BERSAMA DENGANMU

BERSAMA DENGANMU
1. MENGAPA INI TERJADI


__ADS_3

Malam yang begitu gelap, angin begitu kencang menghembus, petir terus berkeliaran di udara, hujan mulai meniti di daratan itu dengan derasnya layaknya badai menerjang di kota itu. Rintian seorang wanita pun mulai terdengar di tengah hujan yang begitu deras, seakan melahirkan seorang anak pertama.


“aaaaaaaaaaaaaaa” kata wanita itu seraya merasakan kesakitanya yang sangat luar biasa.


“ayo sedikit lagi” kata seorang setengah baya itu yang tidak lain seorang dokter


“yang kuat ya sayang” kata seorang wanita tua yang mengatakan kepada wanita yang sedang melahirkan seraya mengelus kepala wanita itu dan memegang tanganya


“ayoh.......... sedikit lagi.......” kata sang dokter itu seraya berusah menyelamatkan sang ibu dan anaknya itu


“eya.....eya....... eya” suara seorang bayi yang baru saja di lahirkan. Bayi laki- laki yang begitu tampan, bersamaan suara guntur, dan kilatan yang menyambar di langit itu


Badai itu berhebti begitu saja setelah bayi itu berhenti menangis, seakan alam menyambut kedatangan sang bayi. Bayi itu seketika tidak bernapas dan detak jantungnya tidak ada sehingga sanh ayah dan sang ibu serta wanita tua itu bersedih karena sang bayi telah meningal dunia.


“ selamat pak, bu anak anda laki-laki” kata sang dokter seraya memberikan bayi itu dari gendonganya kepada sang ibu yang baru melahirkan itu.


“terimakasih dok” kata seorang laki-laki tidak berekspresi itu dan mengenakan satu anting berbentuk bulan merah namun dia tersenyum bahagia atas kehadiaran sang anak pertama


“ayah.... anakmu kenapa tidak menangis” kata sang ibu yang baru melahirkan itu, dan dia baru menggenongnya untuk pertama kalinya.


“ ini...” kata wanita tua itu seraya memegang si bayi


“jangan bicara yang tidak tidak” kata sang suami kepada sang istrinya senbari memegang sang bayi itu yang sudah tidak memiliki detak jantung “mengapa ini terjadi” kata sang suami itu yang baru merasakan kebahangiaan itu


Lalu sang bayi yang tidak memilki detak jantung itu menggerakan tanganya yang menandakan dia masih hidup, dan bersamaan ruangan itu terasa begitu dingin layaknya salju sedang turun, sang ibu dan sang suami meraskan ke anehan dari sang anaknya. Namun itu tidak lama bayi itu pulih kembali dan dia di beri nama fan xian


dua belas tahun kemudian, seorang pemuda yang sedang berjalan di tengah salju dengan begitu terengah-engah dengan nada yang menyedihkan, setiap langhanya membekas di salju dengan dalam dan setiap pinggir jejak terdapat perjikan darah yang sedikit namun begitu jelas terlihat, pepohonan yang tidak berdaun itu memutih kerena salju turun begitu lebat namun itu tidak menjadi hambatan bagi pemuda itu dia terus berjalan dengan cepat agar wanita yang dia gendong itu biar bisa di selamatkan. Seraya memgingat sehari semalam sebelum kejadian itu


Ada seorang laki-laki yang mengenakan satu anting berbentuk bulan merah di telinga kirinya, rambut berwarna merah mata berwarna merah delima, alis edikit tipi, mata sedikit sipit, buli mata yang lentik, dahu sedikit runcing, hidung mancung, bibir tipis dan tatapan wajah yang tidak memiliki ekspersi dan tinggi badan seratus enam puluh sembilan.


“xian tubuhmu begitu lemah, jadi jangan memaksakan diri untuk ke kota. lagian salju turu dengan begutu lepat hari ini” kata seorang wanita yang baru keluar dari dapur dan melihat sang anak yang sudah akan berangkat kekota sembari membawa daging hasil jebakan kemari yang dia buat


“tidak apa apa bu, ini udah menjadi tangung jawab yang harus aku lakukan sebagai anak tertua” kata xian yang tidak lain adalah anak laki-laki yang mengenakan satu anting di telinga nya yang berkata kepada sang wanita setengah baya itu yang tidak alin ibunya


“kakak.... aku ikut ke kota ya” kata seorang gadis kecil yag manis dan dia berlari kecil mendekati xian dan sang ibu


