
Sah menikah secara agama tidak merubah apapun bagi Randy dia merasa masih seperti seseorang yang belum terikat apapun. Randy bertekad ingin membuat Kalila dan ayahnya menyesal karena telah memilih jalan ini, Randy juga bertekad ingin memberikan pengobatan terbaik untuk Ali yang saat ini menjadi ayah mertuanya. Randy ingin membuktikan bahwa pikiran sembrononya mengenai kematian yang ada dalam prediksi Ali akan dia patahkan, bagaimana pun dia telah mendahului takdir dan merusak takdirnya begitulah pikiran picik Randy.
Padahal Ali hanya memiliki khawatiran mengingat dokter mengatakan kalau hal buruk bisa saja terjadi, sebagai manusia biasa Ali hanya berjaga toh putrinya anak yang baik dan mereka tidak akan rugi memiliki Kalila sebagai menantu.
Bahkan Randy berniat membuat Kalila ikut merasa menyesal karena sudah menerima pernikahan ini, menikah siri tapi berniat meminta hak, itu adalah bagian dari rencananya, Randy tidak mau rugi dan harus memanfaatkan semuanya.
"Ikutlah pulang bersamaku!" ajak Randy pada kalila.
"Pulang? aku harus menjaga ayah,"
"Aku sudah menyuruh beberapa perawat untuk menjaganya, besok lusa dia akan menjalani pengobatan di Singapura aku dan papah sudah mengurus nya. "
__ADS_1
"Apa? kenapa aku tidak tahu?"
"Kamu tidak perlu tahu, yang terpenting ayah mu kembali sehat dan aku akan membuktikan bahwa pikirannya salah karena telah menyuruhku menikahimu sebagai bagian dari tanggung jawab atas hal yang papah ku lakukan, dan di sini aku adalah korbannya, "
Kalila terdiam, apakah ini laki-laki yang akan menjadi imannya selama beberapa waktu yang entah kapan akan berakhir.
"Maafkan bapak yang sudah membuat mu menikahi ku, aku berjanji akan mengikuti semua syarat yang telah kamu buat,"
"Tentu saja, karena kalian harus membayar semuanya. Aku pastikan kalian akan menyesali semuanya, "
Perbincangan mereka di kafe rumah sakit terhenti karena Adam menelepon Putranya, mereka akan berpamitan pulang dan meminta Randy dan Kalila untuk segera kembali ke ruang perawatan Ali.
__ADS_1
***
Randy membawa Kalila ke rumah yang sudah ia beli beberapa tahun lalu, rumah yang sudah ia persiapkan untuk Yasmin saat menikah nanti. Namun untuk saat ini rumah itu akan ia isi bersama istri siri dan ayah mertuanya nanti.
"Mas, rumah siapa ini?" tanya kalila
"Ini rumah milik ku dan calon istriku nanti, saat ini aku mengizinkan kamu untuk menempatinya lebih dulu, namun saat nanti dia kembali kamu dan bapak mu harus angkat kaki dari rumah ini sesuai perjanjian yang sudah kita buat,"
Ucapan Randy sungguh menyayat hati, meskipun begitu dia harus bersikap seolah tidak apa-apa.
"Maaf karena sudah mengacaukan semuanya, " ucap Kalila menunduk.
__ADS_1
"Ini belum ada apa-apanya kalian harus membayar semuanya. Kamu harus menjadi pelayan utamaku meskipun di rumah ini ada pegawai lain, kamu tidak boleh menolak untuk menjadi pemuas ranjangku karena tubuhmu halal untuk aku sentuh, namun satuan yang harus kamu ingat baik-baik jangan biarkan benihku bersemayam di rahimmu, jika itu terjadi maka kamu harus menggugurkan. Tidak ada yang boleh mengandung keturunanku selain wanita yang aku cintai. Camkan itu!"
Kalila sudah terlalu lemas untuk menanggapi ucapan Randy Tulang-tulang dalam tubuhnya seperti lepas dari persendiannya. Dia ini seorang istri apa seorang ja lang?