Tak apa - apa pak, inda masih kuat ko untuk belajar" dan pak guru pun menjawab


"yaudah kalo kamu masih kuat untuk belajar, bapak tidak akan melarang inda"


Aku pun menjawab


Dan langsung berjalan ke meja ku, dan mengikuti pelajaran pak guru.


karena pelajaram pak guru adalah pelajaran terakhir, setelah selai pembelajarannya, kami pun langsung pulang, pas pulang di gerbang sekolah ada Rizal yang sepertnya sedang menunggu ku.


Dan Rizal pun berkata"Aku cuman mau ngasih tau aja, semoga setelah kejadian ini lo bisa mengerti kalo membuat masalah dengan ku lagi bakalan lebih parah lagi"(sambil merangkul ku)


Aku hanya bisa menganggukan kepala ku saja


Dan dia pun berpamitan sambil bilang


"Kalo lo punya waktu luang, lu bisa kelapangan, gue butuh penyerang yang bisa di andalkan untuk melawan sekolah sd sebelah, itu juga kalo lo bisa."


Dalam pikir ku, Dia ga mikir baget udah mengeroyok ku, dan langsung mengajak ku main bola? sumpah aku baru menemukan manusia sekejam ini. aku pun menjawab


"Ga bisa zal maaf, aku masih lemas"


Dan rizal pun menjawab sambil memukuk ku


"Apa lo bilang, zal? kak Rizal ya gue peringatkan sekali lagi, kalo ngelanggar lagi gue habisin lo kampungan"

__ADS_1


lalu aku hanya menganggukan kepala ku saja.


Kenapa aku susah untuk melawan nya, seakan - akan ini mulut serasa ada yang mengganjal, aku baru pertama kali merasakan sensai tertekan ini, entah kenapa aku seakan takut banget, dan gabisa bergerak sedikit pun.


Rizal pun langsung meninggalakan ku dan berangkat pulang, aku pun langsung pulang juga menaiki kendaraan umum,


Sesampai di rumah aku pertama kalinya tidak mengatakan salam, aku langsung masuk ke rumah, dan langsung ke kamar ku, entah kenapa hari ini aku merasa hancur, tidak di rumah, tidak di sekolah.


Aku pun langsung tertidur, sambil menahan amarah yang tidak terlampiaskan, lalu ibu ku pulang dan memanggilku sambil bilang


"Inda bangun, itu kak bayu ada di gerbang"


Aku pun menjawab


"Hari ini aku libur dulu bu, ga enak badan, sama lemas"


Ibu ku pun langsung menjawab


"Kamu kenapa inda, lagi sakit?" (sambil khawatir)


Aku pun menjawab


"Iya bu, lemas dari pulang sekolah tadi"


Dan ibu ku menjawab


"Oh yaudah kalo gitu, jaga kesehatan yah, lanjut tidur aja" ibu ku pun langsung meninggalkan ku


Dan aku pun langsung melanjutkan tidur ku,


maafkan aku kak bayu bukannya ga mau mengaji, aku hanya ingin sendiri dulu untuk menenangkan diri ku dulu.


Dan pagi mun menyambut ku, aku tidur keluar dari selimut ku, karena aku masih ingin sendiri,


Dan ayah aku pun menghampiri ku, tanpa basa basi dia langsung menarik selimut ku ssmbil bilang


"Jadi laki - laki tidak boleh malas"


dan dia langsung melihat wajah ku sambil bilang


"mah liat si inda anak mu, udah abis berkelahi kaya nya, Kenapa muka mu? abis berkelahi hah? inda ayah mohon sikap kampungan mu itu jangan di bawa - bawa ke rumah dong, ayah udah cape harus memberi tahu mu lagi seperti apa"


Aku tidak bisa berkata apa - apa lagi aku sangat muak, kenapa harus membawa kampungan - kampungan terus , jujur sumpah aku sangat marah dan sambil bilang.


Next chapter 14

__ADS_1


__ADS_2