BERSAMA DENGANMU

BERSAMA DENGANMU
2. PENERIMAAN MURID


__ADS_3

Xian terus berjalan mencari keranjang, cahaya matahari terus mulai menampakan diri, burung burung terus berkicauan menari di pagi hari, burung itu terus pergi setelah datang burung elang yang mendatangi mereka, xian terus berjalam mencari keranjang dan beberapa keperluan lainya.


setelah tidak lama xian melihat hutan bambu dan dia memetik beberapa bambu di sana untuk membuat keranjang, setelah menebang beberapa bohon xian datang ke gua yang tidak jauh dari situ begitu juga burung elang pergi berlawanan arah


Keranjang yang di inginkan pun sudah jadi dan xian mencari keadaan nataly.


“nataly........... nataly” kata xian yang menceri ke beradaan nataly


Lalu nataly hanya melihat xian dengan memunculkan kepalanya dari selah selah gua yang ada di situ


“nataly bisakah kamu masuk ke sini kakak ingin tetap beraktivitas meski siang hari” kata xian sembari mengelus kepala nataly dengan penuh kasih sanyang


Nataly masuk keranjang namun karena nataly sudah sedikit besar dan keranjang itu kekecilan dan xian merasa bahwa adiknya sudah besar sehingga dia harus berusaha untuk membuat keranjang itu aga lebih besar namun nataly mengecilkan badanya sehinga keranjang itu pas untuk dirinya.


Xian merasa senang jika sang adik mengerti atas apa yang membuat dia sedikit mudah lalu xian melanjutkan perjalanan dan dia terus berjalan tidak terhenti bahkan dia terus melangkah di bawah teriknya sinar matahari yang begitu menyengat namun xian tidak pernah lupa untuk memainkan seruling yang begitu merdu dan sangat enak di dengar bagi orang orang yang mendengarnya.


Xian terus berjalan melewati sawah sawah yang begitu luas dan pepohnann yang rindang di setiap jalan, angin yang mengoda dedaunan. Burung terus menari bersama suara seruling yang di mainkan xian, xian berjalan hinga waktu menjelang malam saat akan memasuki hutan yang rimbun xian bertemu dengan penduduk di sana.


“apa ini jalan menuju gunung rapsa?” tanya xian kepada seorang penduduk di situ


“ya kamu tinggal melewati gunung ini setelah itu kamu kan sampai di gunung rapsa” kata penduduk itu sembari melihat xian yang begitu pucat


“terimakasih” kata xian yang akan melanjutkan perjalanannya


“ini sudah akan menjelang malam dan dirimu sedang sakit jadi bermalam lah di sini” kata orang itu


“terimakasih atas tawaranya tetapi akan lebih baik jika aku lanjutkan perjalanannya” kata xian sembari tersenyum dengan begitu tampan dan manis “kalo begitu aku pergi dulu mari” lanjutnya


“hati hati di sini banyak orang yang hilang” kata orang itu kembali


“baik terimakasih banyak” kata xian yang langsung melanjutkan perjalanan


Waktu terus berjalan xian berjalan hinga tengah hutan dan cahaya bulan begitu indah di malam itu xian selalu memegang tangan nataly yang berjalan di sish xian. mereka terus berjalan hinga larut malam, namun xian terus berjalan hinga ia tidak sengaja melewati kuil di sana dia merasa ada yang tidak beres xian memutuskan akan menginap di kuil itu.


“ nataly ini sudah malam dan kakak harus istirahat sejenak, di sana ada kuil yang masih ada cahaya lampu kita menginap di sana sejenak ya” kata xian dengan lembut kepada nataly


Nataly melihat wajah xian yang sudah pucat, xian terus melangkah menuju kuil itu dan dia merasa ada darah yang banyak dan xian menduka jika di situ ada vampir yang sedang meminum darah dan memakan beberapa jantung manusia


‘apa vampir pemakan manusia’ ucap xian dalam hati sembari melangkah lebih cepat, xian membuka kuil itu dengan cepat


“ada pengangu” kata salah satu vampir di sana


“apa merka manusia semua” kata salah satu vampir yang sedang memakan jantung manusia


