Berpisah

Berpisah
Kenyataan lain


__ADS_3

Dan setelah pertemuan yang mengejutkan itu ketiganya pun saat ini sedang berada disebuah ruangan yang sepertinya cukup privasi. Banyak hal yang ingin Adam dan Mira tanyakan, dan Kalila sudah siap menjawab setiap pertanyaan yang akan diajukan keduanya.


"Bagaimana kabar mu, Nak?" ucap Adam memulai pembicaraan.


Kalila tersenyum "Alhamdulillah Pak, kabar aku baik seperti yang kalian lihat,"


"Kenapa memanggil 'Pak' bukankah dulu kamu memanggil saya Papa?,"


Kalila kembali tersenyum "Saat ini saya orang lain, bukan lagi bagian dari keluarga kalian. Saya tidak ingin bersikap lancang, karena dulu kami pernah melakukannya dengan meminta bapak Adam bertanggung jawab yaitu menikahkan putra bapak dengan orang seperti saya..."


"Apakah kamu tahu bahwa selama ini kami sekeluarga mencari kalian. Kalian pergi terlalu mendadak, " sambung Mira.


Kalila beralih menatap wanita diseberangnya "Maaf, saya dan bapak pergi tanpa berpamitan. Kami hanya cukup sadar diri dan tidak pantas berada diantara keluarga kalian, lagi pula cepat atau lambat kami pun tetap harus pergi ,'


Sepasang suami istri itu telah kehabisan kata, mereka terlalu malu untuk bertanya.


"Bapak dan ibu tidak perlu lagi terbebani dengan masalalu, saya dan bapak sudah hidup tenang. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada kalian berdua atas pernikahan mas Randy dengan kekasihnya, meskipun terlambat aku tetap ingin memberikan ucapan selamat, "


"Apa kamu sudah mengetahui perihal kekasih Randy?" Tanya Adam.


"Tahu atau tidak itu sudah tidak penting lagi, yang penting mereka sudah bahagia, " sahut kalila dengan tenang.

__ADS_1


"Randy belum menikah, dia menunda pernikahannya sebelum menemukan kamu dan Ali," sahut Pak Adam, kalila terkejut mendengar ucapan mantan mertuanya.


"Tapi kenapa? bukankah sudah tidak ada penghalang lagi untuk hubungan keduanya?,"


"Bagaimana pun kamu adalah istrinya dan dia ingin melepaskan kamu dengan baik-baik, " sahut Mira menjawab pertanyaan Kalila.


Kalila tersenyum miris "Hubungan saya dengan putra kalian terjadi karena sebuah keterpaksaan, dari awal Mas Randy tidak pernah menyukai bahkan menatap saya layaknya seorang manusia, dimatanya mungkin saya hanya sebuah kotoran yang harus dihindari bahkan dibuang...."


"Dalam islam memang kita sudah sah sebagai suami istri, dan dalam islam juga saya sudah bukan lagi istri Mas Randy, saya diabaikan dalam waktu yang tidak sebentar bahkan berbulan lamanya, tidak ada sentuhan fisik atau apapun sebelum akhirnya saya memutuskan pergi, bahkan nafkah yang diberikan pun tak saya terima lagi setelah itu, karena sadar, saya tidak melakukan tugas dan kewajiban saya sebagai seorang istri. Mungkin ini benar menurut saya dan saya memutuskan untuk pergi saat itu,"


Adam benar-benar terkejut mendapati kenyataan yang terjadi.


"Kami yang harusnya meminta maaf kepada kalian berdua, kami merasa sangat bersalah,"


"Saya berharap kita semua sudah menutup cerita lama dan memulai lembaran baru, saya pun ingin hidup tenang tanpa bayang-bayang masa lalu. Jadi mari saling melupakan. Saya harus kembali ke kamar karena besok pagi saya harus melakukan presentasi dan kembali ke tempat saya tinggal,"


"Apa Ranndy boleh bertemu dengan kamu?" Tanya Mira ragu, Kalila yang akan berdiri pun mengurungkan niatnya.


"Saya rasa tidak perlu, dan tidak ada lagi yang harus dibicarakan. Jika Mas randy khawatir keberadaan saya akan mengacaukan kehidupannya di kemudian hari, maka sampaikan pada dia bahwa saya tidak akan melakukannya, bahkan jika Mas Ranndy mengatakan tidak pernah menikah pun dunia akan percaya. Saya berharap ini pertemuan terakhir kita, berbahagialah seperti sebelum saya mengacaukan kehidupan kalian,"


"Apakah kamu sudah menikah lagi, kenapa kamu bisa setegar ini?," Tanya Mira.

__ADS_1


"Apa bisa saya memulai hubungan baru sedangkan saya sedikit trauma dengan sebuah ikatan apalagi pernikahan? Merasa kuat dan tegar adalah kekuatan dikala kehidupan tidak berpihak untuk sayap,"


"Mungkin ini takdir yang mempertemukan kita, saya ingin bertemu dengan Ali, tolong izinkan saya menemuinya ," ucap Adam setelah mendengar jawaban kalila dan semakin merasa bersalah.


Saat mereka tengah asik bicara tiba Arum mengetuk pintu dan masuk.


"Ada apa Rum?" Tanya kalila melihat wajah arum yang sedikit pucat.


"Sh...aka, shakan menangis histeris karena merindukan Mbak. Bu Ila menelepon tapi Shaka semakin menangis karena yang mengangkat bukan Mbak lila tapi aku. Apa urusanmu sudah selesai? jika sudah cepat hubungi kembali bu ila atau Shaka akan semakin tantrum, " ucap Arum.


Kalila pun menganguk paham dan berdiri dari duduknya.


"Saya permisi lebih dulu, orang rumah sedang membutuhkan saya," tanpa mendengar jawaban dari keduanya, kalila langsung pergi dan melihat keadaan Putranya. Sedangkan kedua orang itu mematung mencoba mencerna apa yang terjadi, lalu siapa anak yang dimaksud.


Saat Arum akan menyusul kalila tiba-tiba Adam bertanya


"Apa kalila memiliki seorang putra?" Tanya Adam penasaran, Arum hanya menganguk dan kemudian kembali melanjutkan tujuannya.


keduanya terkejut "Apa Randy pernah melakukannya dengan kalila dan akhirnya kalila hamil dan menyembunyikan kehamilannya?,"


"Sebaiknya kita bertanya pada Putra mu itu, jika benar Randy melakukannya dan kalila melahirkan seorang putra itu artinya anak itu adalah cucu kita, aku semakin merasa bersalah, "

__ADS_1


__ADS_2