Berpisah

Berpisah
Tujuan


__ADS_3

Kalila dan ayahnya berpamitan dengan para pekerja yang selalu menemani mereka di rumah, para pegawai yang sudah dianggap sebagai keluarga, bahkan Kalila selalu merasa lebih cocok menjadi bagian dari mereka ketimbang keluarga suaminya.


"Loh Mbak Lila sama Pak Ali mau kemana?" Tanya salah satu asisten rumah tangga senior di rumah Randy.


Kalila dan ayahnya tersenyum "Kami mau pulang bi," Asisten rumah tangga bernama Bu Mala itu sedikit terkejut.


"Pulang kemana? setahu saya Pak Ali dan Mbak Lila tidak ada memiliki tempat tinggal lain. Maaf," ucap bu mala karena merasa lancang.


"Tidak apa-apa bi, kami memang tidak punya tempat tinggal lain, tapi bapak masih punya saudara, kami akan pulang ke sana."


"Tapi kenapa tiba-tiba seperti ini, Mas Randy juga tidak ada di rumah, lalu kalau nanti Ibu Rani dan Pak Adam mencari kalian bagaimana?"

__ADS_1


"Ini bi, berikan surat ini untuk Adam. Sekarang Dia sedang sibuk jadi saya tidak ingin mengganggu mereka, mereka pasti paham dengan kepergian kami. Terima kasih sudah menerima kami dengan baik, berkat kalian kami merasa punya keluarga, "


Keduanya pun berpamitan pada semua pekerja tak terkecuali tukang kebun dan satpam. Setelah berpamitan kini tujuan mereka adalah terminal bus, ya meskipun mereka tidak membawa apapun tapi Kalila memiliki uang dari hasil jualan souvenir online selama menikah dengan Randy.


Randy memberikan nafkah untuk Kalila dalam bentuk transfer namun ia baru menggunakannya sekali untuk modal usaha dan itu pun sudah dikembalikan. Kalila selalu berprinsip kalau suaminya tidak menyukainya maka semua yang diberikan bukan miliknya.


**


"Bapak yakin kalau Wa Ila sama Pak de tidak merasa direpotkan?"


"Anggap saja kita berkunjung, setelah itu kita baru menentukan mau kemana. Bapak juga sudah kangen dengan kakak, terakhir bertemu saat bapak sedang di rumah sakit sehabis kecelakaan. Wa Ila jarang berkunjung ke Jakarta karena saat ini dia punya usaha jadi repot,"

__ADS_1


"Baiklah, tapi setelah itu kita harus pergi dan memiliki kehidupan sendiri, "


"Tapi status mu bagaimana?"


"Kami hanya menikah siri Pak, Mas Randy tidak pernah mendaftarkan pernikahan kami. Lagi pula tiga bulan dia mengabaikan Lila sudah cukup untuk memutuskan hubungan ini. Sekarang Lila hanya punya bapak, bapak harus sehat ,"


"Maafkan bapak ya, seandainya bapak tidak berpikiran akan mati saat kecelakaan dan meminta Adam untuk menikahkan Putranya dengan kamu, bapak tidak akan membuat kamu menderita seperti sekarang, "


"Jangan seperti itu Pak, takdir memang se lucu ini . Kecelakaan itu terjadi seperti sebuah skenario yang mana orang yang menabrak bapak adalah teman lama bapak. Kami terikat hubungan karena ketidaksengajaan lebih tepatnya karena keterpaksaan dan saat ini kita harus menyadari bahwa mereka tidak sepenuhnya menerima kita,"


"Kamu benar, Adam bahkan tidak mengajak bapak ke acara reuni, padahal dia diundang. Bapak datang karena ajakan teman yang lain, namun bapak urungkan bergabung karena bapak sadar kalau Adam malu memperkenalkan bapak sebagai besan,"

__ADS_1


__ADS_2