Berpisah

Berpisah
Pergi


__ADS_3

"Pak, Mas Randy tidak mencintaiku, selama 2 tahun pernikahan aku dengan dia tak lain hanya belas kasihan saja. Aku tidak bisa lebih lama lagi menerima belas kasihan dari Mas Randy dan keluarganya, apa bapak tidak apa-apa kalau kita keluar dari rumah mewah ini?" Tanya Kalila pada ayahnya.


"Apa maksud kamu, Nak?"


Kalila terdiam sejenak menarik napas dan membuangnya.


"Mas Randy akan menikah lagi, wanita yang akan dinikahinya adalah orang yang dicintai dan memiliki derajat yang sama dengan keluarga Mas Randy, " ucap Kalila bersedih.


"Apa benar begitu, apa kamu sudah berbicara dengan suami mu? jangan sampai menjadi kesalahpahaman, "


Kalila menggeleng "Apa bapak tahu selama 2 tahun menikah dengan Mas Randy yang selalu dipikirkan Mas Randy adalah mantan kekasihnya yang meninggalkan dia, sekarang wanita itu sudah kembali, Pak. Bahkan selama tiga bulan ini Mas Randy membohongiku, dia selalu bilang lembur bekerja padahal menemui wanitanya. "


"Pak, kondisi bapak sudah sangat baik. Sebaiknya kita pergi karena tidak ada alasan untuk kita tinggal lebih lama di sini. Meskipun bapak dan ayah Mas Randy berteman tapi nasib kita berbeda, kita tidak pantas ada di sini,"

__ADS_1


"Apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu?"


Kalila menganguk "Kita harus kembali ke tempat kita berasal, di sini terlalu mewah,"


"Baiklah, bapak akan ikut kemana pun kamu pergi. Tapi bapak ingin izin pada teman sekaligus besan bapak,"


"Mereka akan sulit dihubungi, Pak. karena mungkin saja mereka sedang sibuk menyiapkan acara pernikahan. "


"Itu artinya ..."


"Baiklah, "


"Sekarang kita bereskan barang-barang kita, bawa barang kita saja sisanya jangan karena itu bukan milik kita,"

__ADS_1


**


Sesampainya di kamar Kalila memasukan beberapa pakaian sederhana yang ia bawa ke rumah ini, dia tidak membawa barang-barang yang ia milik setelah menikah karena bagi Kalila itu bukan miliknya.


Ia lepaskan cincin yang melekat dijari manisnya, dan setelah itu ia mengambil secarik kertas dan pulpen. Kalila mulai menulis beberapa kalimat yang ingin ia sampaikan pada suaminya.


Assalamualaikum, Mas.


Saat Mas membaca surat ini mungkin aku dan bapak sudah pergi, terima kasih untuk semuanya, maaf aku pergi tanpa menunggu kalian lebih dulu. Mas aku bahagia karena saat ini kamu sudah kembali pada wanita yang kamu cintai, wanita yang selama 2 tahun ini menjadi sainganku, meskipun pada akhirnya aku tetap kalah.


Ucapkan rasa terima kasih ku pada Papa dan Mama, dan maaf karena tidak bisa terus mendampingi kamu. Mulai saat ini mereka pasti akan bangga memperkenalkan menantunya pada dunia, bahkan saat bersama ku Mama begitu kaku mengakui aku sebagai menantunya dihadapan teman-temannya, sampai akhirnya aku mengaku sebagai pembantu.


Mas, berbahagialah, terima kasih sudah berkorban untuk menikahiku selama 2 tahun ini . Maaf sudah merepotkan mu, aku tidak bisa mengembalikan biaya pengobatan bapak selama ini, meskipun tidak tahu diri aku ingin tetap berterima kasih.

__ADS_1


Aku sangat mencintaimu, tapi cintamu bukan milikku. Mas aku pamit pergi.


Setelah menulis surat meletakkannya diatas nakas Kalila pun menatap sejenak kamar yang pernah ia tinggali selama 2 tahun, "Aku pasti akan merindukan kamar ini," Setelah selesai dia turun ke lantai satu untuk menemui ayahnya.


__ADS_2