BERSAMA DENGANMU

BERSAMA DENGANMU
17. PERLINDUNGAN


__ADS_3

argenta melihat semua pasukan pembasmi vampir yang tergeletak dan begitu juga dengan miko yang sudah sampai ke lembah yang di tuju.


"wah mereka yang ada di sini tidak ada yang selamat ya, he miko apa ada salah satu kenalan mu di sini aku dengar ada beberapa pasukan yang baru bergabung di pasukan pembasmi dia sudah di utus kesini mungkin dia sudah mati" kata argenta yang berbicara dengan miko.


miko hanya terdiam dan melihat keberadaan yang sudah kacau itu


"ayo kita lanjutkan" kata miko tanpa ekspresi itu


"padahal kita di utus bersama mengapa kamu dinging ke padaku, aku harap kita bisa saling mendekatkan diri kita" katanya yang membuka pembicaraan itu seraya berjalan menuju ke tempat yang lain


"aku ke sini karena menerima tugas jadi jangan berkata yang tidak berguna" kata miko yang dingin itu seraya terus berjalan


"wah perkataan mu seakan salju turun begitu saja, kalo begitu aku ke sebelah selatan" kata argenta yang akan meninggalkan miko sendiri dan memastikan tempat lain.


" ha baik aku mengerti" kata miko yang dingin namun dia menarik tangan argenta seraya memegang pundaknya sejenak lalu dia melepaskannya kembali tanpa mengatakan apa pun lalu pergi meninggalkan argenta sendiri di situ yang merasa bingung dari sikap rekanya itu.


xian sedang dalam bahaya dia selalu di serang oleh anggota pangeran vampir yang sedang berkumpul sementara handoko meninggalkan tempat itu dan menyuruh untuk menghabisi xian yang mengenakan anting bulan merah itu.


meski jumlah mereka jauh lebih banyak namun xian masih menghadapi dengan santai karena pedang miliknya masih bisa di fungsi kan namun saat melawan pangeran vampir yang menduduki posisi ke lima pedang miliknya patah namun ini adalah awal dari pertempuran yang sesungguhnya xian mengunakan senjata handalannya yaitu seruling yang dia bawa kemanapun.


sesaat xian mengingat saat ayahnya masih hidup dan selalu berbaring di dalam rumah selalu mengawasi setiap pergerakan xian di ruang latihan.


"xian bagaimana kondisi tubuhmu apa racun dingin itu sudah sepenuhnya hilang? " tanya sang ayah kepada xian yang baru selesai berlatih


"ini sudah cukup membaik dari hari sebelumnya" jawab xian dengan menundukkan kepala nya dan menghadap ayahnya.


"xian ini adalah sesuatu yang harus kamu jaga kelak seruling, anting, dan tari bunga lili di persembahkan untuk menyambut sang dewi semi, setiap gerakan memiliki makna tersendiri setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, kelak ini akan di wariskan kepada mu tanpa halangan ataupun hambatan itu yang ayah janjikan jika sudah waktunya" kata ayahnya yang mengingatkan kondisi serta jalan keluar


"ayah xian hanya ingin menikmati seperti ini" kata xian yang menyampaikan keinginan nya

__ADS_1


" yah... makhluk hidup pasti ada batasnya sayang, jangan terlalu terbawa suasana siang di malam hari karena matahari tidak akan menunjukan dirinya, tetap tunduk jangan di perlihatkan wajah yang sesungguhnya pada orang lain, karena sebagai takdir kita hidup di bawah sinar matahari namun harus tidak kelihatan oleh orang lain " kata sang ayah mengingatkan jika dia tidak di izinkan untuk memamerkan kemampuan yang itu.


"ayah aku minta maaf sebagai gantinya tidak ada saru dari mereka yang hidup dengan santai" kata xian yang melanggar perkataan sang ayah karena dia menunjukan kemampuannya sebagai pengguna energi legenda yaitu cahaya.


namun di situ hanya ada xian dan sepuluh anggota pangeran vampir itu yang membuat xian merasa mudah menghabisi semua dan pertempuran yang sangat hebat terjadi


di sisi lain argenta tidak sengaja melihat kaha namun dia dalam keadaan terluka parah dan argenta sebagai dokter pun menolongnya yang membuat kaha mengagumi sosok argenta.


meski argenta sering tersenyum manis untuk semua orang yang dia temukan namun dia juga akan tersenyum saat melihat musuhnya seakan dia menikmati penderitaan dari musuhnya.


