Berpisah

Berpisah
Sebuah takdir


__ADS_3

Kehidupan pada akhirnya akan tetap berjalan meskipun sakit, walaupun tak sanggup dan sulit untuk bertahan. Namun waktu tidak berpihak pada hal yang lalu atau menunggu agar semua pergi tanpa berusaha untuk bergeser dari luka.


Seperti halnya Kalila yang jatuh bangun membesarkan anak dan juga usahanya, meskipun hanya usaha kecil namun mampu menghidupi anak dan juga ayahnya.


Tidak terasa usia Shaka saat ini sudah 2 tahun setengah, bertepatan dengan 3 tahun perpisahan Randy dan kalila. Bayi laki-laki itu kini menjelma menjadi seorang anak yang lucu dan cerdas, di usianya yang belum genap 3 tahun sudah pandai berbicara bahkan shaka sudah mengenal huruf, angka dan warna dengan baik. Shalat juga pandai bergaul dengan teman seusianya, wajah tampan yang dia warisi dari ayahnya membuat shaka jadi objek selfi ibu-ibu dan orang-orang yang menyukai shaka.


"Assalamualaikum, Ibu."


"Waalaikumsallam, nak. Dari mana saja, kenapa wajahnya ditekuk seperti itu?" Tanya kalila pada Putranya.


"Bu, pipi shaka pelih pelih ditubitin olang olang, liat ini melah kan?," ucap shaka dengan gaya bicaranya yang masih capek sambil menunjukkan pipi merahnya.


Kalila hanya tersenyum. "Mereka sayang Shaka jadi gemes sama kamu, kalau Shaka keberatan mereka gemesin kamu tolak dengan cara yang baik ya nak, jangan lupa kata maaf yang selalu ibu ajarkan, shaka bisa kan menolak baik-baik?"


"Heeummm," sahut shaka sambil menganguk.


"Anak pintar,"


"Hehe anak siapa dulu dong,"

__ADS_1


"Ya anak ibu dong," ucap kalila sambil mencium pipi kemerahan sang putra.


"Bu, Shaka lapel sekali tadi siang makannya sedikit galagala Mas Alfin udah nyampel main,"


"Boleh sayang, tapi mandi dulu ya terus tadi pas azan ashar kamu ke masjid tidak sama Mas Alfin?"


"Pelgi dong, kan laki-laki tidak boleh solat di lumah halus beljamaah di masjid iya kan Bu?,"


"Betul sayang, anak ibu pintar sekali meskipun nggak bisa ngomong er hehe,"


"Ih ibu dahat suka ledek ledek shaka kaya Mas Alfin," ucap shaka dengan ekspresi jemberut.


"Yasudah ibu salah, ibu minta maaf ya. Sekarang kamu mandi, ibu akan menyiapkan makanan kesukaan kamu, tempe goreng dan sayur sup ayam, "


***


Orderan souvenir di toko Kalila makin hari makin banyak peminat selain karena kualitasnya yang bagus, harganya juga sangat terjangkau jadi tak heran orang-orang memesan untuk berbagai acara dari acara pernikahan, ulang tahun, sunatan dan lainnya.


Kali ini Kalila mendapatkan email dari salah satu customer yang ada di kota Jakarta, kalila di ajak kerjasama untuk menghendel souvenir diacara yang akan diadakan oleh perusahaan tersebut. Kalila diminta untuk membuat Souvenir sebanyak 1000pc yang nantinya akan dibagikan kepada tamu undangan.

__ADS_1


Disatu sisi kalila senang dengan tawaran yang diberikan namun disatu sisi ia memiliki kekhawatiran jika nanti bertemu dengan mantan suaminya. Pihak perusahaan meminta kalila untuk datang ke Jakarta membicarakan perihal kerjasamanya, ingin rasanya menolak namun ini kesempatan bagi dirinya untuk maju dan berkembang, banyak orang yang bergantung pada dirinya selain keluarga ada beberapa karyawan juga.


"Bapak, minggu besok kalila akan pergi ke Jakarta. Pihak perusahaan mengharuskan kalila datang untuk membicarakan konsep dan hal lainnya yang menyangkut souvenir yang mereka pesan di kita,"


"Apa kamu tidak keberatan, jika kamu ingin menolak maka lakukan saja nak, dari pada kamu terbebani,"


"Kalila tidak bisa egois pak, bagaimana pun ini kesempatan untuk usaha kita, kan bapak pernah bilang jika takdir yang bicara kita bisa apa, sedalam apapun lubang yang kita gali untuk bersembunyi pada akhirnya akan terlihat juga,"


"Dan cepat atau lambat juga mereka akan tahu kalau kamu memiliki seorang anak, lihat saja wajah cucu bapak yang begitu mirip dengan ayahnya. Apa randy akan tega untuk tidak mengakui shaka?" ucap bapak sendu.


"Aku tidak berharap Mas Randy mengakui shaka sebagai Putranya, apalagi waktu sudah berlalu cukup lama mungkin saja dia sudah bahagia dengan kehidupan barunya, atau dia sudah memiliki anak jadi tidak mungkin dia menghancurkan kebahagiaannya sendiri, "


"Kalian bukan penghancur justru mereka akan menyesal karena sudah menyianyiakan kalian,"


"Sudahlah, Pak. Aku sudah tidak berharap apapun tentang mereka, aku hanya ingin bahagia dengan kalian berdua tanpa ada campur tangan mereka,"


"Apa kamu tidak berniat untuk menikah lagi?"


"Untuk saat ini fokus utama ku adalah Shaka, dia hanya memiliki aku sebagai ibu sekaligus ayah. Aku ingin memberikan yang terbaik meskipun dengan keterbatasan yang aku miliki, jika nanti waktunya sudah tiba maka hal itu pasti terjadi,"

__ADS_1


"Bapak harap kamu tidak trauma dengan kejadian yang lalu, "


Kalila tersenyum "Tidak sama sekali Pak, aku sadar ini adalah takdir ku,"


__ADS_2