
mereka bertiga mulai melanjutkan perjalanannya, tidak lama datang burung elang milik Xian
"waktunya istirahat waktunya istirahat" kata burung elang itu yang tidak berani turun mendekati Xian karena dia takut jika dia bertemu dengan doren
lalu mereka berjalan menuju suatu penginapan yang tidak jauh dari gunung itu meski mereka berjalan hinga malam namun Xian penasaran mengapa dia harus istirahat
"mengapa kali ini baru istirahat akhirnya yang aku minta terkabul... " Kata Xian yang bahagia meski begitu Xian selalu merasa sedikit gelisah
"Mengapa kita istirahat membuang buang waktu" kata doren yang tidak ingin istirahat
"apa, kamu tidak cape apa? dasar pria cantik" Kata kaha yang emosi karena dia sudah ingin istirahat
Lalu mereka melanjutkan perjalanannya dan tidak lama mereka sampai di penginapan dan Xian merasa kebingungan atas apa yang terjadi padahal saat Xian inginkan tidak di ijinkan dan saat Xian akan melanjutkan perjalanan nya malah di istirahat kan yang membuat dia sedikit bingung
Lalu tidak lama kemudian ada seorang wanita cantik menjemput mereka yang membuat kaha merasa bahwa ini adalah hari yang paling indah baginya
"selamat datang kami persilakan bagi tuan tuan untuk memasuki kamar yang telah kami sediakan" Kata perempuan itu yang mengenakan baju pekerja
"maaf menggangu sebelumnya bisakah antar kami ke kamar kami" Kata Xian yang menggerti jika kaha bersemangat jika ada perempuan di sana
"baik lah jika begitu ikut saya tuan" kata perempuan itu seraya melangkah menujuk jalan yang akan mereka lewati dan menuju ruang tidur mereka
"Silakan di sini ada tiga kamar yang telah kami siapakan yang ini, di sini dan di sana" Kata pelayan itu yang menunjuk tiga kamar dan berhadapan
"terimakasih untuk bantunnya kita butuh satu kamar saja" kata Xian yang tidak ingin merepotkan wanita itu
"baik kami akan siapa kan segera" Kata perempuan itu
"Tidak perlu ini saja sudah cukup" Kata Xian lalu dia memasuki ruangan yang ada di depannya dan mereka bersiap siap akan berangkat mandi
"Tuan ini pakaian ganti kami sudah siapkan" Kata wanita itu
Lalu Xian, kaha dan deoren merasa aneh karena semua keperluan sudah di persiapkan dan semua nya pun geratis, Xian pun tidak lupa akan buku yang dia ambil itu.
Setelah makan dan akan tidur Xian membuka buku yang dia ambil itu dan dia membaca dari awal
'Melodi bunga lili pada saat Xian buka bukun itu di dalanya di penuhi gambaran yang membuat dia penasaran dan membacanya dari setiap tulisan yang ada
Di mata yang begitu terang yang di lihat setiap ayunan pedang membuatku mengerti betapa indahnya tarian itu seperti bunga lili yang tertiup angin di musim semi.
__ADS_1
Ada seorang anak yang sedang berjalan di tengah salju yang melewati suatu tempat dia melihat segerombol orang memainkan lentera bambu yang ada api menyala membara dan lampion berwarna jingga di gantung aku melihat dia menari dengan indahnya
"Wah tarian ini sangat indah seperti dia sedang memainkan melodi di tengah bunga lili yang setiap ayunannya" Ujar Ku seraya melihat keindahan yang terpancarkan
aku berjalan dan mendekati melihat semua gerakan meski aku tidak bisa mengikuti gerakan yang begitu cepat dan beralun dengan indah namun gerakan yang membuatku mengerti jika betapa damainya yang aku rasakan
Aku bertemu sorang yang begitu tampan meski aku tidak mengenalnya aku bermain di sana bersama sama denganya aku belajar bagai mana cara menahan rasa sakit saat aku terluka
"Hay namamu siapa, aku baru melihatmu" Kata seorang yang mendekat dirinya
"Halo namaku faiqo" Kata ku seraya berdiri di dekatnya
"ya pangil aja aku cito, salam kenal" Kata pria itu yang mengenalkan dirinya
Saat sedang enaknya berlatih aku tidak sengaja melihat wanita cantik aku selalu berusaha mendekatinya namun itu sia sia karena anak itu tidak sengaja bertemu dengan pemuda yang baru pindah ke sana
"Cito sini aku butuh bantuan mu" Kata wanita yang sangat cantik jelita nan imut itu yang memangil pria yang baru aku kenal
" kenapa gambarannya mirip ibu apa hubunganya dengan orang itu" Kata xian yang terkejut jika ibu nya ada di komik bahkan mengunakan nama aslinya tidak di rubah sedikit pun lalu xian melanjutkan membacanya
"Ada apa alena kamu selalu menggangu saja" Kata cito seraya mendekatinya
"ya bisa tuan putri" Kata ciko yang menghormatinya
"Besok acara belajar menari dan berlatih akan di laksanakan aga siang jadi beri tahu ke murid murid yang lain"kata alena seraya terseyum
Namun kami hidup bahagia aku tidak memiliki rencana untuk meningalkan tempat itu setiap sehari hari selalu bekerja sama dan mengumpulkan hasil bersama kami selalu membantu
Aku semakin dekat dengan wanita itu setiap hari aku selalu bersama dia aku sangat berharap padanya namun dia hanya menganggap aku sebagian teman saja.
