Berpisah

Berpisah
Kembali


__ADS_3

Kalila terbang ke Jakarta bersama salah satu karyawan yang ia percaya untuk menangani sebagian pekerjaannya karena sesekali kalila disibukan mengurus Shaka yang mulai rewel karena aktivitasnya di toko. Semua bahan presentasi sudah disiapkan dari mulai konsep, bahan yang digunakan dan macam-macam souvenir yang akan diperkenalkan sebagai contoh.


"Arum semuanya sudah dibawa kan?" Tanya Kalila


"Sudah, Mbak" sahutnya.


"Apa kamu pernah ke Jakarta?"


"Belum pernah, Mbak. Berkat Mbak aku bisa menginjakan kaki ke Jakarta hehe,"


"Saya sejak lahir tinggal di kota Jakarta, sampai akhirnya saya harus meninggalkan kota kelahiran saya," ucap Kalila sambil bersender di jendela pesawat melihat awan putih diluar sana.


"Kenapa pindah Mbak?" Tanya Arum penasaran


"Saya harus melindungi Shaka dari ayahnya yang sama sekali tidak menginginkan kehadirannya, " sahut Kalila sendu. Arum tidak berani bertanya lebih Jauh lagi, namun Kalila terus bicara.


"Kamu tahu, saya sangat mencintai ayah Shaka meskipun dia tidak setitik pun memiliki perasaan itu untuk saya. Saya menyerah dan memilih pergi, bukan karena tidak ingin berjuang tapi waktu saya telah habis. Ayah Shaka memberikan alarm untuk hubungan pernikahan kami, yang mana aku harus menyerah saat cintanya sudah kembali..."


"Aku pikir kehadiran Shaka akan memberikan aku kesempatan untuk merebut hatinya, tapi justru menjadi ancaman. Sejak saat itu saya tidak ingin lagi berharap, " Arum menggengam tangan Kalila, kalila bercerita dengan suara yang pelan namun Arum masih bisa mendengarnya.


"Mbak Kalila hebat, Shaka pasti sangat bangga memiliki Mbak sebagai Ibunya, " ucap Arum menghibur.


"Saya harap juga begitu, karena Shaka adalah alasan saya untuk bertahan,"


***


Setelah beberapa jam di pesawat keduanya sudah sampai di bandara dan di sambut oleh pegawai hotel yang diperintahkan menjemput keduanya, kebetulan pertemuan mereka akan diadakan di salah satu hotel bintang lima yang ada di Jakarta.


Kurang dari 30 menit mereka sudah sampai dan diantar ke kamar yang akan menjadi tempat istirahat, rencananya mereka akan menginap semalam dan semua kebutuhan keduanya sudah ditanggung penyelenggara.


"Mbak, besar sekali kamarnya, "


"Iya, 3 kali ukuran kamar di rumah, "


"Mbak kita tidak harus membayarkan untuk menginap di sini?"


"Sepertinya tidak, soalnya pihak hotel sudah memberi tahu kalau semua fasilitas akan ditanggung dan syaratnya kita harus datang ke sini,"


"Pasti tidak mudah ya Mbak menginjakkan kaki ditempat yang penuh kenangan, "


"Sejujurnya iya, tapi saya harus bertahan dan melawan rasa takut saya karena sejauh apapun saya bersembunyi pasti pada akhirnya akan bertemu juga,"


"Kalau tiba-tiba Mbak bertemu salah satu dari mereka bagaimana?"


"Tidak masalah, saya akan menyapa mereka karena bagaimanapun mereka pernah ada di kehidupan saya meski hanya sebentar, "


"Aku salut sama Mbak, Mbak hebat," ucap Arum memuji.


Kamu berlebihan, "


**

__ADS_1


Pukul 7 malam Kalila dan arum turun ke lantai satu untuk menikmati makan malam di salah satu restoran yang ada di hotel tersebut, banyak orang sedang menyantap makanannya atau sekadar ngopi dan mengobrol. Tujuan Kalila dan arum benar-benar hanya untuk mengisi perut yang sudah kelaparan setelah itu mereka berencana untuk istirahat.


Kalila dan Arum menikmati makanan jarang-jarang mereka menyantap makanan enak seperti ini. Tak jauh dari tempat keduanya duduk ada seorang wanita yang sedang memperhatikan mereka terutama pada sosok kalila.


