
saat ralfa mengingat ingat tentang pertarungan yang hampir mirip dengan pertarungan Handoko dan seran king yang hadir beberapa bulan lalu namun saat ralfa akan mendekat ke xian yang masih terbaring di ruang rawat dia terkejut karena xian kembali tidak menyadarkan diri bahkan panas dan dingin yang ada di dalam tubuh xian bertambah.
melebihi rata rata yang membuat ralfa bertanya tanya, sementara tuan besar yang melihat ke arah buku larsa di mana buku itu memiliki kehebatan namun bagi yang tahu cara mempelajari saja. dia melihat dan dia menunjukan kebimbangan yang membuat istrinya bertanya tanya.
"tuan Nanda ada apa gerangan anda seperti orang yang sedang kebingungan" tanya sangat istri yang memperhatikan dari tadi.
"nasumi aku hanya tidak yakin dengan apa yang aku lihat dari setengah tahun yang lalu saat aku membuka seleksi untuk merekrut tim baru setelah enam orang lolos ada satu nama yang menyandang nama latsa setelah selesai mengikuti seleksi. namun saat aku pastikan dia.. " kata tuan besar yang menyebutkan namun tidak di dengar dan tidak di perlihatkan si apa orang itu.
"jadi dia lebih baik anda menyuruh nya kembali dan di buktikan dengan keterampilan lalu kita memberi gelar sesuai ke terampilan nya" kata sangat istri yang memberi idenya itu.
"mungkin akan aku diskusikan dengan larsa yang lain dulu agar mereka tidak terkejut" kata tuan besar.
lalu ralfa akan memangil argenta namun xian memegang tangan ralfa seketika ralfa menyadari jika xian sudah sadar namun panas dan dingin di tubuhnya malah menjadi tinggi ini yang membuat xian merasa sakit namun secara perlahan tato di lengan kirinya mulai muncul sesuai garis yang telah di tandai oleh ayahnya dulu.
"apa kamu baik baik saja" kata ralfa yang menghawatirkan xian.
"aku baik baik saja jangan khawatir dan jangan bilang ke kakak argenta, aku harus segera bergegas" kata xian yang keceplosan
"bergegas!! akan kemana kamu dalam kondisi seperti ini" sahut ralfa yang bertanya tanya di dalam pikirannya itu
" aku masih banyak tugas karena ada yang lebih penting sekarang" kata xian yang sedikit terburu buru
saat xian keluar dari kamar dia bertabrakan dengan argenta yang akan memeriksa kondisi xian dan ralfa namun xian hampir memeluk argenta, namun dia mengingat lagi jika wanita itu tidak mungkin di dekatnya.
lalu xian pergi tanpa berkata sedikitpun. namun argenta masih saja terdiam seakan dia merasa xian ini sangat aneh namun dia tidak menanggap dengan serius, saat argenta mengejar xian dia sudah berdiri di depan dengan dua orang yang tidak di perlihatkan wajahnya seraya membawa gulungan sebuah buku namun sian juga memberi sebuah buku yang selama ini dia bawa.
__ADS_1
"xian siapa mereka" tanya argenta saat sian sudah kembali
"hanya seseorang penjual informasi dia memiliki berbagai informasi namun dia harus bekerja untukku agar aku lebih mudah bergerak" kata xian yang memberi sedikit petunjuk kepada argenta dengan caranya sendiri
lalu xian ingat jika dia memiliki paman yang tidak jauh dari desa itu yang membuat dia pergi mengunjungi kediaman xyfan yang membuat argenta sangat marah dan akan menghukum xian jika kembali.
lalu seluruh larsa mengadakan rapat mandiri di kediaman xyfan yang membuat dia harus merasa malas jika harus mengurus rapat itu
xian yang terus berjalan tidak sengaja bertemu dengan xyfan yang sedang menyiapkan tempat seperti biasa di luar ruangan seperti biasa namun xian datang seakan dia tahu jadwal rapat.
"apa kamu bagian dari larsa" kata xyfan yang keheranan karena xian datang.
"tidak aku kesini hanya menjenguk paman xinan karena hari ini hari peringatannya" kata xian yang menatap xyfan yang tidak percaya akan ucapan xian namun dia tetap memilih diam
lalu xian hendak menjenguk kuburan menang paman dan bibinya lalu dia tanpa menginap di kediaman xyfan dia pergi ke suatu tempat.
