
Mira terburu-buru turun dari lantai dua untuk menemui suaminya di ruang kerja, dengan perasaan campur aduk Mira ingin segera memberitahukan suaminya mengenai Menantunya atau mantan menantu yang dulu pergi.
Tanpa mengetuk pintu lebih dulu Mira langsung saja masuk, saat itu Adam sedang memeriksa email yang dikirim asistennya karena mendesak.
"Pa.." ucap Mira setelah berhasil membuka pintu.
"Ma, kenapa kamu tidak mengetuk pintu dulu?,"
"Kalila ada di Jakarta!"
Degg
"Jangan mengada-ada kamu, selama ini kita berusaha mencari tapi hasilnya nihil, lalu kamu tiba-tiba mengatakan hal seperti ini.."
"Mama tidak bohong, Pa. Kalila ada di Jakarta dan sekarang dia sedang menginap di hotel kita,"
Adam bangun dari kursi miliknya dan menatap wajah sang istri untuk mencari kebohongan nyatanya wajah Mira sangat serius.
"Kamu tahu dari mana?" Tanya Adam masih tidak percaya.
"Jeng Ratih. Dia sedang berada di hotel kita dan melihat secara langsung Kalila. Kita susul dia Pa, mama tidak mau kehilangan jejak lagi, setidaknya kita harus meminta maaf dan meminta penjelasan kepada Kalila kenapa dia tiba-tiba pergi,"
__ADS_1
Adam menganguk, karena selama ini ia sangat merasa bersalah kepada menantu dan sahabatnya.
Keduanya langsung bersiap dan meminta supir untuk mengantar ke tempat tujuan. Mereka benar-benar tidak ingin kehilangan jejak lagi.
"Ibu dan bapak mau pergi?" Tanya bi mala
"Iya, Bi. Saya mau menemui Kalila"
Bi mala yang mendengar nama kalila begitu terkejut, apakah dirinya tidak salah dengar?
"Maksud ibu Mbak Kalila menantu di rumah ini?" Mira menganguk. Sedang Bi mala sudah berkaca-kaca karena merindukan wanita yang sempat tinggal di rumah itu.
"Yasudah Bi, kami harus pergi. Titip rumah ya kalau anak saya mencari bilang saja sedang keluar "
***
Lima belas menit kemudian keduanya sampai di sebuah bangunan mewah, tempat tujuan yang akan mempertemukan mereka dengan seseorang yang sudah lama dicari.
Semua pekerja yang mengetahui siapa keduanya langsung menyapa hormat. Mira dan Adam langsung mendatangi bagian informasi untuk menanyakan kebenaran perihal tamu bernama Kalila.
"Benar Pak, tapi orang yang bapak sebutkan tadi adalah tamu khusus sebagai partner yang di tunjuk langsung oleh perusahaan untuk pengadaan souvenir bagi hotel ini "
__ADS_1
Keduanya cukup terkejut karena kedatangan Kalila bukan serta merta kembali ke Jakarta namun karena sebuah pekerjaan.
"Baiklah, sekarang saya minta nomor kamar yang ditempati dia. " meskipun keheranan karena jarang bahkan tidak pernah pemilik perusahaan meminta nomor kamar tamu, tanpa banyak bertanya resepsionis itu memberikan nomor kamar kalila.
Tak membutuhkan waktu lama keduanya sudah sampai di depan pintu kamar sesuai nomor yang diberikan. Mira mengetuknya dengan tidak sabaran sehingga mengusik kedua manusia yang belum lama terlelap.
"Mbak, ada yang mengetuk pintu," ucap Arum
"Coba kamu lihat, siapa tahu ada hal penting, "
"Hal penting apa? kenapa harus kita yang di ganggu!" ucap Arum sedikit tak terima tidur indahnya terganggu. Mau tidak mau dia membuka pintu, saat pintu sudah berhasil di buka hal pertama yang Arum lihat adalah dua orang paruh baya namun jika dilihat bukan orang biasa.
"Maaf mau cari siapa?" Tanya arum sopan, bagaimanapun dia hanya orang luar yang singgah di kota orang lain.
"Apa kalila ada di dalam?" Tanya Mira dengan suara yang tidak pelan, hal itu membuat Kalila bangun dan menghampiri Arum mengingat namanya belum lama di sebut.
Langkah kaki Kalila mematung saat tahu siapa yang mencarinya, mereka adalah mantan mertua, kakek dan nenek dari putra semata wayangnya.
****
Aku nggak tau akan menarik lagi atau nggak namun aku ingin menyelesaikannya, jika banyak hal yang aku lupa seperti nama tokoh, sebutan atau apapun yang menyangkut cerita mohon di maklum.
__ADS_1
Yang masih setia terima kasih, Maaf yo dunia nyata menyita banyak kehaluan hehe.