‘aku tidak percaya ini mengapa vampirnya ada banyak menyebalkan’ kata xian di dalam hati


Nataly yang melihat itu dia hanya terdiam sembari menahan diri untuk tidak memakan manusia di sana. Xian menyadari jika masih ada yang selamat dan tidak terluka di sana. xian mengambil gaya bertarung di sana untuk berjaga jaga. Namun salah satu vampir di sana menyerang xian


Vampir itu mendorong xian hinga terlempar keluar namun xian bisa menahan serangan dari vampir itu lalu vampir yang lain melihat, vampir yang lain salaing merebut untuk meminum darah xian dan perkekelahian yang cukup hebat pun terjadi namun xian menghabisi semua vampir yang ada dan saat nataly akan memakan manusia di sana xian lalu memainkan serulingnya yang membuat nataly melihat ke arah xian


Nataly mulai mendengarkan dengan seksama dan nataly memuka pintu yang ada anak muda di dalamnya, dan nataly mengulurkan tangannya kepada anak yang sedang bersembuyi itu. Seorang anak muda itu menyerang nataly namun nataly hanya menghindar lalu xian menghantikan serangan itu.


“apa yang kamu lakukan” kata xian yang menahan serangan anak muda itu

__ADS_1


“dia vampir dan dia pasti ingin memangsa ku” kata anak muda itu


“dia hanya menolongmu saja” kata xian dengan nada sedikit tinggi


“baiklah terimakasih” kata anak muda itu lalu pergi begitu saja


‘siapa dia mengapa aku merasa ada yang sangat aneh pada anak itu, ha......... dari pada memikirkan dia lebih baik aku melanjutkan membasi vampir itu’ ucap xian di dalam hati seraya meningalkan nataly.


Namun nataly hanya melihat gerakan sang kakak dan dia hanya terdiam saja, xian tidak mengunakan senjata namun dia bisa mengelahkan beberapa, saat xian akan menhabisi vampir yang sudah tidak berdaya itu datang dari belakang seorang kakek yang mengenakan topengnya yang berbentuk ruba kecil


“kamu akan menghabisi dengan itu, itu tidak akan bisa” kata kakek itu


“ehhhhhhhhh........... lalu bangai mana aku bisa menghabis mereka” kata xian yang sudah begitu pucat yang di perlihatkan di wajahnya.


“menurutmu” kata kakek itu


Xian hanya terdiam dan tanganya mulai memengang seruling yang biasa di gunakanya namun dia palah kehilangan kesadaran dan xian pingsan. Kakek itu hanya terdiam saat xian pingsan dan dia merasa heran karena xian pingsan itu karena xian menahan rasa sakit di jantungnya


‘apa yang terjadi pada anak ini miko apa dia bisa bertahan kelak’ kata kakek itu sembari memindahkan xian ke dalam kuil dan nataly yang melihat kakaknya yang terbaring dia mencoba mendekat tetapi di sekitar xian seperti terlindungi oleh sesuatu sehinga nataly terlempar.


Di alam bawah sadar xian dia melihat dirinya di waktu usia sepuluh tauhun dia anak yang memiliki tubuh tingi dari pada yang lain bahkan bayak yang bilang usia xian tujuh belas tahun. Sehinga xian tidak pernah keluar, selain fisiknya yang lemah xian juga anak yang berbakat di aliansinya.


Ayah xian selalu dekat dengan xian meski egitu xian selalu berusaha tidak membuat ayah ibunya kawatir dengan keadaan dia yang begitu lemah hari demi hari.


“xian jangan berlari begitu nanti kamu sakit sayang” kata sang ibu yang melihat xian berlari mbermain dengan nataly


“baik bu aku baik baik saja tidak perlu kawatit” sahut xian dengan gembira


Lalu xian terjatuh saat dia berlari kecil dan memuat ibunya kawatir


“ibu aku juga ingin melihat ayah memuat lampion untuk nanti malam” kata xian sembari melihat ibunya dengan tatapan begitu manis dan imut


“sini ibu gadeng dirimu biar tidak terjatuh” kata sang ibu dengan penuh kasihsayang


“ibu nataly juga ingin membantu kakak” kata nataly dengan meprlihatkan wajah manisnya itu


