
Dalam waktu bersamaan saat xian sedang menahan seseorang yang baru saja di rubah menjadi vampir oleh handoko. Dia pergi menyuruh anak anaknya dan istrinya untuk pulang lebih dahulu menggunakan kereta kuda yang terbuat dari besi yang sangat indah
“sayang ayah akan berangkat kerja ada sedikit urusan mendadak” kata handoko kepada kedua anak itu
“ayah jangan lama lama cepat lah pulang” kata anak gadis itu
“sayang apa kamu mau kerja lagi jangan malam malam dan cepat pulang ya” kata wanita itu yang tidak lain adalah istrinya
“ya hanya ada sedikit urusan jika sudah selesai pasti ayah akan cepat pulang” kata handoko yang penuh kasih sayang yang begitu besar
“aku tunggu kamu di rumah” kata sang istri
“baik” kata handoko yang langsung mencium kening istrinya itu
“Dadaha ayah” kata anak laki laki itu
“Dadaha sayang” kata handoko yang melambaikan tangannya
Lalu kereta kuda itu berangkat begitu saja dan melaju menjauhi handoko yang berdiri di tepi jalan, handoko berjalan memasuki gang yang ada di sana saat sedang di tengah kebingungannya dia tidak sengaja di tabrak oleh salah satu pemuda yang sedang mabuk di sana
“he bisakah kamu berjalan melihat kedepan” kata anak muda yang mabuk itu kepada handoko
“maaf “ kata handoko yang tidak mau memperpanjang masalah dan di tengah kepanikannya dia berjalan melanjutkan jalanya
“he tunggu kamu .... dari baju mu begitu bagus kalo mau selesai maka bayar lah dulu untuk tanggung jawabanmu” kata anak muda yang mabuk itu
“aku sudah minta maaf lagian yang salah adalah dirimu” kata handoko yang tidak mau mengakui kesalahannya
“he...... dengar wajahmu menunjukan seakan kamu akan mati tahu” kata anak muda itu
“lalu” kata handoko yang menatap anak muda itu seraya memukulnya dengan pelan
Anak muda itu seketika mati namun tidak lama kemudian dua orang yang melihat kejadian itu dan mereka adalah sodara dari anak muda yang mabuk itu.
“jey lihat adikmu sudah mati” kata adik yang ke dua yang mendekati adik ketiganya yang telah di pukul oleh handoko
“beraninya kamu membunuh adikku” kata pria sedikit gemuk itu
Namun di waktu bersamaan handoko menghabisinya dengan sipritualnya dan mengeluarkan semua darah orang itu, orang yang berada di dekat adik pria sedikit gemuk itu lalu di dekati oleh handoko
“asal kamu tahu aku adalah mahluk yang sempurna apa kamu mau lihat” kata handoko dengan senyum yang begitu dingin di bibirnya
“aaaaaaaaaaaaaa” kata anak muda itu yang telah di masuki darah handoko dan seketika dia hancur seperti di bakar dan jadi abu
Lalu handoko memangil lima vampir dan dia memerintahkan semuanya untuk membunuh xian
“yang mulia”kata lima vampir itu dengan berlutut di belakang handoko
“ habisi pembasmi vampir yang mengenakan anting bulan sabit bewarna merah” kata handoko dengan geram yang ada di hatinya
__ADS_1
“baik yang mulia” kata lima vampir itu lalu mereka pergi begitu saja
Handoko merasa merinding dan ketakutan di wajahnya dan teringgat bahwa ada orang yang memiliki rambut berwarna merah yang mengenakan anting bulan sabit berwarna merah yang hampir menebas lehernya untuk kematiannya namun dia berhasil melarikan diri
Lima vampir utusan handoko mencari ke seluruh tempat dan saat sudah malam menjelang dan seluruh jalan sepi dari salah satu mereka menemukan jejak xian dan Mengikiuti keman jejak itu mengarah dan mereka berhasil menemukan keberadaan xian dan dia coba menyerang namun mereka terkejut saat mereka melihat rumah yang menghalangi namun dinding itu di hancurkan dengan mudah
Xian meras ke datangannya kelima vampir itu dan dia menyuruh nataly memindah wanita yang ada di ranjang
“nataly kamu pindah dulu wanita yang di atas ranjang ke tempat yang aman” kata xian yang coba menahan serangan itu
“kami ada ruang bawah tanah di sana tempat yang aman” kata yujin yang menunjukan tempat yang aman
“sial beraninya menggangu ketenangan yang aku rasakan, merusak suasana saja” kata xian yang sedikit geram
Seketika yujin merasakan aura yang sangat dahsyat bahkan bola itu terpantul ke mbali dan lima vampir itu terlempar cukup jauh
“aduh ada apa ini” kata vampir itu yang merasa tertekan yang sangat kuat
“ini” kata yang lain
Lalu debu yang menutupi keadaan itu menghilang dan terliahat wajah xian yang yang menatap tajam dan memegang pedang serta seruling yang selalu di samping nya, lima vampir itu terkejut saat melihat xian dan buronan sedang berkumpul
“whwh...whwhwh sekali dayung satu dua pulau terlampaui”kata vampir itu seraya terenyum
“teryata aku yang di incar ya baik, hari ini hatiku sedang senang mari kita bermain sejenak, nona yujin tolong kalian cari tempat untuk kalian berlindung, mereka mengincar diriku, meski kamu juga diincar tetapi selagi aku di samping kalian mereka tidak akan bisa menyentuh kalian”kata xian yang sudah membulatkan tekatnya
“ aku setuju jangan khawatir” kata xian yang menunggu nataly datang
“woy kenapa kamu belum membalasnya” kata ren yang sudah panik
Lalu nataly datang melihat kondisi dan dia melihat kakaknya yang sedang sedikit kewalahan