"ini argenta kamu jangan terlalu banyak minum nanti kami yang susah payah menjaga suana hatimu" kata fiko yang sedikit berbeda
"em.. terimakasih fiko" kata argenta seraya tersenyum namun menyimpan emosinya tetapi sesaat dia melirik ke miko
miko hanya diam seperti biasa dan bersamaan saat argenta memalingkan pandangan yang dari miko, miko melirik memandang argenta sesaat setelah melirik ke argenta suasana hati miko sedikit panas
"kalian lanjutkan saja aku pergi sebentar" kata miko seraya berdiri
"kamu hendak kemana ini adalah hari peringatan kematian ayah xyfan jadi kamu jangan menggangu" kata zavan dengan penuh emosi
__ADS_1
"aku keluar sejenak tidak berniat menggangu" kata miko melanjutkan jalan tanpa menghiraukan yang lain
ely yang tahu jika miko sedang cemburu dia memperingati argenta agar tidak dekat dengan laki laki dan menyusul miko
"argenta bisakah kamu pergi keluar ambilkan aku setangkai bunga di halaman" kata ely yang sengaja
lalu argenta pergi saja tanpa berpikir panjang saat miko akan kembali membawa bunga argenta keluar dan di pintu mereka tabrakan dan argenta terjatuh namun miko hanya menyelamatkan bunganya saja namun dia juga memegang tangan argenta yang memuat argenta jatuh namun tanpa menyentuh lantai
seluruh larsa melihat ke arah miko yang memuat miko segera melepas tangan argenta dan tanpa berkata dia pergi dari sana namun di wajah miko tersipu begitu juga dengan argenta namun mereka saling tidak melihatkan wajah yang merona itu.
di sisi lain xian sudah sampai di tempat argenta dan dia melihat wanita yang dingin itu sedang menatap bunga yang bermekaran dan di sini dia bertemu dengan orang yang dia tonjok di seleksi namun sifat diam yang angkuh itu seraya melihat ke depan tanpa menyapa namun fisiknya kini jauh lebih tinggi dan kekar.
lalu xian mendapat sebuah surat yang memuat dia bergegas tanpa memperdulikan orang di sekitar dan perintah dari tuan besar.
seluruh larsa di panggil untuk mencari istri tuan besar yang menghilang.
"baik semua ini mungkin tidak seharusnya aku lakukan tetapi aku butuh kalian membantu ku dan tugas untuk kalian semua. tugas ini ku berikan kusus untuk larsa saja dan membawa tim medis dan kelengkapan lainya, argenta, ely, miko semi dan ravan kalian ku tugas kan untuk menjaga kediaman dan ke empat anak ku sementara sisi sahnya ikut aku ke hiburan malam di sana aku akan menjemput istriku yang hilang" kata tuan besar yang mengambil keputusan yang sangat cepat
"baik tuan besar kami akan menjalankan tugas sesuai perintah anda" kata seluruh sang larsa
semua bersiap siap akan pergi ke hiburan malam di mana banyak orang yang berjudi hingga menjual perbudakan. akhirnya tuan besar yang sedang tidak enak badan pun turun tangan sendiri
namun ternyata xian juga datang ke sana karena dia mendapat laporan dari bawa hanya jika wanitanya di bawa ke sana namun tidak ada kabar sama sekali.
lalu xian ke sana dan waktu bersamaan rombongan tuan besar juga datang dengan beberapa larsa semua sangat rame sementara dua wanita sedang di pertaruhkan saat melihat alangkah terkejutnya ralfa dia melihat xian yang sedang mengendong satu wanita dan di sampingnya ada istri tuan besar dan seketika di hancur kan oleh xian.
__ADS_1
tanpa berkata dia terus pergi seraya menggendong wanitanya yang sudah sekarat meninggalkan hancurnya bangunan bahkan korban jiwa hanya orang orang berandalan
wanita yang di gendong xian sudah tidak mengenakan pakaian dan hanya kain selembar yang di kenakan oleh xian, seraya merasa dia bukan cowok yang bisa menepati janji untuk menjaga wanitanya itu begitu juga dengan nataly yang di gendong oleh seseorang yang yang menuntun istri tuan besar.