Berpisah

Berpisah
Surat untuk Adam


__ADS_3

Kabar kepergian Ali dan Kalila pun telah sampai ketelinga Adam dan Mira istrinya, mereka tentu saja terkejut meskipun terlihat cuek namun sejujurnya mereka peduli. Adam hanya sedikit kecewa pada Ali karena ia berpikiran kalau Ali memanfaatkan situasi pada saat di di rumah sakit dan mau tidak mau membuat Putranya harus menikah dengan wanita yang tidak dicintai oleh Randy.


Sedangkan Mira pun bukan wanita jahat yang akan menyiksa atau membuat menantunya terlihat hina di mata teman-temannya hanya saja status pernikahannya membuat Mira kesulitan untuk memperkenalkan Kalila, karena setahu dunia luar kalau Putranya belum menikah.


Sesampainya di kediaman Randy, Adam langsung mencari Putranya, namun saat akan naik ke lantai atas bu mala menghentikan langkah tuan besarnya.


"Maaf Pak, saya hanya ingin memberikan surat yang diberikan oleh Pak Ali, " Mendengar hal itu Adam pun langsung turun dari tangga yang baru saja ia naiki.


Adam mengambilnya dan langsung membuka surat yang diberikan oleh temannya tersebut.


Assalamualaikum, Dam.

__ADS_1


Maaf karena tidak bicara secara langsung dengan kamu dan keluarga, tapi melalui surat ini aku ingin mengucapkan terima kasih dan maaf yang begitu banyak.


Maaf karena telah membuat hubungan pernikahan antara anak-anak kita, meskipun aku tahu kamu terpaksa melakukannya. Setelah kecelakaan itu yang aku takutkan hanya kematian sedangkan putriku di kota ini tidak memiliki siapapun, jadi aku pun membuat permintaan bodoh yang pada akhirnya membuat anakku sendiri menderita.


Kami tidak ingin terlalu lama menjadi benalu dalam kehidupan kalian, kami sadar cepat atau lambat ini semua akan terjadi. Selama dua tahun ini aku pun hidup dalam rasa bersalah kepada mu tapi aku melihat ada cinta untuk putramu di mata Kalila, namun sayang hanya kalila yang memilikinya.


Dam, terima kasih untuk semuanya, maaf ku tidak akan cukup untuk mengembalikan semuanya, tapi aku berharap kamu dan keluarga bisa melupakan semuanya dan kembali menjalani kehidupan kalian. Anggap saja aku dan putriku tidak pernah hadir dalam kehidupan kalian, sekali lagi maaf dan terima kasih.


Tanpa terasa mata Adam pun seperti akan menitikkan air mata, tiba-tiba rasa bersalah itu menghantui dirinya. Adam tidak menyangka kalau mereka akan pergi secepatnya ini bahkan di saat mereka belum sepenuhnya menerima, tapi Adam dan Kalila sudah menyerah.


"Apa yang Pak Ali tulis Pah," Tanya istrinya, Adam pun menyerahkan surat yang diberikan oleh Ali, Mira pun membacanya dan turut merasakan hal yang sama dengan suaminya.

__ADS_1


"Ma, apa sikap kita selama ini sudah keterlaluan? Papah menyesal tidak bisa menerima mereka lebih awal. Papah tahu mereka orang baik tapi aku masih meragukannya, sebenarnya yang lebih jahat di sini itu aku," ucap Adam penuh penyesalan


"Pa, semuanya sudah terjadi rasa penyesalan itu belum tentu mengembalikan semuanya. Kita hanya perlu tahu keberadaan mereka dan mengajak mereka kembali,"


"Papah tidak yakin mereka akan mau, karena kita sudah terlalu banyak menyakiti mereka,"


"Lalu apa yang harus kita perbuat, Pah?"


"Entahlah, Papah juga tidak tahu. Sekarang kita harus bertanya pada Randy, bagaimana keadaan dia setelah Kalila pergi, setahu papah dia tidak memperlakukan Kalila dengan baik,"


"Apa maksud papah?"

__ADS_1


"Randy sangat tidak menyukai Kalila, Mah. Jadi sepertinya dia baik-baik saja,"


__ADS_2