setelah selesai argenta pun kembali mencari orang yang masih bisa dia selamatkan namun tidak sengaja bertemu dengan salah satu vampir yang cukup manis yang sedang melawan yesy


"apa ini" teriak yesy


"ini adalah benang sutra dan ini tidak bisa di potong oleh pedang serendah itu" kata vampir itu yang penuh percaya diri itu


"wah keren, selamat malam nona malam ini begitu indah ya kan aku sangat senang bertemu dengan nona secantik itu, apa lagi sangat berani" kata argenta seraya memuji vampir itu dengan senyum yang begitu manis bahkan jika orang lain melihat itu seakan argenta tidak ingin membunuhnya namun hanya bermain dan berkenalan saja


"apa ini kelihatanya kamu akan membunuhku ya aku datang kesini tidak ingin memakai kekerasan tapi karena kamu yang buka makan aku punya hadiah kecil untukmu" kata argenta seraya tersenyum manis


"dasar perempuan lajang" kata vampir itu yang berusaha membunuh argenta


namun argenta hanya tersenyum dengan manis tanpa mengatakan apapun dia menghindarinya dengan santai seketika argenta ada di belakang vampir itu


"apa yang dia lakukan" kata vampir itu dengan terheran heran


"selamat mendapatkan hadiahnya" kata argenta seraya tersenyum manis bahkan tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun


"pedang dia dia tidak memotong ku, jadi dia tidak mampu memenggal kepalaku ya" kata vampir itu dengan rasa sombongnya

__ADS_1


saat vampir itu akan membalik dia terkejut dia tidak bisa me gerakan sebagian tubuhnya lalu mati secara perlahan dan merasakan betapa sakitnya yang dia rasakan


"wah kamu lelah ya tapi kita belum kenalan, aku salah satu sang laras wanita kemampuanku memuat obat berbagai obat penyembuh hinga obat mematikan sekalipun meski dan yang barusan itu adalah obat yang sedikit mematikan, aku sering di panggil sang laras energi tanaman beracun yuia argenta, ah... ternyata dia sudah mati aku bodoh ya" kata argenta uang memperkenalkan diri seraya tersenyum manis


lalu dia menolong yesy dari benang sutra mematikan itu


"wah kelihatannya kamu baik baik saja kalo begitu aku cari yang lain ya" kata argenta pergi begitu saja


sementara miko dia bertemu dengan doren dan memastikannya saja lalu pergi mencari keberadaan xian. saat berjalan dia melihat seseorang terjatuh dari atas seraya memeluk wanita dia tidak lain adalah xian dan nataly yang telah keluar dan berhasil memenangkan pertarungan karena xian menggunakan energi terlalu banyak dia jatuh ke tanah dan miko hanya terdiam dan melihat wajah xian saat dia akan pergi dia tidak sengaja melihat wajah nataly dan dia mengingat saat pertama kali bertemu dengan xian


"kamu" kata miko yang terkejut


"em.. " respon xian saat tahu jika dia adalah kakak seperguruannya


tidak lama datang argenta yang langsung akan membunuh nataly.


"wah itu kan vampir kenapa kamu lindungi nak" kata argenta dengan senyuman yang manis


"bukan em ya memang tidak salah jika dia saat ini vampir tetapi dia adik ku yang selamat.. ak.... " kata xian yang saat melihat argenta dia terdiam seketika dan mengingat suatu kejadiannya


"nak tolong wanita itu yang di serang oleh vampir mungkin dia butuh pertolongan" kata seseorang yang mengenakan kain hitam dan mengikat rambutnya


"aku mengerti" kata seran king yang menolong seorang wanita mengenakan baju yang mirip dengan nataly yang sedang pingsan melawan anggota pangeran vampir tingkat atas.


"he nak kamu bisa mencari tempat yang aman nak" kata argenta yang akan membunuh nataly


"baju itu.. lupakan aku tidak akan menyingkir aku mau di sini lagian aku tidak akan lari karena aku selalu bersama dengannya. apapun yang terjadi" kata xian yang selalu mengatakan itu kepada siapapun yang akan menghabisi nataly


"baik lah kalo begitu" kata argenta

__ADS_1


lalu miko ambil tindakan untuk melindungi xian dan nataly yang membuat argenta bingung untuk kedua kalinya dan bersamaan xian mulai kehilangan kesadarannya yang membuat argenta tidak membunuh adiknya dan dia pergi begitu saja tidak lama datang pasukan kusus untuk membawa xian nataly menghadap ke pemimpin yang menjadi misteri hingga sekarang


__ADS_2