
Vampir itu langsung menyerang xian dari segela arah namun setiap seranganya masih bisa xian tahan dan di balas seraga oleh xian. Namun xian di buat kesulitan karena dia harus menjanga kedua orang itu namun saat xian akan putus asa nataly keluar dari kotak itu dan menatap dua manusaia itu namun dia hanya melihat saja.
xian merasa sedikit erbatu dia pun bergegas menyelsekan dua vampir itu dan di sisahkan satu namun saat mereka akan biara vampir itu akan kabur namun xian dapat menghabisi sebelum dia kabur.
“sudah cukup...... beri tahu aku seperti apa dia hanoko yco”kata xian yang sudah tidak bisa di tahan ingin segera menghadapinya
“aku.......... aku” kata vampir itu seraya mengingat kejadian yang di takuti olehnya
“jangan pernah bilang pada siapapun tentang diriku aku selalu mengawasimu” kata seseorang yang mengenakan topi dan wajahnya tidak terlalu jelas seraya mencekik lehernya di ingatan vampir itu.
Vampir itu pun pergi namun xian sudah tahu jika ini akan terjadi, xian menebas untuk menhakhiri pertarungan itu. setelah matahari terbit xian berdiri di depan leon dan memberikan sehelai kain, yang terdapat barang yang berharga, leon hanya bisa menangis karena dia di tinggal oleh kekasihnya.
“leon aku harap setelah kejadian ini kamu bisa berhati hati, seberapa banyak oerng yang kita sayangi hilang kita tidak ada pilihan selain tetap menjalankan hidup ini” kata xian yang mencoba memberi motifasi
“kamu masih kecil apa yang kamu ketahui”kata leon yang penuh amarah sedih dan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu seraya memegang kera xian yang di tarik
Xian hanya tersenyum dan memegang tangan leon yang di lehernya seakan tidak terjadi sesuatu padanya. leon sangan terkejut saat di pegang tangannya oleh xian seraya bertanya tanya di dalam pikirannya
‘tangan ini, apa kamu sudah mengalami ini, ya tangan yang begitu keras seperti bekerja berat’ kata leon yang merasakan tangan xian yang hangat “ma..........maaf kan aku” lanjutnya
Xian tersenyum begitu bahangia seakan dia tidak merasa kesedihan yang dia rasakan seraya pergi menjauhi tempat itu seraya melambaikan tangan tanda perpisahaan mereka
“aku titipkan gadis itu kepadamu” kata xian yang terus mulai melangkah pergi
“baik aku mengerti” kata leon yang melihat ke tangan xian yang begitu kasar
__ADS_1
‘samapi kapan, berapa banyak yang telah menderita karena mu handoko, aku bersumpah akan membunuhmu’ ucap xian yang sudah geram terhadap kesedihan itu.
Tidak alama xian melangkah ke suatu jalan utama namun dia di datangi oleh burung elang miliknya
“jalan menuju utara, jalan menuju utara” kata elang itu
“ya sabar aku mau istirahat dulu” kata xian
“tidak bisa sekarang harus pergi” kata elang itu seraya mencengkram tangan xian dengan kuat
“baik baik lah” kata xian yang langsung bergenggas
Xian terus berjalan namun suara suling yang merdu selalu menemani xian jalan menuju kota yang di maksut. xian terus berjalan hinga menjelang malam dia kaget sekali kota yang di tuju adalah kota yang sangat maju dari kota yang baru aja dia tinggalkan.
“apa ini mengapa banyak orang di sini” kata xian yang sedikit mengeluh “nataly mari kita cari tempat yang sedikit sepi” lanjut xian
Xian pergi ke gang gang yang kecil namun tetap saja bagi xian tempat itu rame yang membuatnya sedikit pusing lalu xian terus berjalan dan dia berhenti di pedangan kaki lima seraya menuntun nataly yang terpejam matanya
“permisi saya memesan seporsi” kata xian seraya duduk di bangku pedangang kaki lima
“baik tunggu sebentar” kata pedagang itu
Lalu tidak lama makanan yang di pesan xian pun selesai di buatin dan di berikan kepada xian, saat xian akan meminum kuah itu lalu dia mencium dan merasakan energi yang tidak asing baginya
‘ ini bau yang ada di rumahku, aku pasti akan membunuhmu apapun yang terjadi,di manapun kamu berada aku pasti akan membunuhmu’ kata xian yang bergegas berlari mencari asal mula bau yang tidak asing itu
__ADS_1
Xian terus berlari tanpa henti menuju jalan utama yang banyak orang berkeliaran kesana kemari namun bau yang tercium terus di ikuti oleh xian dan terus dia cari asal mula bau yang dia cium dia terus berlari dia juga meningalkan seruling kesayangannya dan nataly di pedagang kaki lima
Sampai dia menemukan satu orang yang mengeluarkan bau yang dia incar dia mengenakan topi dan jas warna hitam berbatik merah, mata yang berwarna merah, mata yang sedikit sipit, alis tipis, bibir tipis, hidung mancung dahu yang sedikit runcing,
Xian memenggang pundak orang itu dan saat dia melihatnya dia sangat terkejut dan xian bertanya tanya dalam pikirannya selama ini.
“ada yang saya bisa bantu” kata orang itu
‘dia’ kata xian dalam hati yang akan mengambil pedangnya
“ayah ada apa” kata anak gadis di gendongannya
“ayah juga tidak tahu sayang “ kata orang itu
‘dia menyamar menjadi manusia bagai mana mengapa ini terjadi’ kata xian di dalam hati yang tidak percaya akan kenyataan yang dia lihat
“ayah ada apa” kata anak laki laki yang berlari kearahnya
“ayah tidak tahu” kata orang itu
“sayang apa kamu mengenal pemuda ini” kata wanita itu seraya mendekatinya
“tidak, aku saja terheran heran” katanya seraya mengelus pipi wanita itu dan kepala anak laki laki yang beru saja medekatinya
Xian terdiam dia tidak bisa berkata kata ataupun menarik pedangnya
__ADS_1