“jangan sanyang jika kamu ikut xian tidak bisa menggendongu saat kamu kelelahan, dan salju ini juga sedikit dingin” kata sang ibu seraya megelus kepala gadis kecil itu dengan penuh kasih sanyang


“aku senang jika kamu bisa ikut tetapi jika kamu ikut siapa yang akan membantu kakak nataly” kata xian pada sang adik den mengelus kepalanya dengan lembut


“ahi....................” kata gadis kecil itu


“biarkan saja dia pergi sebagai gantainya dia harus menuruti semua kemauan kita” kata seorang anak laki-laki yang memnujukan wajah tidak rela itu


“baik jika kalian bisa memanu ibu di rumah maka kakak akan menuruti semua keingin kalian” kata xian meyakinkan ke dua anak itu


“ maaf xian seharusnya ini tidak terjadi padamu”kata sang ibu padanya


“ibu tidak seharusnya meminta maaf karena memang ini yang harus aku jalani” kata xian sembari tersenyum


“hati..... hati di jalan kakak” kata kedua adiknya


“ya aku berangkat” kata xian dengan senyuman yang begitu manis di wajahnya terlihat dengan jelas seraya melangkah kan kaki menjauhi ke dua adik dan ibunya yang menantarkan dengan senyuman meski meraka kawatir tentang kesehatan xian


Namun xian tidak merasa terbebani, bagi dirinya kebahahgiaan yang dia rasakan sekarang sudah bersyukur, namun bagi sang ibu yang selalu merasa ketakutan karena tubuh xian sangat lah lemah bahkan sang ibu selalu merasa sangat sedih jika xian jatuh saat berlari ataupun berjalan.


“ kakak apa akmu akan ke kota “ kata seorang wanita canrik jelita nan imut yang baru mucul di depan sang kakak.


Seorang wanita cantik jelita nan imu, bibir tipis,hidung mancung, mata sipit, bulu mata yang lentik, mata berwarna merah delima,rambut berwarna hitam dan berhias pita berwarna ungu. dahu sedikit runcing. Yang tidak lain adik xian yang bernama nataly


“nataly, iya” kata xian sembari mendekati dan megelus anak kecil yang ada di gendongan nataly


“tadi aku mengajak leo berjalan jalan agar dia tidak sedih saat kamu pergi, dia sangat membutuhkan kakak di dekatnya setelah ayah meninggal, pasti semua akan ikut kakak kemanapun kakak pergi” kata nataly yang menjelaskan perasaan sang adik terakhir


“terimakasih nataly” kata xian yang mengelus rambut nataly dan tersenyum penuh ke bahagiaan

__ADS_1


“hati-hati di jalan kak” kata nataly sembari mengatar xian dengan senyuman yang begitu manis yang terlihat di wajah nataly, namun nataly sangat kawatir karena sang kakak begitu lemah


Xian pun mulai melakukan perjalananya di tengah salju yang begitu lebat dan itu sangat dingin apa lagi tubuh xian yang lemah.


‘aku tau...... aku tidak memiliki waktu banya, namun itu tidak berati kau akan menyerah begitu saja, meski pada akihirnya aku harus mengakhiri hidup ini, namun kebahagiaan haru aku ukir di setiap langkah ini, namun kebahagiaan pasti tidak luput dari kesedihan yang kita alami itulah kehidupan yang ada di dunia ini, selalu ada... di mana salju ini berhenti dan berjalan itulah kehidupan....... namun setiap kesediahan hadir pasti dada darah yang terlibat itu pasti’ ucap xian sembari jalan dan memainkan serulingnya untuk memprkuat tubuhnya.


Xian berjalan hingga sampai di kota dan dia di sambut dengan begitu baik oleh warga kota itu xian pun bahagia karena dia di sayangi banyak orang dan dia adalah pemuda idaman bagi para wanita di kota itu dan itu membuat xian sedikit cangung di kota itu.


“ wah.......... xian salju turun dengan lebat tapi kamu tetap turun” kata salah satu penduduk di situ


“ya apa anda ingi membeli daging rusa” kata xian yang menawarkan kepadanya


“ya kau beli”kata seorang wanita yang setengah baya itu


“aku juga” kat apembeli ke dua


“aku juga” kata pembeli ke tiga


“Xian bisa kah kamu bawakan barabg ke dalam” kata seorang setengah baya itu


Akihirnya malam pun mejelang rembulan malam menghiasi di gelapnya malam namun hal yang tidak di ingginkan pun terjadi di mana xian menalami hal seperti biasa yaitu pingsan karena penyakit sejak dia kecil. Untung ada seorang laki-laki setengah baya itu membewanya ke rumahnya dan merewatnya.


