
Malam begitu gelap dua orang yang sedang menungu kedatangan seseorang yang akan mereka bunuh. Salah satu dari mereka mengikat rambutnya dan tidak di perlihatkan wajahnya dan yang satunya mengenakan kain hitam mengenakan anting berbentuk setangkai bunga yang terbuat dari emas murni di salah satu telinganya, seraya memegang pedang yang berwarna golden.
Orang yang di tunggu telah datang mereka berkelahi dengan begitu hebatnya di setiap ayunan pedang berwarna golden ini selalu meningalkan bekas yang sangat hebat pohon pohon di sekitarnya bisa tumbang dengan jarak yang sangat luas bahkan tanah yang terkena pedang itu pun terbelah.
Orang yang di nanti itu ternaya adalah monster yang bisa mengembalikan tubuhnya yang hilang bahkan dia junga bisa menyembuhkan luka dengan waktu yang sangat cepat. Oerang itu selalu membunuh dan membunuh. Orang yang memegang pedang juga sangat lah kuat sehinga pertarungan mereka sangat lah cepat
Pertarungan itu hanya bisa di lihat oleh orang yang memiliki kemampuan pengelihatan, kecepatan dan kekuatan yang di tunjukan begitu hebat bahkan orang yang memegang gelar larsa di pembasmi vampir pun masih kalah jauh. Meski oreng yang memegang pedang itu tidak memebri cela untuk musuhnya kabur namun dia selalu gagal sehingga orang yang dia serang itu selalu bisa kabur dan selamat
orang bertopi itu berjalan ditengah kerumunan dia kemudian berpapasan dengan seorang pemuda kemudian dia tajamkan kukunya dengan satu gerakan yang cepat dia menggores leher belakang pemuda tersebut tanpa diketahui kemudian pria bertopi itu pun dengan santainya dia hanya berjalan di tengah kerumunan
“Aaaa “ teriak seorang wanita di sana yang ada di sebelah orang yang baru saja di rubah menjadi vampir
Seketika orang di sana pada panik dan hanya melihat saja dan bersamaan orang itu melihat tanting bulan sabit merah yang di pakai oleh xian dan seketika orang itu sangat ketakutan namun dia mencoba bersikap tenang dan hanya berjalan dan tidak merasa bersalah sedikitpun
“sayangku di sini sangatlah berbahaya mari kita pulang “ kata orang yang mengenakan topi itu yang tidak lain adalah handoko
“baiklah suamiku” kata wanita yang ternyata istrinya
Lalu mereka melengkah menjauh dari tempat kejadian yang membuat xian sedikit geram
“Hanoko jangan berfikir dengan kejadian ini kamu bisa lari dari takdir mu, aku akan selalu mengejar dirimu baik kemana kamu pergi, meski ke ujung neraka sekalipun”ucap xian dengan begitu keras dan penuh amarah yangdi tahan di dalam hatinya
Namun handoko terus melangkahkan kakinya dia tidak memprdulikan perkataan xian dan tetap merasa tenang seakan dia tidak bersalah
“nona tolong tekan luka anda sekuat mungkin” kata xian yang menahan orang yang sedang berubah menjadi vampir
“he... anak muda lepaskan dia” kata penjaga keamanan yang langsung menagani kasus itu
“tidak biar saja aku yang megangnya, aku minta kalian jangan mengganguku” kata xian dengan nada tinggi
“dasar anak keras kepala” kata salah satu penjaga di situ
xian akan di pukul namun dia terkejut karena ada kekuatan sepiritual yang begitu murni yang dicium dan dia rasakan, seseorang wanita yang begitu cantik yang di dampingi laki laki dengan, mereka membantu xian dengan sukarela
“tehnik ilusi” kata seoreng waita itu
“ini” kata xian yang terkejut ‘tunggu mengapa semakin dekat rasanya’ kata xian di dalam hati
Lalu xian menceri ke beradaan energi itu namun dia terkejut di dekati oleh dua orang di sana. Salah satu di sana adalah seorag waita yang begitu cantik dan mengenakan pakaiyan yang berwarna biru bermotif. dan yang satunya laki laki
“kalian” kata xian yang kebingungan
“mengapa kamu masih mau menolong orang yang telah menjadi vampir sementara kamu adalah pembasmi vampir. Ya aku akui jika kami adalah vampir tapi kami juga seorang dokter maka terima lah bantuan dari kami” kata orang itu