“baik kamu pengang tangan kakak mu dengan pelan ya sayang” kata ibu dengan penuh kasih sayang


Lalu xian dengan ibunya dan adik adiknya berjalan menuju di mana ayah sedang membuat lamion untuk nati malam melakukan tarian. Xian begitu senang dan bahagia namun sesaat dia terpeleset dari anak tangga saat berjalan menuju sang ayah yang sedang menganyam bambu untuk lamionnya


Sehingga xian merasa jatuh terus seperti tidak ada dasarnya, ternyata xian sudah sadar karena terkejut, dan saat dia membuka mata ternyata sudah pagi xian teringat kakek tua yang saat xian belum kehilangan kesadaran.


Xian bergegas mencari keberadaan sang kakek itu namun saat di lihat dia sudah mengubur orang yang sudah meningal itu.


“anu” kata xian yang mulai membuka pembicaraan nya


“namaku uyuri hniko, apa kamu pemuda yang di kirim oleh gery miko kepadaku” kata kakek itu seraya berdiri


“ya, namaku fan xian dan dia adik perempuanku.....” kata xian yang terhenti karena dia di pukul oleh uyuri


“ apa yang akan kamu lakukan jika adik mu memakan manusia” kata uyuri seraya memukul xian dan menghentikan perkataan xian


Xian hanya terdiam dan dia tidak habis fikir jika adiknya memakan manusia kelak

__ADS_1


“apa pun yang terjadi adikmu jangan sampai memakan manusia yang tidak berdosa apapun yang ter jadi kamu mengerti, satu hal yang harus kamu lakukan jika adikmu memakan manusia kamu harus membunuh adikmu dan memotong kepalamu sendiri, jika kamu masih ingin berpetualang dengan adik mu” ucap uyuri menjelaskan dengan tegas “gendong adikmu dan ikut aku” lanjutnya


Xian bergegas mempersiapakan dirinya, serta menggendong adiknya lalu xian dan uyuri berlari xian yang bertubuh lemah dia hanya berlalri namun xian megunakan sedikit bakatnya jadi dia lari bisa menyaimbangi uyuri


Uyuri sedikit terkejut karena dia bisa menyaimbangkan kecepatanya dan uyuri mengunakan sedikit energi nya biar dia bisa lebih cepat dari sebelumya, xian yang menyadari dia hanya mengatur tnaganya saja namun xian selalu bisa menyaimbangi keceatan uyuri


Mereka berlari di persawahan yang luas diawah terik matahari dan di jalan tidak ada satu poho pun sehunga terasa terik, xian berusaha menahan rasa sakit yang dia alaminya selama dia terlahir


Saat xian berlari ia meneteskan air mata sembari megingat ayah, ibu, dan ke empat adiknya yang menjaga xian saat dia jatuh sakit dan mereka sangat sayang kepadanya namun saat itu dia melihat nataly yang sedang memperbaiki baju miliknya dan xian merasa nataly dapat kasih sayang yang kurang darinya namun nataly tidak merasakan kekurangan kasih sayang


Lalu xian terus berlari dan dia berlari sembari menahan air mata dan hanya berfikir bahwa apapun yang terjadi xian pasti bisa mengembalikan nataly menjadi manusia


‘nataly kakak pasti biasa mengembalikanmu menjadi manusia dan membreikan apa yang harus kakak berikan padamu dan membuatmu bahagia’ ucap xian dalam hati


Mereka berlari hinga menjelang malam dan mereka sampai di rumah uyuri xian terlihat pucat namun xian masih memaksakan diri untuk tetap tidak pingsan kembali


“apa ini sudah bisa menjadikan aku sebagai muridmu” kata xian yang ingin segera berlatih


“ujan baruakan di mulai, kitaakan naik ke atas gunung” kata uyuri yang memuka pintu rumahnya


“ehheheheheheh............... baiklah” kata xian yang langsung memginginkan latianya


Xian menurunkan nataly dari keranjangnya serta di baringkanya di ruang tamu, lalu xian terus melangkah keluar rumah, bersama uyuri dia naik ke gunung meski begitu xian selalu membawa seruling hinga tengah malam.