“ahhh........ kau tidak menyangka jika sampai semalam ini” kata xian dengan suara yang lirih “ tunggu mengapa ini terjadi di waktu yang salah...ak...” lanjutnya dan dia pngsan di tengah jalan, namun sebelum dia benar,benar kehilangan kesadaranya dia sempat melihat bayangan seseorang yang mendekat


“xian........... xia....xi........” suara laki-laki setengah baya yang mendekatinya


‘suara siapa itu’ kata xian dalam hati. Lalu xian benar benar kehilangan kesadaran, di alam bawah sadar dia bertemu sang ayah


“ayah..” kata xian yang memangilnya


“xian selsaikan tugasmu sebagai keturunan dari keluarga atas, tugasmu harus kamu jaga dan kamu rahasiakan dari seluruh orang ingat itu” kata sang ayah yang menatap xian dengan serius dan mendorongnya


Xian pun terjatuh dan xian berfikir ini adalah hari kematianya namun saat dia membuka mata dia melihat cahaya yang sdikit terang dan dia berfikir itu adalah jalan menuju alam baka namun ternyata xian baru sadar dari pingsannya.


“aku masih hidup” kata xian yang terkejut


“terimakasih paman” kata xian dengan lirih


“sudah lah ini makan terlebih dulu dan setelah selsai segera tidur ini sudah sangat malam dan akan berbahaya jika kamu melajutka perjalanan” kata laki laki itu


“baik paman terimakasih” kata xian yang segera bangun dan makan, namun xian selalu ingat atas perkataan sang ayah pas di alam bawah sadarnya.


Itu yang memuat xian begitu gelisah namun anehnya dia gelisah bukan karena perkataan sang ayah melainkan sang ibu dan ke empat adiknya yang dia tinggal itu


“paman aku merasa bahwa aku sangat merindukan ibu dan keempat adiku aku harus bergegas pulang” kata xian yang sudah tidak bisa di larang itu


“tidak kamu harus tunggu pagi karena malam itu berbahaya” kata laki-laki itu


“apa ada binatang buas, jika ia aku bisa mengalahkanya” kata xian dengan sedikit tidak bisa tenang itu


“tidak bukan binatang buas tetapi vampir pemakan manusia” kata laki-laki itu


“vampir pemakan manusia”kata xian yang baru mendengarnya itu


“ia vampir pemakan manusia itu mengapa kita tidak bisa leluas melakukan kativitas seperti sebelumya” kata laki laki itu


“apa vampir masuk dalam rumah” tanya xian kembali


“ya dia akan masuk” kata laki-laki itu


“berarti akan mati semua dong orang orang” kata xian kembali


“oleh sebab itu kita di lindungi oleh pembasmi” kata laki-laki itu


“pembasmi” kata xian yang baru mendengarnya

__ADS_1


“ya dia adalah orang orang yang bertugas membasmi vampir” kata laki laki itu “ sudah tidur lah besok agar bisa melanjutkan perjalan saat matahari terbit” lanjutnya


Xian hanya menurut saja dan dia tidak pernah menayakan lebih rinci karena dia hanya tidak ingin berurusan dengan siapapun.


‘tunggu vampir pemakan manusia, seperti aku pernah mendengarnya, dulu saat aku masih kecil aku selalu di pengku oleh nenek dan nenek juga mengatakan yang sama’ kata xian dalam hati dan dia memejamkan mata namun bayangan sang ibu terus muncul di ingata xian seraya meneteskan air matanya


“ibu........” teriak xian yang ternyata ini sudah pagi, xian bergegas berjalan menuju kediamannya di buki,


Xian merasakan hawa yang aneh bakan dia juga mencum bau darah dan dia bergas saat xian samapi dirumahnya alangkah terkejutnya xian karena rumahnya yang begitu berantakan dan darah di mana mana dan dia melihat nataly yang ter baring di salju dan memeluk leo.


