
Malam ini adalah malam pertama bagi Randy dan kalila, Randy akan memberikan pelajaran pertama bagi Kalila. Pernikahan ini memang bukan didasari atas cinta tapi Randy tidak akan menyianyiakan kesempatan hari ini untuk membuat Kalila menyesal dan menderita.
"Mandilah dan gunakan pakaian yang sudah aku siapkan dilemari, jangan menolak atau membantah karena kamu tidak punya hak untuk melakukan hal itu."
Kalila tidak ingin menyahuti ucapan Randy yang akan membuatnya sakit hati dan sedih, lebih baik dia mengikuti apa keinginan suaminya.
Tiga puluh menit di kamar mandi akhirnya rutinitas Kalila sudah selesai di kamar mandi, bahkan dia sudah menggunakan gaun tidur yang tipis, yang saat ini ditutupi oleh bathrobe.
Randy sudah lebih dulu membersihkan diri dan menggunakan bathrobe sama seperti Kalila. Randy menatap kalila dengan ekspresi yang tidak terbaca.
"Aku ingin malam ini kamu melayani ku, menjalankan tugas pertama mu sebagai seorang istri,"
A_pa maksudmu Mas?" Tanya kalila gugup.
__ADS_1
"Aku ingin tubuh mu malam ini," ucap Ranndy terus terang.
Kalila menegang dan tak tahu harus menerima atau menolak.
"Jangan berpikiran untuk menolak karena seperti yang sudah aku katakan sejak awal kalau kamu dan ayahmu tidak bisa menolak semua keinginan ku, jadi mau tidak mau kamu harus melakukannya. Ini adalah konsekuensi atas pilihan kalian menjerat aku dalam permintaan konyol ayahmu," ucap Randy sarkas.
Kalila sudah meneteskan airmatanya, semua ucapan Randy begitu menyakitkan.
"Apa aku begitu menjijikan di mata mu, Mas?"
"Jangan terlalu banyak berharap, pernikahan ini akan berakhirnya setelah kekasihku kembali, namun kau harus membayar semuanya perbuatan mu dan ayahmu,"
Kalila sudah terisak, bahkan dia tak ubahnya seorang ja lang yang hanya memberikan kepuasan pada suaminya.
__ADS_1
Randy mematikan semua lampu dengan remot otomatis, seperti ucapan sebelumnya bahwa tidak ada cahaya yang menerangi kamar keduanya, bahkan Kalila dilarang mengeluarkan suara atau rintihan apapun. Setelah lampu mati Kalila menggigit bibirnya agar tak bersuara.
Randy yang merasakan pergerakan kaku kalila diatas kasur langsung menarik paksa tubuh istrinya ia meraba bibir dengan jari-jari tangannya, tak sengaja Randy menyentuh lelehan air mata Kalila.
"Jangan menangis dimalam pertama kita, aku tidak ingin terlihat jelas menyakitimu malam ini. Aku hanya ingin kamu merasakan kenikmatan yang tidak akan kamu dapati dari laki-laki manapun selain aku, jadi berhenti menangis, "
Kalila hanya menganguk. Selanjutnya randy langsung melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuh Kalila, karena suasana yang gelap membuat kalila tidak terlalu malu karena tubuhnya yang sudah telan jang.
Randy pun melakukan yang sama dia melepas bathrobe yang memang tanpa pakaian apapun. Randy mendudukan Kalila diatas tubuh polosnya, Kalila tentu sangat terkejut dan tubuhnya terlihat tegang, namun dia tidak boleh menolak. Randy sudah berhasil meraih bibir kalila, ia menyatukan apa yang seharusnya bersatu melihat bibir manis yang belum pernah disentuh laki-laki manapun.
Randy memperdalam ciu mannya, bertukar saliva meskipun kalila masih kaku dan tidak membalas ciu man Randy.
"Balas ciu manku sebisa mu, aku hanya melarang mu jangan bersuara bukan bergerak!"
__ADS_1