Xian merasa lelah berjalan meski begitu dia terus berjuang agar dia bisa bergur dengan uyuri,


‘aku sudah lelah tapi apa yang harus aku lakukan ini sudah memuatku merasa sesak dan pusing’ kata xian dalam hati


“kita mulai dari sini, kamu akan aku tungu dirumah aku tidak mau meuggu mu hinga pagi menjelang” kata uyuri


“baik” kata xian


Lalu tidak lama kemudian uyuri di selimuti kabut malam dan saat kabutitu hilang uyuri sudah tidak ada di situ lalu xian mencari kemana perginya uyuri, namun xian tidak melihatnya xian terus berjalan ke rumah uyuri yang ada di bawah kaki gunung itu.


Xian terus berjalan namun karena jauh jadi dia berlari secara berlahan saat xian akan mengijak jebakan yang ada di gunung itu dia sadar jika ini adalah ujian untuk menjadi muridnya dan xian memutuskan mengontor energinya dan dia gunakan sedikit saja seketika dia ada di dekat rumah uyuri di kaki gunung.


Xian melanjutkan dengan jala kaki menuju rumah uyuri. Uyuri yang sedang menyelimuti nataly dia pun mengingat kembali saat xian berlari di sampingnya namun wajah xian yang pucat,


‘apa anak itu baik baik saja karena dari tadi pagi hinga sekarang dia belum istirahat dan tadi aku lihat dia sudah begitu puat’ kata uyuridi dalam hati yang menghawatirkan xian. Dan bersamaan xian membuka pintu rumah uyuri.


“aku kemali” kata xian yang sudah kelelaha


Uyuri hanya melihat ke arah xian yang wajahnya sudah pucat. Seraya mengingat sehari semalam sebelum melatih xian


Burung elang yang terbang ke kediaman uyuri seraya membawa sepucuk kertas yang tidak lain dari murid uyuri yang sudah lama tidak mengunjunginya karena sibuk mengerjakan tugasnya.


“bagai mana kabar anda sang guru? Saya berharab anda dalam kondisi baik baik saja! Sebelumnya saya meminta maaf sebesar besarnya kaerna kelacangan saya, saya mengirim anak muda yang sudah kehilangan keluarganya karena di bantai oleh vampir, adiknya yang selamat dari pembatayan itu dia berubah menji vampir, dia ingin mejadi pedekar pedag, selain itu juga dia memiliki kemampuan, saya sendiri juga mengakui kehebatan dia bertarung, aku harap anda bisa melatihya menjadi pendekar pedang, dan kemungkinan besar dia bisa menerobos menjadi seperti anda dan menjadi ahli waris anda, mungkin ini permintaan yang memandang sebelah pihak tetapi saya mohon demi saya. Saya bisa merasakan perbedaan dari adiknya yang sudah menjadi vampir dia tidak seperti vampir lain. Jadi saya mohon agar anda bersedia melatihnya, dengan hormat saya gery miko” kata geri miko di dalam surat yang di anar oleh burung elang itu


Lalu uyuri itu langsung bergegas menjemput orang yang di kirim oleh geri dan tidak sengaja bertemu di kuil lalu uyuri meyadari jika mata hari terbit dan cahaya pagi yang menerpa wajah xian yang sudah pulih itu dia sangat tampan dan manis.


“aku menerima mu menjadi muridku fan xian” kata uyuri dengan penuh kekaguman oleh xian yang begitu tampan dan imut itu yang terkena cahaya matahari di pagi hari.


Xian masih tertidur dengan pulas karena dia butuh istirahat namun itu membuat xian teringat saat sang ayah menyuruh xian berlari di salju yang dingin untuk pertama kalinya melepaskan xian untuk melakukan aktivitas di luar bersama adik tercinta yang selalu menemani xian, yang penuh kebahagiaan yang xian rasakan begitu juga dengan keluarga nya. Xian pun terjatuh karena salju begitu licin sehingga dia tidak di ijinkan main di atas salju lagi.

__ADS_1


Meski begitu xian tetap mendapatkan kebahagiaan bersama adik nya namun xian selalu merasa sakit di dadanya karena penyakit sejak kecil namun tubuh xian normal saja tidak lemah sama sekali.


__ADS_2