"Mbak aku sudah kenyang, aku lelah sekali," ucap arum.


"Aku juga sudah kenyang, sebaiknya kita istirahat karena besok pagi kita harus presentasi dan langsung pulang ke Malang, saya tidak tega meninggalkan Shaka lama-lama, "


"Yasudah yuk Mbak,"


Saat keduanya akan meninggalkan meja tiba-tiba ada yang memanggil Kalila.


"Kalila kamu kalila kan ?" ucap wanita paruh baya itu.


Kalila menoleh "Ibu kenal saya?" karena sejujurnya kalila memang tidak mengenal wanita yang ada dihadapannya.


" Saya Ratih sahabat jeng Mira, kita pernah bertemu saat arisan, waktu itu kamu ikut dengan jeng Mira,"


Setelah berusaha mengingat akhirnya Kalila mengiyakan.


"Oh iya bu saya ingat, apakabar ibu?"


"Saya baik, kamu sedang apa di sini?"


"Saya sedang ada urusan di sini bu,"


"Oh gitu, kamu masih bekerja di rumah Mira kan?"


"Oh gitu saya pikir kamu masih bekerja di sana, Sayang ya Mira kehilangan pegawai sebaik kamu. Saya bersedia mengangkat kamu menjadi pegawai saya, kebetulan saya juga sedang butuh pekerja untuk membantu usaha restoran saya,"


Kalila hanya tersenyum.


"Mungkin kita belum berjodoh bu, kebetulan saya juga sedang merintis usaha kecil-kecilan,"


"Oh gitu, Sayang sekali ya,"


"Saya doakan ibu bertemu dengan orang yang tepat,"


"Terima kasih,"


"Bu, kami pamit lebih dulu,"


"Baik, silakan, "


Setelah kepergian keduanya Ratih langsung menghubungi nomor sahabatnya.


"Halo jeng kamu di mana?"


"Halo jeng Ratih, tumben nyariin saya,"


"Coba tebak saya habis bertemu siapa ?"

__ADS_1


"Ya mana saya tahu, Memangnya saya punya indra ke enam,"


"Ah jeng Mira payah,"


"Memangnya jeng Ratih habis bertemu siapa?"


"Asisten rumah tangga jeng Mira,"


"Hah masa si, jeng Ratih habis bertemu Bu mala?"


"Bukan bu Mala, itu loh pekerja mu yang cantik itu ,"


"Siapa si, jangan buat saya penasaran deh,"


"Kalila jeng kalila, saya habis bertemu barusan,"


Degg


"Jangan bercanda, Jeng," ucap Mira menolak percaya, karena menemukan kalila seperti hal yang misteri.


"Benar Jeng, kebetulan aku sedang makan malam bersama anak dan suamiku di hotel milik suami Jeng Ratih, "


"Jeng Ratih tidak sedang mengerjai saya kan?"


"Untungnya apa buat saya? ko jeng Mira seperti terkejut mengetahui saya bertemu dengan Kalila,"


"Sudah lama saya mencari dia, saya ingin bertemu dengan dia,"


"Apa dia kabur saat bekerja dengan Jeng Mira?" Tanya bu ratih kepo.


"Tidak, saya tutup teleponnya ya jeng, saya dan suami akan langsung ke hotel malam ini juga. Terima kasih informasinya, "


Tuttt


Belum juga mendapatkan jawaban dari bu Ratih telpon sudah ditutup.


"Yah main tutup saja, tujuanku menelepon selain memberikan info juga ingin minta diskon, Yasudahlah uang belanja terkikis banyak," ucapnya lalu kembali ke meja di mana keluarga bu ratih berkumpul.


***


Mira terburu-buru turun dari lantai dua untuk menemui suaminya di ruang kerja, dengan perasaan campur aduk Mira ingin segera memberitahukan suaminya mengenai Menantunya atau mantan menantu yang dulu pergi.


Tanpa mengetuk pintu lebih dulu Mira langsung saja masuk, saat itu Adam sedang memeriksa email yang dikirim asistennya karena mendesak.


"Pa.." ucap Mira setelah berhasil membuka pintu.


"Ma, kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu?,"


"Kalila ada di Jakarta!"


Degg

__ADS_1


__ADS_2