Berpisah

Berpisah
Fb


__ADS_3

Malam tanpa pendar saja sudah sesak belum lagi saat ini Randy sedang menghujam tubuh Kalila dengan penuh paksa setelah sebelumnya dia menggunakan pengaman dan meminta Kalila meminum pil pencegah kehamilan. Rasanya begitu sakit dan perih saat Randy berusaha menerobos selaput dara milik kalila, dibawah sana kalila sudah menangis karena menahan kesakitan, ia menggigit kain yang berhasil dia raih agar meredam suara yang akan keluar sari mulutnya.


cukup lama Randy melakukannya bukan hanya sekali tapi berkali-kali, sedangkan kalila sudah pingsan tanpa sepengetahuan Randy, gadis itu berusaha bertahan namun dia tidak melakukannya karena ini terlalu menyakitkan.


Setelah merasa cukup Randy menghentikan aktivitasnya dengan penuh kepuasan, karena dia orang pertama yang berhasil mengambil kesucian kalila. Tanpa rasa bersalah dan menganggap Kalila tertidur dia memutuskan untuk membersihkan diri dan meninggalkan kamarnya. Ya, Randy memilih untuk masuk ke ruangan kerja miliknya dan tidur di sana hingga pagi menjelang.


Azan subuh berkumandang Kalila terbangun dari tidurnya dengan kondisi tubuh yang tidak baik-baik saja, ia meraih benda apapun yang ada diatas nakas berharap menemukan remot yang sebelumnya digunakan Randy untuk mematikan lampu, dan kalila menemukannya. Ia mengingat ucapan Randy perihal dirinya yang boleh menghidupkan lampu setelah percintaan mereka selesai.

__ADS_1


Dengan sekali tekan ruangan yang gelap itu menjadi terang, keadaan kamar tepatnya ditempat tidur yang sudah porak poranda, bantal yang sudah tidak pada tempatnya, pakaian yang sebelumnya digunakan kalila berceceran dan saat ini Kalila sedang menatap tubuhnya sendiri yang mengenaskan.


"Pak, ternyata menyakitkan!" gumam Kalila. Ia menangis dengan sangat kencang, semalaman dia menahan suara dan sesak di dadanya.


Kalila berusaha bangun dari tempat tidurnya maraih bathrobe yang tak jauh dari jangkauan nya. Ia menggunakan itu untuk menutup tubuhnya, dengan tertatih dia berusaha untuk membersihkan diri ke kamar mandi.


Selesai semua aktivitas dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang hamba, ia memilih untuk membersihkan tempat tidur dan mengganti sprai dengan yang baru, melihat darah yang terletak jelas diatas sprai berwarna putih itu tiba-tiba dia teringat pembuatan randy semalam dan saat ini dia tidak tahu di mana laki-laki itu berada.

__ADS_1


"Kau boleh melakukannya, dengan begitu kamu akan mengingat bahwa aku laki-laki pertama yang mengambilnya, " sahut Randy tiba-tiba masuk ke dalam kamar nya.


Kalila hanya menunduk, matanya sudah berkaca-kaca. Apa ada cara lain bagi dia dan ayahnya hidup bebas seperti dulu, meskipun dalam kesederhanaan tapi dia bahagia.


"Te_rima kasih, "


"Oiya ternyata rencana pengobatan ayahmu akan dilakukan beberapa minggu lagi, karena menurut laporan rumah sakit kondisinya masih belum stabil. Aku sudah mendaftarkan ayahmu di rumah sakit yang ada di Singapura, aku akan mempekerjakan orang untuk menjaga dan merawatnya di sana,"

__ADS_1


Kalila menoleh "Kenapa harus mempekerjakan orang lain, aku anaknya dan bisa mengurus bapakku sendiri,"


Randy tersenyum sinis "Tugasmu adalah melayaniku, jangan banyak meminta, harusnya kamu berterima kasih karena aku tidak sejahat laki-laki yang ada di dunia novel yang tidak akan segan untuk menghancurkan apapun yang tidak disukai. Sejauh ini aku masih memiliki rasa kemanusiaan, meskipun aku tidak menyukai mu dan ayahmu.


__ADS_2