“terimakasih banyak” kata xian yang meukul orang yang dia tahan agar pingsan dan pergi ke tempat adiknya
Xian terus berlari menju ke tempat nataly
“kamu jika tidak mau makan jangan di buang begitu dong” kata penjualnya
“maaf jika begitu aku pesan saja lagi” kata xian yang baru datang
“kamu mau pesan tidak” kata pedagang itu kepada nataly
“baik jika begitu aku pesan dua mangkuk” kata xian yang sudah semosi
“baik” kata penjual itu
__ADS_1
Tidak lama kemudian pesananya pun siap di makan xian menghabiskan semua lalu dia membayar dengan jumlah sedikit mahal karena sudah memecahkan mangkoknya
“ini aku rasa sudah cukup dan terimakasih” kata xian yang bergegas pergi
“ini “ kata pedangnya
Lalu xian pergi melengkah menuju jalur utama amun di tengah jalan dia bertemu dengan laki laki yang mengenakan kain berwaena kuning dan di lapisi dengan baju warna biru. Rambut yang berwarna putih perak, hidung mancung, bibir tipis, mata berwarna perak, alis tipis dan dahu sedikit runcing yang tidak lai adalah vampir yang membantunya saat dia akan di hajar oleh penjaga keamanan itu
“maaf nataly tadi kakak meningalkan mu lain kali tidak akan kakak ulangi lagi” kata xian kepada nataly
Nataly hanya menatap wajah kakaknya dengan begitu sayang dan seakan sudah memaafkan xian namun dia berhenti karena nataly merasakan kedatangan vampir selain dirinya dia hanya terdiam dan melihat saja
“nataly ada apa” kata xian yang melihat nataly tiba tiba dia berhenti
“em...........ememem...” kata nataly seraya mengerutkan keningnya
“eh....... ayo” kata xian yang melihat vampir itu dan melangkah mendekatinya
“mengapa dia bersamamu padahal dia adalah vampir, di tambah lagi dia sangat membosankan dan merusak pemandangan” kata vampir itu dengan satainya
“apa kamu bilang dia, asal kamu tahu jika adiku jauh lebih cantik dari pada gadis di sini, satu hal kemampuanya jauh lebih baik dari wanita lainya” kataxian yang merasa itu sedikit penghinaan bagi dia
“ya dia itu vampir bodoh mangkanya dia memiliki bakat” kata vampir itu yang terus jalan
“vampir atau tidak dia yang terbaik tahu” kata xian yang menyelak bahwa adiknya vampir
Lalu mereka berhenti di persimpangan dan dia masuk begitu saja xian dan nataly kebingunggan yang apa mereka lihat sehingga mereka pun meraba dan seketika mereka dapat menyebrang padahal itu adalah batas jalan. Xian merasa tenang karena tempat itu memberi ketenangan yang bisa membuat xian merasa sedikit lebih baik
“ayo masuk, awas jika kamu membuat dia marah” kata vampir itu
Tok........ tok.......tok..........
“masuk selamat kemali” kata vampir wanita yang sedang duduk dan melihat wanita yang berbaringdi ranjang pasien
“anu........ maaf aku merepotka mu” kata xian yang merasa bersalah
“tidak apa apa lagian juga aku ada kepentingan dengan mu aku harap kita bisa bincang terlebih dulu” kata wanita itu dengan tatapan yang tenang
“anda vampir namun apa anda tidak merasa menderita jika menjalankan pekerjaan anda” kata xian yang penasaran
“bagai mana pun kita adalah vampir dan dia harus menahan liurnya, dasar bodoh”kata vampir laki laki yang mengajak xian kerumah itu seraya memululi dada xian yang bidang itu
“ren jangan menyakiti dia” kata wanita itu
“baik” kata ren yang tidak lain peria yang menjemput xian dan membawa ke rumah itu
“baik namaku yujin, dan anak laki laki di sampingmu bernama ren zeko” kata wanita itu kepada xian yang memperkenalkan dirinya
“ya namaku xian dan dia adik perempuanku nataly” kata xian yang meperkenalkan dirinya
“kalo begitu kita ke ruang sebelah untuk melanjutkanya” kata yujin seraya melangkah dan mempersilakan xian dan nataly masuk keruangan yang di tujuk itu
“nataly jangan begitu itu tidak baik” kata xian kepada nataly yang berbaring di lantai di dekatnya
“aku tidak keberatan asal dia yaman”kata yujin yang mengijinkan nataly berbaring
“maaf merepotkan”kata xian dengan penuh hati hati seraya duduk dengan santay