“nataly ada apa ini” kata xian dengan tetesan air mata


‘mengapa initerjadi ............ mengapa di saat aku tidak di rumah. Hanya tubuh natali yang masi hangat dan aku pasti segera membawanya ke dokter biar dia bisa di selamatkan, kakak berjanji kan menyelamatkan mu” kata xian daalam hati seraya terengah engah dan air mata yang dia tahan


Nataly mengerakan tanganya dan dia berusaha melepaskan dari gendongan snag kakak namun xian berusah memegangin sang adik hingga dia terpeleset dan terjatuh dari tebing,


“ayayayayayayayay...........................” teriak naataly yang dalam peroses berubah menjadi vampir


“gawat......... yaya ayayayay ayayayaya............” kata xian yang terpelset dan terjatuh dari tebing


Nataly berhasil melepaskan diri dari gendongan si kakak. Namun xian terjatuh, wajahnya yang begitu pucat dia tidak memperdulikan itu yang terpenting dia bisa menyelamatkan nataly


‘aku terjatuh......... tapi aku bersyukur kerena aku masih terselamatkan, tubukuh begitu lemah apa yang akan terjadi jika aku tidak bisa menyeamatkan nataly. Oh ya nataly............’ ucap xian dalam hatinya dia bergegas mencari natali kesana kemari dan akhirnya dia menemukanya natali masih berdiri dan tidak melihatkan wajahnya


“ nataly sini biar kakak gendong kamu tidak perlu berjalan, perjalanan mnuju kota masih jauh jadi kaka gendong kamu aja ya” kata xian yang endekati nataly.


Nataly tidak merespon dan dia palah menyerang xian dan dia mengunakan serulingnya untuk menahan mulut nataly agar tidak di serang dan natali tiba-tiba memesarkan badanya namun xian hanya menagis


“natal sadarlah.......... ini aku xian dan kamu jangan menyakiti ku karena kita sodara, nataly aku tau kamu kesakitan, tapi jangan seperti ini, berjuang nataly” teriak xian sembari mengeluarkan air matanya dan seketika nataly menangis


Di waktu yang bersamaan ada seorang berlari sembari membawa pedang dia terus berlari


Lalu nataly sadar saat melihat wajah xian yang di penuhi oleh air mata namun nataly hanya bis menangis layaknya anak kecil


Lalu seorang pemuda yang datang seraya mengayunkan pedangnya ke arah mereka xian dan dia menghindar dari serangan peria itu


Peria yang berwajah dinggin mengenakan baju berwarna biru kehitaman, rambut berwarna hitam panjang tidak memiliki senyum dan tatapan yang begitu tajam, alis tipis, dahu sedikit runcing, mata yang sedikit sipit, hidung mancung, bibir sedikit tipis. Dan tinggi badannya seratus delapan puluh lima cm.


“mengapa kamu melindunginya” kata pria itu


‘siapa dia, mengapa memebawa pedang’ kata xian dalam hati “ dia adik ku adik perempuanku” kata xian seraya menagan nataly yang sudah kembali menjadi kecil kembali.


“kamu sebut dia adik” kata laki laki itu tidak percaya


“ nataly” kata xian yang berusah menahannya karena nataly akan peergi


Lalu peria itu mengambil nataly dari tangan xian. saat mereka akan melakukan pertarungan xian menyadari jika nataly sudah tidak di dekatnya lalu xian berusah mencegah nataly pergi namun karenaya xian harus kena pukulan dan dia pingsan lalu nataaly yang melihatnya


Nataly berusaha melindungi xian dari peri itu pun tidak percaya jika ada vampir yang akan melindungi manusia namun mereka pun berkelahi namun nataly sangat mudah dikalahkan oleh peria itu


Di bawah alam sadar xian, xian kembali lagi bertemu dangan sang ayah dan ibu serta adik-adiknya


“xian mengapa kamu tetap di sini, pergilah lindungi nataly apa pun yang terjadi ya” kata sang ayah


“maaf xian kami meningalkan mu” kata sang ibu


“ayah.... ibu.........” kata xian yang langsung tersadar dan dia sudah melihat nataly mengenakan penutup mulut


“kamu sudah bangn” kata peria itu


Xian hanya memeluk nataly sembari terdiam


“temui uyuri hniko di lereng gunung rapsa, bilang padanya kalian di kirim oleh gery miko, dan jangan membiarkan adikmu terkena sinar matahari secara langsung” kata peria itu yang tidak lain adalah gery miko.


Lalu xian kembali kekediamannya dan menguburkan jasad adik dan ibunya yang sudah tidak beyawa itu xian memanjatkan doanya dan setelah itu dia bersiap, siap membawa dia membawa seruling dan kotak misterius itu

__ADS_1


Lalu mereka melakukan prjalanan ke gunung rapsa yang di maksud miko


****


__ADS_2