Berpisah

Berpisah
Kehamilan


__ADS_3

Setelah keduanya berbincang tak lama Randy turun dari kamarnya dengan wajah datar seperti biasanya. Dugaan orangtuanya memang tetap bahwa ada ataupun tiadanya Kalila tidak akan memberikan pengaruh apapun.


"Sudah papah duga kalau kamu akan baik-baik saja saat mereka pergi, tapi papa merasa bersalah karena tidak memperlakukan mereka dengan baik. Apa kamu tidak berniat untuk mencari mereka?" Tanya Papa Adam.


"Mereka pergi atas kemauan sendiri, jadi untuk apa aku repot-repot mencarinya. Mereka datang tak dijemput pergi pun begitu saja, kita sudah terlalu baik pada mereka jadi biarkan mereka pergi," ucap Randy terlihat kejam.


Keduanya hanya diam tak membalas ucapan Randy karena tidak ada gunanya mendebat sang anak, yang jelas tujuan Adam saat ini adalah mengetahui dimana keberadaan keduanya.


"Baiklah jika itu keputusan mu, Papa tidak bisa melarang mu. Tapi Papa harus mencari mereka setidaknya untuk meminta maaf dan memberikan hak Kalila selama menjadi menantu di keluarga kita."

__ADS_1


Randy terdiam membenarkan ucapan sang ayah, bahkan randy memikirkan keadaan mereka yang pergi tanpa membawa apapun yang sudah ia berikan termasuk uang.


Dia menyembunyikan rasa bersalahnya dibalik sikap dingin.


**


Dilain tempat Kalila dan Ali sudah sampai di kediaman saudaranya, mereka disambut dengan baik oleh sepasang suami istri. Bu Ila ilang tak lain kakak kembar Ali sangat sedih mendengar keadaan sang keponakan, nasibnya sungguh sangat memperhatikan.


Ya, benar saat ini Kalila sedang mengandung buah hati dari Randy, meski Randy melarang Kalila untuk hamil nyatanya takdir berkata lain, alasan Kalila pergi selain hubungan pernikahannya tidak berjalan dengan mulus, penyebab lain adalah karena Kalila sedang hamil. Kalila sempat bertanya pada randy mengenai dirinya yang mungkin saja hamil meskipun sudah menggunakan pengaman, jawaban Randy sungguh diluar dugaan,, Kalila harus menggugurkan kandungannya.

__ADS_1


Dan saat mengetahui dirinya hamil kalila sebisa mungkin menyembunyikannya, usia kehamilannya sudah memasuki 4 bulan Tubuhnya yang tinggi kecil mampu menyamarkan keberadaan sang anak, bahkan tidak ada drama mengidam, mual muntah dan sejenisnya, sepertinya sang anak tahu situasi ibunya.


"Untuk saat ini aku belum memikirkannya wa, aku hanya ingin Menyelamatkan dia lebih dulu, awalnya aku bertahan hingga bayi dalam kandungan ku cukup besar, aku berharap Mas randy akan menerimanya. Namun ketika mengetahui kalau dia kembali dengan kekasihnya semuanya aku urungkan. Aku hanya memiliki dia saat ini, bagaimana kalau Mas randy menerima anakku tapi aku harus berpisah dengan dia, sementara Mas randy akan memperkenalkan istri barunya sebagai ibu dari anakku. Aku tidak mau wa, lebih baik aku menyembunyikannya selama mungkin. "


Ali yang mendengar penuturan putrinya benar-benar merasa bersalah, belum hilang keterkejutan dirinya yang akan menjadi seorang kakek, namun harus mendengar cerita bahwa anak yang ada di dalam kandungan Kalila tidak dikehendaki oleh ayahnya sendiri.


"Keadaan Ayah sudah lebih baik, sepertinya ayah sudah mampu untuk bekerja kembali. Ayah akan berjuang untuk membesarkan cucu ayah, dia harus tumbuh kuat dan hebat, tidak masalah ayahnya tidak menginginkan dia, tapi ayah sangat menyayangi dia,"


Kalila terharu mendengar ucapan ayahnya.

__ADS_1


"Tapi kalian harus memikirkan hal lain, yaitu tanggapan orang-orang mengenai kehamilan kalila, semua tidak mudah,"


__ADS_2