
"Jika kamu akan menyakitinya seperti ini, kenapa menikahinya? "
Randy terdiam.
"Semua berawal dari kecelakaan 2 tahun lalu,"
***
Flasback
Pukul 10 pagi keadaan cukup ramai karena baru saja terjadi kecelakaan, korbannya adalah laki-laki berusia 50 tahun. Saat itu ia sedang mengantar putrinya untuk melamar pekerjaan di salah satu perusahaan. Naas nya hari itu keduanya mengalami kecelakaan, motor yang dikendarai sang ayah terpental cukup jauh.
Laki-laki paruh baya itu mengalami luka yang cukup parah, sedangkan putrinya hanya mengalami luka ringan. Singkat cerita keduanya di bawa ke rumah sakit, dan penabraknya bertanggung jawab sepenuhnya, Laki-laki paruh baya bernama Ali itu sadarkan diri setelah 3 hari koma, setiap hari putrinya yang merawat sang ayah meskipun kondisinya baru membaik.
"Bapak sudah sadar, alhamdulillah, " ucap Kalila dan langsung menekan tombol darurat, tak lama kemudian dokter dan suster mulai berdatangan.
"Syukurlah keadaan ayah anda sudah membaik, namun harus tetap dipantau karena bisa saja sewaktu-waktu kondisinya menurun," ucap dokter yang baru memeriksa Ali
" Baik, dok. Terima kasih, " dokter menganguk dan meninggalkan ruangan Ali, begitu juga suster yang sudah mencatat dan melaksanakan perintah dokter untuk sekadar menambah atau menurunkan dosis obat yang akan diberikan pada pasien melalui infusan atau obat yang akan diminum secara langsung.
"Bapak cepat sembuh, jangan terlalu lama di sini. Aku sedih melihat kondisi bapak seperti ini, hanya bapak yang aku miliki jangan cobacoba ninggalin aku," ucap Kalila menangis.
__ADS_1
Ali hanya mengusap kepala anaknya, matanya berkaca-kaca. Ali pun takut jika sewaktu-waktu kondisinya menurun dan meninggalkan putrinya sendirian, Ali benar-benar tidak ingin meninggalkan anaknya sendirian.
**
Dua hari kemudian si penabrak baru menjenguk Ali, karena dia baru saja kembali dari dinas luar kota. Ia datang bersama istri dan Putranya, di penabrak yang tak lain adalah Adam tidak mengenali siapa Ali namun Ali mengenali Adam.
"A..dam," ucap Ali
"Bapak kenal dengan pak Adam?" Tanya kalila, hal itu pun membuat ketiganya penasaran.
"Apa anda mengenal saya Pak Ali?" Tanya Adam.
Ali menganguk "Kita satu sekolah waktu SMA di Harapan Mulia, saya adalah penerima beasiswa di sana. Meskipun kamu tidak mengenali saya, tapi semua orang tahu siapa kamu saat itu, Laki-laki populer yang kaya raya dan jadi idola semua wanita," ucap Ali menceritakan sepenggal cerita saat sekolah dulu.
"Tidak masalah, karena tanpa bergaul pun semua orang mendekat kepada mu," sahut Ali tersenyum.
"Maaf atas kejadian ini, saya sudah membuat kamu kecelakaan. Saat itu saya sedang terburu-buru karena harus menghadiri rapat penting," ucap Adam menyesal.
"Ini adalah musibah yang tidak bisa dihindari. Lalu bagaimana keadaan mu setelah kecelakaan?"
"Keadaan ku baik-baik saja, "
__ADS_1
"Syukurlah, aku yakin kendaraan yang melindungi mu cukup kuat,"
"Semua berkat perlindungan Sang Pencipta, "
"Tentunya, Mereka siapa?" Tanya Ali.
"Perkenalkan ini anak dan istriku ," Keduanya pun saling memperkenalkan diri.
Setelah memperkenalkan keluarga dan berbincang sedikit Adam bertanya sesuatu.
"Aku sudah bertanya pada dokter tentang kondisi mu, kata dokter semuanya mulai membaik namun harus dalam pantauan karena.."
"Karena kondisiku bisa saja menurun bahkan meninggal,"
"Bapak jangan bicara seperti itu!" ucap Kalila.
"Benar apa yang anak mu katakan, Aku akan memberikan pengobatan yang terbaik untuk mu,"
"Tapi aku takut hal buruk itu terjadi, aku ingin meminta sesuatu kepadamu Adam,"
"Apa itu? katakanlah "
__ADS_1
"Jadikan putriku menantu mu, dia gadis yang baik aku merawatnya dengan sepenuh hati, aku tidak ingin meninggalkan dia di sini sendirian, "
"Pak, jangan seperti ini, Kalaupun bapak berniat meninggalkan Lila, masih ada Wa Ila dan aku pun bisa hidup mandiri, aku tidak ingin merepotkan orang lain,"