Tidak lama datang seorang pemuda yang begitu tampan namun dia tidak memiliki ekspresi sedikit pun
"Faiqo, cito kenalkan dia teman baru ku Aku harap kalian bisa berteman dengan baik"kata alena seraya memperkenalkan pria yang baru pindah itu
"Perkenalkan namaku cito" Kata cito dengan bahagia
"Perkenalkan akan namaku faiqo" Kata ku seraya memandangnya
"Em panggil aja aku Riy" Kata pria itu tanpa senyum sedikit pun
__ADS_1
"Mengapa ada ayah di sini apa ini teman ayah dulu ya" Kata xian seraya penasaran
Dan xian di kejutkan oleh kedatangan kaha dan doren yang menggangu xian sedang bersantai
"woy soan sedang apa kamu" Kata doern kepada xian
"siapa soan aku tidak mengenalnya" kata xian kebingungan
"Maksudnya xian lah" Kata kaha yang tahu jika yang di maksud doren adalah xian
"Aku sedang bersantai jadi jangan gangu. He.... Tunggu doren kenapa kamu masuk pendekar" kata xian dengan santainya dan terseyum imut seraya meletakan buku yang dia baca itu di sampingnya
"pada awalnya salah satu pembasmi vampir datang ke tempatku dan aku berkelahi dengannya aku berhasil merebut pedangnya dan mendengar jika ada pertarungan di area seleksi jadi aku datang dan membasmi vampir yang kuat saja, sebenarnya aku lebih suka bertarung serta mencari lawan yang lebih kuat" Kata doren yang menjelaskan nya ke pada mereka!!
"Emang di tempat mu itu seperti apa?" kata xian yang penasaran dengan tempat tinggal doren
"aku dari pegunungan yang sangat tinggi dan tempatnya sangat bagus tapi kini sudah aku tingali dan aku bilang dunia luar itu indah jadi aku ga mau kembali lagi"kata doren dengan bangga
"yah kita sama dong dari pegunungan" Kata xian yang merasa senasib
"maaf aku tidak memiliki sodara atau sejenisnya" Kata doren yang memang tidak memiliki siapa siapa
"ha... Orang tuamu emang ga ada. lah terus siapa yang memberi nama ke padamu" Kata kaha yang penasaran terhadap doren
"wanita itu selalu muncul di ingatanku tapi aku tidak tahu siapa dia" Kata doren ke pada kaha seraya menarik selimutnya
"Oh jadi begitu ya.. Ya... Ya... ya.. " kata xian yang mulai berbaring
Kaha merasa bosan karena dia tidak di tanya sama sekali oleh mereka malah di tinggal tidur gitu aja
"he xian aku mau naya kenapa kamu berpetualang dengan vampir? " kata kaha yang tidak bisa tidur karena dia selalu dengar suara vampir itu
"ohh.. Dia....." kata xian yang akan menjawab namun terhenti karena nataly keluar dari kotak itu
Lalu kotak itu mulai membuka dan kaha terdiam saat tahu jika vampir itu sangat cantik jelita nan imut yang membuat dia tercengang, tidak mengedipkan mata untuk beberapa menit
"Kaha dia nataly adik perempuanku" Kara Xian kepada kaha namun dia terdiam saat melihat kaha yang mematung.
Kaha merasakan yang berbeda saat melihat nataly, meski dia seeing merasakan cinta saat melihat wanita namun kini dia merasa berbeda dari biasanya
__ADS_1