__ADS_1
“ya, tidak masalah” kata yujin
“mengapa anda mau menolong diriku padahal anda tahu jika saya adalah pembasmi vampir” kata xian yang mulai mencari informasi
“ya karena selain aku dokter, kamu juga masih mengincar handoko, selain itu aku juga sudah mengotak atik tubuhku agar bisa mengomsumsi darah dengan sekala kecil” kata yujin
“darah.......... sekala kecil.......... dan mengotak atik tubuhmu sendiri” xian sedikit pusing dengan apa yang baru dia dengar
“ya mungkin ini kedengaranya sedikit aneh tapi kami membeli darah dengan cara teranfusi darah, dengan begitu kita tidak merusak tubuh manusia, di maksud mengotak aktik tubuh adalah menlepas kutukan dari handoko” kata yujin yang menjelaskan
“masud dari kutukan apa dia seperti sel yang akan di aktifkan jika dia melagar sesuatu yang di lagar oleh orang itu dan berbebtuk seperti darah atau tubuh yang muncul dari orang itu” kata xian yang bertanya
“ya bisa di bilang begitu” kata yujin
‘aku merasa mereka bisa ku percaya” kata xian di dalam hati “anu aku mau naya sebelunnya” kata xian dengan ragu
“tanyakan saja tidak perlu ragu” kata yujin
“begini apa ada jalan untuk mengubah vampir menjadi manusia kembali, ya munggkin ini pertanyaan yang sedikit aneh” kata xian yang menundukan kepalanya seraya menekukan jari tengah ke jari telunjuk
Menekukan jari tengah ke jari telunjuk yang menandakan xian sedang tidak percaya diri maupun berbohong karena ini kebiasaan xian dari kecil
“ya bisa, selurauh penyakit pasti ada obatnya dan cara untuk menyembuhkan. Aku akui jika untuk saat ini aku tidak memiliki obat itu namun aku sedang melakukan penelitian untuk membuatnya, namun kendalanya adalah aku tidak memiliki banyak bahanya” kata yujin
“beri tahu aku bagai mana agar aku bisa mendapatlkan obat itu” kata xian yang penuh semangat seraya bangkit dengan perlahan
“jangan mendekatinya” kata ren yang melempar xian saat akan bangkit
“ren” kata yujin
“aku tidak memukulnya aku melemparnya” kata ren
“itu juga tidak di ijinkan” kata yujin
“maaf aku terlalu bersemangat, bagaimana agar aku bisa membantu untuk membuat obat itu” kata xian
“nataly selama setahun ini dia tertidur, vampir yang baru saja di lahirkan pasti dia akan memangsa manusia di sekitarnya dan mengamuk, namun nataly tidak menandakan itu semua itu salah satu kunci untuk mu” kata yujin menjelaskan
“jadi begitu ya” kata xian yang berusaha memikirkan caranya
“asal kamu bisa memnuhi keinginanku kamu mungkin bisa mendapatkanya asal kamu bersedia”kata yujin yang sedikit ragu
“katakan keinginanmu asal aku bisa mendapatkan obat untuk nataly” kata xian yang bersedia melakukan apa saja
“yang pertama aku minta darah adikmu untuk aku teliti dan yang kedua mungkin sulit den kamu harus mengambil darah vampir yang dekat dengan handoko, yaitu angota pangeran vampir” kata yuijin
“angota pangeran vampir” kata xian yang sedikit kebinggungan
“ya angota pangeran vampir itu memiliki angota lima belas, dan kamu tidak perlu mendapat kanya semua dan hanya beberapa saja” kata yujin
“baik jika itu jalanya aku pasti bisa dan aku bersedia asal saja nataly bisa menjadi manusia dan jika itu berhasil bukan hanya nataly yang di selamatkan namun vampir yang ingin kembali menjadi manusia pun bisa di selamatkan” kata xian dengan melihat nataly lalu memegang wajahnya seraya tersenyum yang begitu manis
“hahahahahahaha” yujin yang merasa kebaikan xian yang begitu besar dan hatinya yang begitu lapang
“nataly kakak berjanji kamu pasti tidak akan menderita setelah kakak berhasil mengamil den memnuhi semuanya aku tidak akan membiarkan mu menderita lagi dan tungu di hari itu ya nataly” kata xian kepada nataly yang masih terbaring di lantai itu
“ berlindung” kata ren yang melihat jika tekniknya telah ketahuan
__ADS_1
Seketika bola kaki menjebol semua rumah itu dan ruangan itu tiba tiba menjadi gelap xian melindungi nataly begitu juga ren melindungi yujin