Berpisah

Berpisah
Fb


__ADS_3

Kalila menunduk kembali, rasanya apapun yang dia katakan adalah salah dan kalila hanya harus menerima semua yang dikatakan suaminya.


Setelah selesai merapikan kamar dan menyiapkan pakaian Randy, Kalila turun ke lantai bawah untuk membantu bu mala menyiapkan sarapan pagi.


"Mbak Lila butuh sesuatu?," Tanya bu mala yang usianya sama dengan sang ayah.


"Aku ingin membuat sarapan pagi bu,"


"Saya sedang menyiapkan nya sebaiknya Mbak Lila duduk saja di meja makan, saya usahakan segera selesai,"


"Aku ingin membantu ibu, lagi pula aku senang memasak jadi biarkan aku membantu bu mala, "


"Tapi Mbak, nanti kotor,"


"Ibu ini ada-ada saja, masak doang kenapa harus kotor Memangnya main ke sawah. Aku ini bukan orang kaya yang tak pernah menginjak dapur, Bu. Aku sudah terbiasa melakukannya karena sejak aku SMP ibu sudah meninggal jadi mau tidak mau aku belajar mandiri, "


"Ya Allah, maaf Mbak, bu mala tidak tahu,"


"Tidak apa-apa, kenapa harus sungkan seperti itu. Sudah yu kita lanjutkan masaknya. Hari ini masak apa?"


"Nasi goreng seafood Mbak, ini bahan-bahannya sudah saya siapkan, tinggal di racik saja ke wajah,"

__ADS_1


"Baiklah, boleh aku yang melakukannya?" izin Kalila.


"Tentu saja, sekarang saya jadi asisten Mbak kalila,"


"Haha ibu ada-ada saja,"


Kalila pun mulai memasukan bahan satu demi satu ke dalam wajan yang sudah diberi margarin, dari bumbu iris sampai bumbu halus. Kalila mengaduk semua bahan dengan hati-hati, dia ingin memastikan semua bahan tercampur rata dan rasa yang dihasilkan sesuai dengan selera suaminya.


Hampir 20 menit berkutat dengan wajan nasi goreng pun siap dihidangkan. Tak lama kemudian Randy turun dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi. Dia duduk di bangku utama sedangkan Kalila hanya menyiapkan sarapan suaminya setelah itu dia duduk dibangku tak jauh dari suaminya.


"Kamu mau ngapain?" Tanya randy setelah Kalila berhasil duduk.


"Saya terbiasa sarapan sendiri, sebaiknya kamu bergabung dengan yang lain di belakang, " ucap Randy yang secara tidak langsung mengusir Kalila.


Kalila terkejut mendengar ucapan Randy, ia pikir menjadi pelayan suaminya bukan berarti tidak satu meja dengannya ternyata dia pun tidak memiliki hak istimewa sebagai seorang istri. Kalila bangun dan kembali membalik piring yang sudah ia buka di atas meja makan.


"Ma__maaf," dengan perasaan sedih kalila kembali ke dapur bergabung dengan para pekerja lainnya, "


"Loh, kok mbak malah kembali ke belakang?" Tanya bu mala.


"Boleh saya bergabung dengan kalian?"

__ADS_1


"Tapi mas Randy gimana?"


"Bukannya ibu orang kepercayaan keluarga Mas Randy, jadi ibu pasti tahu kalau dia tidak terbiasa sarapan dengan orang asing, "


"Saya tahu, Mas Randy sejak kecil tidak suka makan bersama orang asing, namun setelah mengenal..." ucapannya terjeda


"Kekasihnya?" tebak Kalila.


"Mbak Lila tahu?"


"Tidak aku hanya menebak, " ucap kalila tersenyum.


"Memang betul Mbak, dia berubah setelah menjalin hubungan dengan Mbak Yasmin. Bahkan mas randy bisa bergabung dengan teman-teman Mbak Yasmin padahal awalnya hal itu sangat sulit terjadi,"


"Bagus dong jadi dia bisa bersosialisasi, "


"Tapi sikap dinginnya kembali lagi setelah Mbak Yasmin melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Namun mendengar dia menikah saya pikir Mbak Lila akan merubah sifat dingin Mas Randy, dia malah menyuruh Mbak kemari,"


"Saya yakin ibu mertua saya sudah menjelaskan posisi saya di rumah ini, saya menjadi istri Mas Randy hanya sementara, setelah kekasihnya kembali maka saya dan bapak saya tidak berhak lagi tinggal di sini. Jadi selama saya di sini mohon bantuannya ya bu," ucap Kalila.


Bu mala yang mendengar hal itu merasa kasihan dengan nasib Kalila bagaimana pun dia adalah istri dari majikannya jadi sudah sepatutnya Kalila mendapatkan perlakuan yang baik, bukan malah seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2