“nataly dengar kakak ya jangan ceroboh kamu dan ren habisi yang bola dan sisiahnya berikan kakak ya” kata xian yang menjelaskan pada nataly
Nataly hanya mengerutkan keningnya yang menandakan dia bersedia melakukan yang di katakan xian
Lalu xian mulai bergerak alang kah terkejutnya ren saat melihat kecepatan xian yang langsung menghabisi dua vampir, lalu nataly menyerang vampir yang mengenakan bola itu
Lalu xian berkelahi dengan hebatnya saat ren dalam bahaya nataly Meneolongnya namun ternyata kekuatan vampir itu lebih kuat sehingga kaki nataly terputus dan pendarahannya tidak berhenti lalu nataly di tendang sekuat tenaga dan terlempar ke dalam namun nataly hanya terdiam saja tidak merasa kesakitan
“nataly apa kamu baik baik saja, ini sebuah serum yang akan cepat memulihkannya” kata yujin seraya menyuntikan serum penyembuh saja
Natali melihat yujin dia melihat ibunya, nataly hanya melihat saja dan merasa bahwa ibunya sedang dalam berbahaya namun yang dia lihat sebenarnya adalah yujin dan itu adalah perasaan yujin yang dalam bahaya. Saat sudah kembali utuh kaki nataly dia melihat ren persis seperti adik yang paling terakhir sehingga nataly Menggunakan sedikit tenaganya untuk melawan vampir itu
“he. Apa yang sedang kamu lakukan kita sedang bertarung” kata ren yang di leus kepalanya oleh nataly yang tidak merasa dia sedang bertarung degan lawan
Nataly membalas tendangan dari lawan dengan santai lalu vampir itu mulai serius melawan nataly dengan kekuatan penuh namun nataly dengan mudah menghalau semua serangan yang di berikan vampir itu dan nataly juga menyerang secara dekat layaknya petarung hebat
“dasar anak sialan beraniya kamu melawan ku” kata vampir itu ke padan nataly
__ADS_1
Nataly hanya terdiam saja tidak menjawab perkataan vampir itu
Ren terkejut dengan kehebatan nataly yang berkembang dengan cepat meski belum bisa menggunakan Sepiritualnya namun nataly cukup kuat bahkan levelnya jauh lebih kuat dari dirinya
“dia...........” kata ren yang terkejut dan mengagumi secara tidak langsung
“aku hanya mengenakan serum pemulih itu tidak membuat dia menjadi semakin kuat ini kekuatan yang di miliki nataly sendiri” kata yujin yang menjelaskan pada ren
“di bear benar hebat, padahal dia tidak mengonsumsi darah atau tubuh manusia dia sekuat ini” kata ren yang mengagumi nya dan setengah tidak percaya
“ya tapi ini kenyataanya” kata yujin
Xian terus menghajar kedua vampir itu saat nataly terlempar yang kedua kalinya xian juga melempar salah satu vampir di sana dan menebas yang satunya di dekat vampir bola itu
“nataly tidak apa apa kan” kata xian yang menangkap nataly
“kamu “ kata vampir itu yang terjatuh di hadapannya vampir bola
“beraninya kamu menendang adiku” kata xian
xian menghabisi vampir bola itu degan sekali tebas dan vampir yang satunya dia bisa lolos dari serangan itu
Dia terus kabur begitu saja, lalu xian merasa geram dan xian mengejarnya
“natali tunggu kakak di sini. kakak akan mengejarnya” kata xian yang langsung meninggalkan nataly begitu saja.
lalu vampir yang lolos itu di temui oleh handoko seraya marah besar karena dia tidak biasa menghabisi targetanya
“kau tidak berguna” kata handoko yang sudah marah
“whwhwhwh........... ada tikus yang menyuruh anak buahnya untuk menghabisi manusia lagi, akhirnya aku menemukanmu teman pertarungan ku” kata orang yang menggunakan baju hitam polos dan menutupi wajahnya dengan kain dan mengenakan anting setangkai bunga yang terbuat dari emas di salah satu telinganya dan dia membawa pedang berwarna golden itu yang berdiri di bawah cahaya bulan purnama di malam itu
“kamu,seren king“ kata handoko yang ketakutan dan mengenalnya
Seren king adalah julukan penguna pedang golden dan anting berbentuk setangkai bunga, dan bisa mengunakan energi sempurna.
“he kamu monster mari kita akhiri perkelahiannya yang tertunda”kata orang yang mengenakan akting setangkai bunga di salah satu telinganya yang memiliki julukan seren king
“bagai mana jika kita buat ke sepakatan jadilah bawahan ku dan kamu juga akan aku beri keabadian” kata handoko yang berniat negosiasi
“apa yang aku dapatkan dari keabadian?”kata seren king seraya memegang anting di telinganya
“kamu dapat hidup ratusan bahkan ribuan tahun” kata handoko
“menghabiskan hidup ratusan bahkan ribuan tahun tidak ada kehidupan namanya karena tidak bisa berjalan di bawah langit yang biru dan matahari yang indah” kata seren king seraya sedikit menghinanya
“meski tidak mendapatkan itu, tetapi kamu bisa mengembalikan tubuhmu yang hilang, dan lukamu juga akan cepat sembuh bahkan tidak meninggalkan bekas luka sedikit pun. Bahkan kamu juga akan jauh lebih kuat dari yang sekarang” kata handoko yang merayunya
“kelemahan dan kekuatan hanya kita sendiri yang bisa merasakannya, tetapi hal yang paling indah adalah di mana kita melindungi orang yang jauh lebih lema dari kita karena itulah kehidupan” kata seren king yang menjelaskan keinginannya secara tidak langsung.
__ADS_1